Kaskus

Story

togellhavi373Avatar border
TS
togellhavi373
Misteri Kabut Hitam di Gunung Arjuno
Misteri Kabut Hitam di Gunung Arjuno


Misteri Kabut Hitam di Gunung Arjuno

Misteri Kabut Hitam di Gunung Arjuno


Malam itu, lima orang pendaki memutuskan naik ke Gunung Arjuno saat musim kabut mulai turun. Mereka adalah Raka, Deni, Fikri, Bayu, dan satu perempuan bernama Sinta. Tujuan mereka sederhana: camping semalam di pos terakhir sebelum puncak.


Warga desa sebenarnya sudah memperingatkan mereka.


“Kalau dengar suara gamelan malam-malam, jangan dicari asalnya,” kata seorang penjaga warung tua.


Namun mereka hanya tertawa.


Perjalanan awal terasa normal. Suara jangkrik memenuhi hutan, udara dingin menusuk kulit, dan lampu senter menjadi satu-satunya penerangan. Sampai akhirnya, sekitar pukul 11 malam, kabut hitam mulai turun perlahan.


Kabut itu aneh.


Bukan putih seperti biasanya, melainkan gelap pekat seperti asap terbakar.


Sinta mulai merasa tidak nyaman.


“Aku dengar ada yang jalan di belakang,” bisiknya.


Raka menoleh. Tidak ada siapa-siapa.


Mereka melanjutkan perjalanan hingga menemukan sebuah area datar untuk mendirikan tenda. Saat semua mulai bersiap tidur, tiba-tiba terdengar suara gamelan samar dari arah hutan.


Ting…


Tang…


Dung…


Suara itu seperti berasal dari tempat yang sangat jauh, namun terdengar jelas di telinga.


Deni yang penasaran langsung berdiri.


“Kayaknya ada orang hajatan di atas,” katanya sambil tertawa kecil.


Padahal, mereka berada jauh dari pemukiman.


Tanpa berpikir panjang, Deni berjalan mengikuti arah suara. Bayu sempat melarang, tetapi Deni tetap pergi sambil membawa senter.


Lima menit.


Sepuluh menit.


Deni tidak kembali.


Mereka mulai panik. Raka dan Fikri akhirnya menyusul ke arah hutan. Anehnya, semakin mereka berjalan, suara gamelan semakin keras. Sampai akhirnya mereka menemukan sebuah jalan kecil yang sebelumnya tidak ada.


Di ujung jalan itu terlihat cahaya merah temaram.


Dan di sana…


Ada keramaian.


Orang-orang berpakaian hitam duduk melingkar. Wajah mereka pucat. Sebagian bahkan tidak memiliki mata. Mereka memainkan gamelan sambil menunduk pelan.


Di tengah lingkaran, Deni berdiri diam seperti kesurupan.


Tubuhnya kaku.


Matanya kosong.


Tiba-tiba salah satu sosok menoleh ke arah Raka.


Wajahnya hancur separuh.


“Tambah satu lagi…” bisiknya pelan.


Lampu senter langsung mati bersamaan.


Gelap total.


Raka dan Fikri lari sekuat tenaga tanpa menoleh ke belakang. Selama berlari mereka mendengar suara langkah puluhan orang mengejar dari balik kabut.


Saat berhasil kembali ke tenda, Sinta menangis histeris.


Karena Deni ternyata sudah ada di sana.


Duduk sendirian.


Basah kuyup.


Namun ada yang aneh.


Sejak kembali, Deni tidak pernah bicara sepatah kata pun.


Ia hanya menunduk sambil tersenyum sendiri.


Ketika pagi tiba dan kabut mulai hilang, mereka memutuskan turun gunung secepat mungkin. Tetapi sesampainya di basecamp, penjaga gunung langsung pucat melihat Deni.


“Siapa yang kalian bawa turun…?” tanyanya gemetar.


Raka bingung.


“Itu teman kami.”


Penjaga itu perlahan mundur ketakutan.


“Pendaki bernama Deni… sudah hilang di gunung ini tiga tahun lalu.”




tabraklari81223Avatar border
gembogspeedAvatar border
faradesu912Avatar border
faradesu912 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
1.7K
10
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan