- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Potongan Ojol 8%, Bukti Transportasi Di Indonesia Masih Buruk
TS
c4punk1950...
Potongan Ojol 8%, Bukti Transportasi Di Indonesia Masih Buruk

Quote:
Hi sobat Kaskus,
Menjadi ojol memang bukan pilihan yang di inginkan banyak orang, namun banyaknya pengangguran bahkan dengan status ijazah yang tinggi baik itu SMA maupun Sarjana pun akhirnya banting stir menjadi ojol, karena manusia hidup perlu bekerja.
Tak jarang juga wanita2 yang bingung untuk menafkahi anaknya karena ditinggal suami pun merebut periuk nasi menjadi ojol. Tumbuhnya ojol dengan beraneka ragam warnanya, baik hijau maupun kuning dan merah, ini memperlihatkan bobroknya sarana lapangan kerja yang ternyata sangat sulit sekali untuk diraih.
Ditengah gempuran teknologi robot, AI, bahkan banyak sekali orang yang bekerja bukan dibidang yang dikuasainya. Seperti seorang musisi tapi mengurusi perut rakyat banyak di gedung DPR, bahkan ada juga orang yang tidak tahu tata kota malah menjadi Gubernur, hancurnya sebuah negara adalah memilih orang yang bukan ahli di bidangnya namun lucunya kok dipercaya?
Ini yang bodoh siapa? Kok sistem bobrok bernegara dengan embel2 demokrasi malah di aplikasikan pada sebuah negara yang baru lahir di tahun 1945.

Lucunya salah satu perintis ojol yaitu Gojek sendiri, yang ahli pengembangan produk digital, bisnis, dan teknologi (startup), malah diberi jabatan Menteri Pendidikan, bahkan sekarang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi program digitalisasi pendidikan pengadaan laptop chromebook pada tahun 2019–2022.
Ketika borok-borok pemerintah yang entah sampai kapan sembuhnya ini terbuka secara terang benderang, saat ini kita melihat kebijakan yang terlihat membela kaum lemah yaitu aturan potongan ojol maksimal 8% resmi disahkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026. Melalui regulasi baru mengenai Perlindungan Pekerja Transportasi Online ini, potongan komisi bagi perusahaan aplikator dipangkas dari sebelumnya 20% menjadi maksimal 8%. Dengan demikian, para mitra pengemudi (driver) ojek online berhak mengantongi minimal 92% dari total pendapatan per perjalanan. Menariknya Danantara (Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara), lembaga investasi milik pemerintah yang dikabarkan mengambil alih sebagian kepemilikan saham perusahaan aplikator ojol.
Jadi disini ojol sudah dianggap sebagai sarana transportasi umum, ini membuktikan bahwa transportasi di kota besar masih jauh dari kata baik. Walau Jakarta khususnya terus berbenah, namun belum bisa maksimal. Karena masih banyak area yang tidak terjangkau transportasi umum dengan kualitas yang baik.
Lalu apakah dengan potongan 8% tadi bisa mensejahterakan driver? Sedangkan, dari kaca mata pekerja ojol ini tidak jelas posisinya, sebagai mitra tapi daya tawar dengan pihak applikator lemah karena aturan bukan ditangan driver. Sebagai karyawan juga tidak digaji, hanya mengandalkan persenan dari hasil kerja, bahkan dari kendaraan, service, bensin di bebankan kepada driver.

Bahkan untuk masa depan pekerjaan ini juga akan tergerus oleh robot, dimana akan banyaknya nanti taxi autonomus, tentu lebih aman bagi penumpang. Mengantar paket juga akan menggunakan drone, di beberapa negara maju hal ini sudah menjadi hal yang biasa. Hanya di negara bobrok saja, hal ini seakan adalah dunia magic yang dianggap hal mewah dan tak tersentuh oleh otak para pejabatnya.
Jadi, ketika Ojol dianggap tulang punggung sebagai transportasi umum. Ini ada yang salah dengan cara berfikir penguasa yang sudah buntu, tentang bagaimana cara pemerintah membuat masyarakatnya hidup makmur, susahnya membuka lapangan kerja ini bukti masih banyak PR bagi negara ini untuk menjadi negara yang sukses di masa depan.
Jadi, pandangan bahwa hadirnya ojek online (ojol) sebagai transportasi umum, dan diakui negara ini merupakan bukti buruknya sistem transportasi publik di Indonesia merupakan kritik yang valid dan diakui oleh banyak ahli transportasi. Kehadiran ojol yang masif dinilai sebagai bentuk respons masyarakat terhadap kegagalan negara dalam menyediakan transportasi umum yang aman, nyaman, terintegrasi, dan menjangkau seluruh wilayah.

Terima kasih yang sudah membaca thread ini sampai akhir, bila ada kritik silahkan disampaikan dan semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat dan merdeka. See u next thread.


"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2026
referensi : klik
Pic : google





ushirota dan 2 lainnya memberi reputasi
3
160
6
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan