- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
IMF Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen pada 2026
TS
aleksandronesta
IMF Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen pada 2026
Quote:
IMF Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen pada 2026
IMF Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen pada 2026
May 25, 2026 - 02:45

Nadia Larasati
Author
Smallest Font
Largest Font
Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai angka 5 persen pada tahun 2026 mendatang. Prospek tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan performa yang tangguh di tengah melemahnya perekonomian global.
Pertumbuhan ekonomi nasional ini diperkirakan mampu melampaui pencapaian negara-negara tetangga di kawasan Asia, seperti China, Malaysia, dan Filipina. Laporan IMF menunjukkan optimisme yang lebih tinggi dibandingkan perkiraan Bank Dunia yang mematok angka 4,7 persen untuk Indonesia.
Advertisement
Scroll To Continue with Content
Dilansir dari Investortrust, proyeksi dari IMF ini menjadi bukti kepercayaan global terhadap kuatnya permintaan domestik di Indonesia. Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz akibat konflik Timur Tengah memang mengganggu jalur ekonomi global.
Meski demikian, Pierre-Olivier Gourinchas menilai fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh. Faktor pendorong utamanya adalah surplus perdagangan yang bertahan selama 70 bulan serta angka inflasi yang mulai mendingin.
Pemerintah Indonesia sendiri bersikap optimistis dan menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi, yaitu sebesar 5,4 persen. Para menteri bidang ekonomi menganggap prediksi rendah dari lembaga internasional sebagai bentuk kesalahan perhitungan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa proyeksi rendah dari Bank Dunia tidak didukung oleh data riil di lapangan.
"I think the World Bank miscalculated," kata Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pertumbuhan pada kuartal pertama tahun 2026 telah mencapai 5,6 persen. Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa roda perekonomian domestik justru sedang mengalami percepatan.
Pandangan serupa disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang tetap mempertahankan target resmi pemerintah di angka 5,4 persen. Airlangga Hartarto mengungkapkan adanya katalis positif dari hasil negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat.
Kesepakatan tersebut berhasil memangkas tarif ekspor produk manufaktur penting Indonesia ke Amerika Serikat dari 32 persen menjadi 19 persen. Pemangkasan tarif ini diharapkan menjadi angin segar bagi sektor lapangan kerja yang menampung 5 juta buruh pabrik.
Airlangga Hartarto menjelaskan pentingnya hubungan dagang dengan Amerika Serikat karena menjadi penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia.
"Why is America important? Because the highest positive trade balance is with America," ujar Airlangga.
Airlangga Hartarto menambahkan bahwa Amerika Serikat secara konsisten menyerap komoditas elektronik, alas kaki, hingga furnitur dari Indonesia. Pemerintah juga tidak mengkhawatirkan adanya penyelidikan Section 301 oleh Amerika Serikat terkait isu dumping dan tenaga kerja.
Posisi diplomasi global Indonesia yang kuat dinilai membuat negara ini tetap menjadi prioritas perdagangan bagi otoritas Amerika Serikat. Pemerintah Indonesia telah menyiapkan tanggapan resmi yang dijadwalkan akan dikirimkan pada 15 April 2026.
Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan dunia, Indonesia menerapkan strategi bilateral yang agresif. Selain memperkuat kesepakatan dengan Amerika Serikat, Jakarta kini sedang merampungkan perjanjian dagang dengan Uni Eropa hingga negara-negara BRICS.
Airlangga Hartarto menegaskan bahwa surplus perdagangan sebesar 20 miliar dolar AS dengan Amerika Serikat memperkuat posisi tawar Indonesia.
"If Indonesia were not high-profile, we would not be a priority," tutur Airlangga.
Melalui kombinasi stimulus domestik, termasuk program Makanan Bergizi Gratis, pemerintah yakin konsumsi internal dan diplomasi dagang mampu meredam dampak guncangan energi dari luar negeri.
Kurang ajar nih IMF
Kan udah ada BUMN ekspor masak tetep 5 persen
Nanti ada uang lebih
Uangnya untuk perbaikan perkebunan sawit n tambang
Selebihnya bagian lain yang produktif kyk kopdes
Minimal 10 persen

0
27
Kutip
1
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan