- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Purbaya Heran Ekonomi Indonesia Disebut Lesu: Itu Kebanyakan Ekonom Tiktok
TS
aleksandronesta
Purbaya Heran Ekonomi Indonesia Disebut Lesu: Itu Kebanyakan Ekonom Tiktok
Quote:
Purbaya Heran Ekonomi Indonesia Disebut Lesu: Itu Kebanyakan Ekonom Tiktok
Kompas.com, 22 Mei 2026, 17:20 WIB
Baca di App
Yefta Christopherus Asia Sanjaya
Penulis
Add on Google

Lihat Foto
BANTUL, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa ekonomi Indonesia sedang lesu meski ada keluhan soal sulitnya mencari pekerjaan dan tingkat inflasi yang rendah.
Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 terhadap triwulan I 2025 mengalami kenaikan sebesar 5,61 persen secara year on year.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Purbaya justru menyebut pandangan tersebut banyak dipengaruhi analisis “ekonom TikTok” yang menurutnya tidak melihat kondisi ekonomi berdasarkan data.
“Terus terang saya juga bingung. Kenapa ada anggapan seperti itu? Setelah saya analisa lebih lanjut, ternyata itu kebanyakan adalah analisa ekonom TikTok,” kata Purbaya di Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul, DIY, dikutip dari kanal YouTube LPS, Jumat (22/5/2026).
Aktivis Portugal yang Ditangkap Israel Mengaku Disiksa dan Dipukuli
Pusat Perbelanjaan Andalkan Festival Belanja Hadapi Ketidakpastian Ekonomi
Artikel Kompas.id
Purbaya Buktikan Ekonomi Tidak Lesu
Dalam forum tersebut, Purbaya mengaku sempat menyelidiki sendiri apakah data pertumbuhan ekonomi pemerintah memang tidak sesuai dengan kondisi lapangan.
Ia menegaskan dirinya tidak anti terhadap kritik yang berkembang di masyarakat.
“Saya juga investigasi sebenarnya apa? Saya bukan tertutup terhadap kritik, ya. Saya buka dan saya investigasi,” kata Purbaya.
Menurut Purbaya, sejumlah indikator konsumsi justru menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat masih bergerak positif.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Ia mencontohkan kenaikan penjualan mobil, sepeda motor, konsumsi semen, listrik hingga bahan bakar minyak (BBM).
“Penjualan motor naiknya 28 persen. Itu artinya ekonomi sehat, daya beli masih kuat,” jelas Purbaya.
Ia juga menyoroti kenaikan penjualan mobil pada April 2026 yang tumbuh 55 persen setelah sempat turun pada Maret akibat momentum Lebaran.
Selain itu, Purbaya menyebutkan, konsumsi semen pada April tumbuh 35,6 persen dan tren konsumsi masyarakat secara umum masih meningkat meski ada sedikit perlambatan di beberapa sektor.
“Konsumsi masyarakat ya, walaupun turun sedikit, trennya masih naik kencang," kata Purbaya.
"Artinya, kelihatannya daya beli masyarakat enggak sejelek yang dikatakan oleh ekonom-ekonom di TikTok," sambungnya.
Kontribusi Konsumsi Rumah Tangga terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Purbaya juga membantah anggapan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini hanya ditopang belanja pemerintah.
Ia menjelaskan kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi tetap lebih besar dibanding konsumsi pemerintah.
Berdasarkan paparan Purbaya, kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q1 2026 mencapai 2,94 persen, sementara porsi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 1,79 persen.
Sedangkan, konsumsi pemerintah berkisar 1,26 persen dan faktor lainnya 0,77 persen.
Purbaya menambahkan, kenaikan belanja pemerintah pada awal tahun terjadi karena Presiden Prabowo Subianto meminta anggaran negara dibelanjakan lebih merata sepanjang tahun dan tidak menumpuk di akhir tahun seperti sebelumnya.
“Di sini kelihatan sekali bahwa belanja masyarakat kita masih kuat. Artinya sebetulnya secara keseluruhan masyarakat kita masih punyai daya beli yang cukup baik,” jelas Purbaya.
Ia pun mengaku heran dengan narasi ekonomi lesu yang terus berkembang di media sosial.
Purbaya menilai sebagian pihak terlalu fokus menyebarkan sentimen negatif tanpa melihat kondisi riil di lapangan.
“Mungkin mereka memang karena semangatnya negatif, akhirnya kemakan dengan ucapan mereka sendiri,” kata dia.
Purbaya mengaku dirinya lebih memilih mengecek langsung kondisi pasar untuk melihat aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia mencontohkan kunjungannya ke Pasar Beringharjo di Yogyakarta hingga Pasar Tanah Abang di Jakarta yang menurutnya tetap ramai.
Mantap pak Pur wkwkwk
0
110
Kutip
2
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan