Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Rupiah Ditutup Merah, Catat Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah kembali ditutup melemah 0,19% di posisi terendahnya sepanjang sejarah yaitu Rp17.743/US$ pada perdagangan Senin (25/5/2026). Rupiah lesu kala mata uang Asia bergerak di zona hijau terdongkrak oleh sentimen harapan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Rupanya pergerakan mata uang kawasan belum mampu mengangkat rupiah dalam perdagangan hari ini. Dari Asia, baht Thailand menguat paling kencang sebesar 0,58%, disusul rupee India, dan ringgit Malaysia. Hampir semua mata uang kawasan menguat sepanjang sesi perdagangan hari ini, kecuali mata uang Tanah Air.

Rupiah Ditutup Merah, Catat Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Mata uang kawasan Asia, Senin 25/5/2026 (Bloomberg)


Indeks solar AS terhadap enam mata uang utama bergerak di kisaran 99. Meski masih berada di level tinggi, namun sentimen pergerakan harga minyak yang kembali jinak di bawah US$100 per barel kembali menopang laju mata uang kawasan.

Rupiah menjadi satu-satuya mata uang kawasan yang melemah hari ini lantaran berbagai sentimen domestik. Bank Indonesia (BI) telah mengambil langkah yang cukup agresif dengan menaikkan suku bunga di atas proyeksi pelaku pasar. Langkah ini mengindikasikan adanya tingkat kewaspadaan tinggi terhadap rambatan volatilitas global, terutama melalui transmisi nilai tukar, kenaikan harga minyak, serta ketidakstabilan arus modal.

Di tengah sentimen yang ada, pemerintah kembali melakukan stabilisasi melalui intervensi di pasar surat utang. Hari ini, hampir imbal hasil hampir semua tenor menurun, terutama tenor acuan 10 tahun yang turun 5,2 bps menjadi 6,68%.

Namun sentimen yang memburuk terkait kondisi fiskal serta adanya ketidakpastian kebijakan masih jadi beban utama rupiah. Hingga, berbagai upaya stabilisasi dan intervensi belum mampu mengangkat rupiah lebih kuat.

Di saat yang sama, posisi eksternal Indonesia juga mengalami pelemahan sepanjang kuartal pertama tahun ini. Defisit transaksi berjalan melebar cukup signifikan, seiring menyusutnya surplus perdagangan dan melambatnya permintaan global.

Data defisit neraca pembayaran Indonesia tercatat kembali defisit sebesar US$9,15 miliar pada kuartal pertama tahun ini, lebih dalam dari defisit kuartal sebelumnya US$6,07 miliar.

Di tengah kondisi ini, pemerintah belum memiliki alternatif pendapatan yang bisa menopang anggaran belanja yang agresif. Kondisi tersebut semakin menambah kekhawatiran investor terhadap pasar keuangan domestik.

https://www.bloombergtechnoz.com/det...njang-sejarah/

Merah cerah nih... Indon cerah...

Yang lain hijau semua, Indon doank yg berani merah.. emoticon-Leh Uga

MemoryExpressAvatar border
69banditosAvatar border
waloniAvatar border
waloni dan 6 lainnya memberi reputasi
7
319
12
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan