- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Ternyata Manusia Bisa Lelah Oleh Keinginannya Sendiri
TS
Muzmuz
Ternyata Manusia Bisa Lelah Oleh Keinginannya Sendiri
Terlintas di pikiran…
“Selamat, Anda mendapatkan hadiah sebesar 170 juta rupiah.”
Aku membaca kalimat itu pelan. Sekali. Dua kali. Tiga kali.
Lalu diam.
Beberapa menit kemudian, uang itu benar-benar masuk ke rekeningku. Angkanya terlihat asing. Saldo yang biasanya pas-pasan mendadak berubah seperti milik orang lain. Rp.170.000.000.
Untuk sesaat aku hanya duduk memandangi layar HP. Jantung berdebar aneh. Rasanya seperti mimpi yang terlalu besar untuk seseorang yang terbiasa menghitung harga sebelum membeli makan.
Malam itu kamar terasa berbeda.
Kipas angin masih berputar pelan. Suara motor dari jalan masih terdengar samar. Semuanya tetap sama, tapi kepalaku tidak lagi sama.
Aku mulai berpikir.
Mau dipakai apa uang ini?
Motor?
Aku menoleh ke arah motor di parkiran luar. Motor itu sudah cukup bagus. Bahkan dulu aku sangat ingin memilikinya. Rasanya aneh kalau sekarang harus mengganti hanya karena sedang punya uang lebih.
“Ngapain juga…” gumamku pelan.
Lalu pikiranku berpindah ke mobil.
Sudah lama aku ingin punya Avanza atau Xenia. Bukan untuk gaya-gayaan. Aku hanya membayangkan rasanya membawa keluarga jalan tanpa kehujanan. Bisa pulang kampung tanpa capek naik kendaraan umum. Bisa merasa hidup sedikit lebih aman.
Simple dream.
Tapi setelah membuka harga mobil bekas di marketplace, dadaku mulai terasa berat.
Kalau uang 170 juta habis untuk mobil… lalu bagaimana setelahnya?
Cashflow langsung tipis.
Belum bensin. Belum servis. Belum pajak. Belum kebutuhan hidup lain yang diam-diam selalu menunggu.
Ternyata memiliki sesuatu bukan hanya soal membeli.
Tapi juga siap merawat semua yang datang setelahnya.
Aku merebahkan badan sambil menatap langit-langit kamar.
Aneh ya…
Dulu waktu uang di rekening tinggal puluhan ribu, aku berpikir: “Kalau punya satu juta aja pasti tenang.”
Lalu ketika pernah punya satu juta, ternyata muncul angka baru.
Sepuluh juta.
Lalu seratus juta.
Dan sekarang ketika angka 170 juta benar-benar ada di depan mata, pikiranku malah berbisik pelan:
“Kalau 500 juta mungkin baru aman.”
Aku tersenyum kecil sendiri.
Manusia memang lucu.
Kita sering mengira kebahagiaan tinggal sejauh satu angka lagi. Padahal setelah angka itu tercapai, biasanya muncul angka lain yang lebih besar.
Seperti berjalan tanpa garis akhir.
Aku mulai membuka catatan di HP.
50 juta ditabung. 20 juta untuk orang tua. Sebagian untuk kebutuhan. Sebagian lagi mungkin diputar jadi usaha kecil.
Aku mencoba berpikir dewasa. Mencoba menjadi seseorang yang bijak terhadap uang besar yang baru pertama kali singgah dalam hidupku.
Tapi semakin malam, semakin ramai isi kepala ini.
Bagaimana kalau uangnya habis? Bagaimana kalau keputusan yang kuambil salah? Bagaimana kalau ternyata 170 juta tidak cukup mengubah apa-apa?
Pikiran-pikiran itu datang tanpa permisi.
Lalu entah kenapa, pikiranku melompat lebih jauh lagi.
“Kalau ambil Pajero gimana ya…”
Aku langsung membuka harga Pajero bekas seperti orang yang sedang kerasukan mimpi.
Scroll. Scroll lagi.
Lalu diam.
“Hah… katanya sudah naik lagi?”
Aku tertawa kecil sambil mengusap wajah.
Barusan saja aku merasa 170 juta itu besar. Sekarang otakku sudah sibuk menghitung cicilan mobil yang bahkan solar dan bannya saja mungkin bikin dompet masuk ICU.
Lucu memang.
Manusia itu kadang tidak capek mencari uang.
Manusia capek mengejar versi hidup yang terus berubah di kepalanya sendiri.
Hari ini ingin motor. Besok ingin mobil. Setelah mobil ingin rumah. Setelah rumah ingin investasi. Setelah itu ingin hidup tenang.
Padahal tenang tidak pernah benar-benar tinggal di dalam barang yang kita kejar.
Jam sudah lewat tengah malam.
Kamar semakin sunyi, tapi pikiranku tidak juga selesai.
Aku mematikan layar HP dan mencoba tidur.
Namun mataku tetap terbuka.
Tentang uang. Tentang masa depan. Tentang angka-angka yang selalu terasa kurang.
Dan malam itu aku akhirnya mengerti satu hal sederhana:
Ternyata manusia bisa lelah oleh keinginannya sendiri.
tidakpunyawc dan 14 lainnya memberi reputasi
15
79.6K
43
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan