Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat malam GanSist semuanya!
Di Indonesia, istilah “pelakor” sering digunakan dalam konteks negatif dan penuh stigma. Banyak orang langsung mengaitkan istilah ini dengan perebut suami orang, perselingkuhan, konflik rumah tangga, dan kerusakan hubungan sosial.
Namun, menariknya, istilah “pelakor” di masyarakat sering mengalami perluasan makna. Sebuah istilah yang awalnya punya konotasi negatif kadang digunakan kembali dengan makna berbeda untuk membangun pesan sosial yang lebih positif.
Dalam thread kali ini, istilah “pelakor baik” tidak digunakan untuk membenarkan perselingkuhan, tetapi sebagai akronim dari
perempuan lawan korupsi. Istilah tersebut dipakai sebagai simbol perempuan yang berani melawan ketidakjujuran, melawan manipulasi, melawan ketidakadilan, dan melindungi orang lain dari perilaku yang merusak.
Thread sebelumnya tentang perempuan lawan korupsi
Berhubungan dengan seri-seri sebelumnya dalam Superwoman Series, wanita kuat bukan hanya wanita yang bugar atau mandiri. Wanita kuat juga memiliki keberanian moral. Wanita kuat berani membela kebenaran, berani melindungi orang lain, dan tidak menggunakan kecerdasannya untuk menghancurkan kehidupan orang lain.
Sebaliknya, wanita yang hanya mengejar validasi, kesenangan sesaat, dan keuntungan pribadi sering kali terjebak dalam pola hidup yang merusak dirinya sendiri maupun orang lain.
Superwoman Series yang ke-78 kali ini akan membahas dua “pelakor” yang sangat berbeda. Satu “pelakor” menggunakan kemampuan sosial dan emosional untuk membangun kehidupan yang sehat. “Pelakor” lainnya menggunakan kemampuan tersebut untuk manipulasi, pencarian validasi, dan perilaku destruktif.
Thread ini tidak bertujuan untuk menghakimi wanita secara pribadi. Thread ini lebih menyoroti pola pikir, tujuan hidup, dan arah penggunaan kemampuan sosial seorang perempuan. Sebab, pada akhirnya, kecerdasan dan kemampuan komunikasi dapat digunakan untuk dua hal. Membangun kehidupan, atau menghancurkan kehidupan.
Quote:
1. Pelakor Baik Fokus Menegakkan Keadilan, Pelakor Jahat Fokus Mencuri Kebahagiaan Wanita Lain
Dalam kehidupan sosial, manusia memiliki kemampuan untuk memengaruhi emosi dan hubungan orang lain.
Kemampuan ini dapat digunakan secara sehat maupun destruktif.
Perempuan yang memiliki empati dan integritas biasanya menggunakan kemampuan sosialnya untuk melindungi orang lain, berani membela korban, dan berani mendukung orang yang diperlakukan tidak adil.
Wanita kuat tidak tinggal diam saat melihat kebohongan dan manipulasi.
Dalam psikologi moral, perilaku seperti ini berkaitan dengan
prosocial behavior, yaitu tindakan yang bertujuan membantu dan melindungi orang lain.
Sebaliknya, perempuan yang hanya mengejar validasi pribadi sering kali lebih fokus pada kepuasan ego, ingin merasa unggul, ingin diakui, dan ingin merasa lebih cantik dibandingkan perempuan lain. Akibatnya, hubungan sosial berubah menjadi arena persaingan tidak sehat.
Pada akhirnya, perilaku seperti ini bukan hanya merusak orang lain. Perilaku tersebut juga merusak kesehatan mental pelakunya sendiri. Mengapa? Sebab, hidup yang dibangun dari validasi dan manipulasi biasanya tidak stabil. Seseorang terus membutuhkan pengakuan baru agar merasa berharga.
Berhubungan dengan seri-seri sebelumnya tentang
people pleasing dan validasi sosial, wanita kuat tidak membangun harga dirinya dengan mengambil kebahagiaan orang lain. Wanita kuat membangun harga dirinya melalui integritas, kompetensi, dan keberanian moral.
Quote:
2. Pelakor Baik Fokus Belajar Psikologi dan Komunikasi untuk Melindungi Orang yang Disakiti, Pelakor Jahat Fokus Belajar Psikologi dan Komunikasi untuk Mencari Validasi
Ilmu psikologi dan komunikasi sebenarnya sangat bermanfaat. Kemampuan memahami emosi manusia dapat membantu seseorang menjadi pendengar yang baik, menyelesaikan konflik, membangun hubungan sehat, dan membantu orang lain melewati masa-masa sulit.
Namun, kemampuan sosial juga dapat disalahgunakan. Seseorang bisa mempelajari komunikasi hanya untuk manipulasi emosional, seperti dengan belajar cara menarik perhatian, belajar cara membuat orang bergantung, dan belajar cara mendapatkan validasi.
Dalam psikologi sosial, manipulasi emosional sering muncul ketika seseorang menggunakan empati secara tidak tulus demi keuntungan pribadi.
Sebaliknya, perempuan yang kuat secara emosional menggunakan kemampuan komunikasinya untuk perlindungan sosial, seperti membantu korban bullying, membantu teman yang mengalami tekanan mental, dan berani berbicara ketika melihat ketidakadilan.
Wanita kuat tidak hanya pintar bicara. Wanita kuat juga memiliki keberanian moral.
Berhubungan dengan Superwoman Series sebelumnya tentang bullying dan empati sosial, wanita tangguh bukan wanita yang menggunakan kecerdasannya untuk manipulasi emosional. Wanita tangguh menggunakan kecerdasannya untuk membantu dan memperbaiki lingkungan.
Quote:
3. Pelakor Baik Pergi Beribadah untuk Menguatkan Moral, Pelakor Jahat Sibuk Menghabiskan Uang demi Gaya Hidup Konsumtif
Aktivitas spiritual memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental manusia. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kehidupan spiritual yang sehat dapat membantu seseorang memiliki kontrol diri lebih baik, rasa syukur lebih tinggi, dan tujuan hidup yang lebih jelas.
Tentu saja, spiritualitas bukan sekadar ritual luar. Namun, nilai moral yang dipelajari melalui spiritualitas dapat membantu seseorang untuk membangun hati nurani yang lebih sehat.
Perempuan yang memiliki tujuan hidup sehat biasanya menggunakan waktu luangnya untuk bertemu dengan Tuhan secara pribadi, membangun ketenangan batin, belajar mengendalikan impuls, dan belajar bersikap penuh hikmat.
Sebaliknya, perempuan yang terlalu terjebak dalam gaya hidup konsumtif sering kali menjadikan materi sebagai sumber kebahagiaan utama, seperti berbelanja berlebihan, pamer barang, dan mengejar status sosial.
Padahal, dalam psikologi perilaku konsumtif, kepuasan material biasanya hanya bertahan sementara. Setelah rasa senang hilang, seseorang kembali merasa kosong. Akibatnya, seseorang terus mencari kepuasan baru tanpa pernah merasa cukup.
Berhubungan dengan seri-seri sebelumnya tentang kecanduan belanja, wanita kuat memahami bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya berasal dari barang dan validasi sosial. Wanita kuat membangun kebahagiaan melalui kualitas kepribadian dan makna hidup.
Quote:
4. Pelakor Baik Belajar Skill Konfrontasi Sehat, Pelakor Jahat Mengeksploitasi Pria demi Kesenangan
Di era internet modern, semua orang bisa belajar banyak hal secara gratis. Belajar
public speaking. Belajar mediasi konflik. Belajar hukum. Belajar kesehatan mental. Belajar komunikasi asertif.
Perempuan yang berkembang secara sehat biasanya menggunakan internet untuk memperkuat kualitas dirinya, seperti belajar bagaimana konfrontasi tanpa kekerasan, belajar membela diri secara sehat, dan belajar membantu orang lain tanpa menciptakan konflik yang tidak perlu.
Dalam psikologi komunikasi, kemampuan menyampaikan kebenaran secara asertif sangat penting. Asertif berbeda dengan agresif. Asertif berarti mampu menyampaikan pendapat dengan tegas tanpa melukai orang lain.
Sebaliknya, pola hidup manipulatif sering membuat wanita menggunakan uang pria hanya demi kesenangan pribadi. Perilaku seperti ini menunjukkan rendahnya empati dan tanggung jawab sosial. Seseorang terbiasa menikmati hasil tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain.
Padahal, hubungan sehat seharusnya dibangun melalui rasa hormat dan tanggung jawab bersama.
Wanita kuat memahami bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari kemampuan memanfaatkan orang lain. Kekuatan sejati berasal dari kemampuan berdiri dengan keberanian dan integritas.
Quote:
5. Pelakor Baik Berani Menderita demi Kebenaran, Pelakor Jahat Menghindari Tanggung Jawab Moral
Salah satu ciri ketangguhan mental adalah kemampuan menghadapi rasa tidak nyaman demi hal yang benar.
Tidak semua perjuangan terasa nyaman. Kadang, membela orang lain membuat seseorang dikritik. Kadang, berkata jujur membuat seseorang disakiti. Kadang, melawan ketidakadilan membuat seseorang mengalami tekanan sosial.
Namun, manusia yang memiliki integritas biasanya tetap bertahan. Mengapa? Sebab, dirinya memiliki prinsip hidup.
Dalam psikologi moral, kemampuan mempertahankan nilai moral meskipun menghadapi penderitaan disebut
moral courage atau keberanian moral.
Sebaliknya, seseorang yang hanya mengejar kenyamanan biasanya manja secara moral, yaitu menghindari tanggung jawab moral. Manusia yang manja secara moral memilih diam ketika melihat ketidakadilan, memilih aman selama dirinya tidak tersakiti, bahkan kadang ikut mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain.
Padahal, kebiasaan manja secara moral dapat membuat karakter seseorang semakin lemah. Seseorang jadi tidak terbiasa menghadapi penderitaan, tidak terbiasa melakukan konfrontasi sehat, dan tidak terbiasa memperjuangkan sesuatu yang benar. Akibatnya, ketika menghadapi masalah besar di masa depan, mentalnya mudah hancur.
Sebaliknya, perempuan yang terbiasa hidup dengan integritas biasanya memiliki kekuatan mental lebih baik. Wanita yang tangguh secara moral mungkin mengalami kesulitan saat muda, tetapi kualitas kepribadian yang dibangunnya menjadi investasi besar untuk kehidupan jangka panjang.
Berhubungan dengan seluruh semangat Superwoman Series, wanita tangguh bukanlah wanita yang hidup paling nyaman. Wanita tangguh adalah wanita yang berani menderita dan bertahan melalui tantangan hidup.
Quote:
Pelakor Baik vs Pelakor Jahat
Bagian ini sebenarnya menunjukkan permainan makna sosial. Istilah “pelakor” selama ini identik dengan perebut laki orang, atau wanita yang menjadi orang ketiga dalam hubungan percintaan.
Namun, dalam thread ini, istilah tersebut adalah akronim dari
perempuan lawan korupsi.
Perempuan lawan korupsi melambangkan perempuan yang melawan ketidakadilan, manipulasi, dan penyalahgunaan kekuasaan. Perempuan ini berani bersikap jujur, peduli terhadap lingkungan sosial, dan tidak nyaman melihat ketidakadilan.
Sementara itu, perebut laki orang melambangkan pola hidup yang hanya berpusat pada ego, validasi, dan kepuasan sesaat tanpa memikirkan dampak sosial.
Tentunya, kehidupan nyata jauh lebih kompleks dibanding sekadar label. Masalah hubungan manusia tidak selalu hitam putih.
Oleh karena itu, thread ini tidak dimaksudkan untuk memberikan stigma kepada wanita tertentu. Fokus utama thread ini adalah bagaimana seorang perempuan menggunakan kemampuan sosial dan emosionalnya. Apakah digunakan untuk membangun, atau untuk merusak?
Quote:
Mengapa Integritas Lebih Penting daripada Validasi?
Banyak orang mengejar validasi karena ingin merasa dihargai. Namun, validasi sosial sifatnya tidak stabil. Hari ini dipuji. Besok bisa dihina. Hari ini dianggap menarik. Besok bisa dilupakan.
Oleh karena itu, jika harga diri hanya bergantung pada penilaian orang lain, mental seseorang akan mudah hancur.
Sebaliknya, integritas memberikan dasar yang lebih kuat. Seseorang yang memiliki prinsip hidup biasanya lebih stabil secara emosional, tidak terlalu mudah dikendalikan pujian atau hinaan, serta memiliki arah hidup yang lebih jelas.
Berhubungan dengan seri-seri sebelumnya tentang wanita tangguh, kekuatan sejati bukan berasal dari kemampuan mencari perhatian. Kekuatan sejati berasal dari kemampuan menjaga hikmat meskipun dunia sosial terus berubah.
Quote:
PENUTUP
Kemampuan sosial, kecerdasan emosional, dan komunikasi adalah kekuatan besar. Namun, semua itu bisa digunakan untuk dua arah yang sangat berbeda. Wanita bisa menggunakan kemampuannya untuk membantu, melindungi, dan membela kebenaran, atau menggunakan kemampuannya untuk manipulasi, validasi, dan kepentingan pribadi.
Superwoman Series #78 ingin mengingatkan bahwa wanita kuat bukan hanya yang berbadan bugar atau pintar berbicara. Wanita kuat adalah wanita yang memiliki integritas, berani bersikap jujur, berani membela orang lain, dan tidak membangun kebahagiaan dengan menghancurkan kehidupan orang lain.
Sebab, pada akhirnya, kecantikan fisik dapat memudar. Popularitas dapat hilang. Validasi sosial dapat berubah. Namun, kekuatan dan integritas akan terus meninggalkan jejak dalam kehidupan wanita maupun lingkungan sekitarnya.
Jadi, setelah membaca thread ini, Sista ingin menggunakan kemampuan sosial untuk membangun kehidupan, atau justru merusaknya?
Quote:
SUMBER
Akun Y*ut*be Pria Seratus Persen (tetapi diadaptasi dengan gaya wanita)
American Psychological Association. (2023).
Ethics and moral behavior.
https://www.apa.org
Bandura, A. (1997).
Self-efficacy: The exercise of control. W.H. Freeman.
Brown, B. (2010).
The gifts of imperfection. Hazelden Publishing.
Decety, J., & Cowell, J. M. (2014). The complex relation between morality and empathy.
Trends in Cognitive Sciences,
18(7), 337–339.
Goleman, D. (1995).
Emotional intelligence. Bantam Books.
Kohlberg, L. (1981).
Essays on moral development: The philosophy of moral development. Harper & Row.
Seligman, M. E. P. (2011).
Flourish: A visionary new understanding of happiness and well-being. Free Press.
World Health Organization. (2022).
Mental health and well-being.
https://www.who.int/news-room/fact-s...g-our-response
@riodgarp @itkgid @kakekane.cell