- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Defisit Neraca Pembayaran & Transaksi Berjalan RI Makin Dalam
TS
jaguarxj220
Defisit Neraca Pembayaran & Transaksi Berjalan RI Makin Dalam
Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal I-2026. NPI mengalami defisit yang cukup dalam.
Pada jumat (22/5/2026), BI mengumumkan defisit NPI pada tiga bulan pertama 2026 mencapai US$ 9,15 miliar. Jauh memburuk ketimbang kuartal sebelumnya yang surplus US$ 6,07 miliar.
Bahkan defisit NPI pada kuartal I-2026 sudah melampai defisit sepanjang 2025 yang sebesar US$ 7,84 miliar. Defisit NPI pada kuartal I-2026 menjadi yang terdalam sejak kuartal I-2020.
NPI terbagi menjadi dua pos besar. Pos pertama adalah transaksi berjalan atau current account.
Pada kuartal I-2026, transaksi berjalan mencatat defisit US$ 4 miliar atau setara dengan 1,1% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ini juga menjadi yang terdalam sejak kuartal I-2026.

Pada jumat (22/5/2026), BI mengumumkan defisit NPI pada tiga bulan pertama 2026 mencapai US$ 9,15 miliar. Jauh memburuk ketimbang kuartal sebelumnya yang surplus US$ 6,07 miliar.
Bahkan defisit NPI pada kuartal I-2026 sudah melampai defisit sepanjang 2025 yang sebesar US$ 7,84 miliar. Defisit NPI pada kuartal I-2026 menjadi yang terdalam sejak kuartal I-2020.
NPI terbagi menjadi dua pos besar. Pos pertama adalah transaksi berjalan atau current account.
Pada kuartal I-2026, transaksi berjalan mencatat defisit US$ 4 miliar atau setara dengan 1,1% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ini juga menjadi yang terdalam sejak kuartal I-2026.

Transaksi Berjalan Indonesia (Bloomberg)
"Neraca perdagangan non-migas tetap membukukan surplus meskipun lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global serta terganggunya rantai pasok perdagangan antarnegara. Defisit neraca perdagangan migas juga menurun di tengah aktivitas ekonomi domestik yang tetap terjaga.
"Defisit neraca pendapatan primer meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran kupon/bunga. Sementara itu, kinerja neraca jasa membaik sejalan dengan penurunan impor jasa freight," jelas laporan BI.
Pos kedua adalah transaksi modal dan finansial, yang mengalami defisit US$ 4,9 miliar. Padahal kuartal sebelumnya masih surplus tebal US$ 9 miliar.
"Investasi langsung tetap mencatatkan surplus sebagai cerminan dari persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi domestik yang tetap terjaga. Investasi portofolio juga tetap mencatat surplus, meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2025 sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian global. Sementara itu, investasi lainnya mencatat defisit dipengaruhi oleh pembayaran pinjaman luar negeri yang jatuh tempo serta penempatan kas dan simpanan, serta aset lainnya di luar negeri," terang laporan BI.
Ke depan, BI menyebut akan senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan, didukung sinergi kebijakan yang erat dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan eksternal. Defisit transaksi berjalan 2026 diperkirakan dalam kisaran 1,3-0,5% dari PDB.
"Defisit neraca pendapatan primer meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran kupon/bunga. Sementara itu, kinerja neraca jasa membaik sejalan dengan penurunan impor jasa freight," jelas laporan BI.
Pos kedua adalah transaksi modal dan finansial, yang mengalami defisit US$ 4,9 miliar. Padahal kuartal sebelumnya masih surplus tebal US$ 9 miliar.
"Investasi langsung tetap mencatatkan surplus sebagai cerminan dari persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi domestik yang tetap terjaga. Investasi portofolio juga tetap mencatat surplus, meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2025 sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian global. Sementara itu, investasi lainnya mencatat defisit dipengaruhi oleh pembayaran pinjaman luar negeri yang jatuh tempo serta penempatan kas dan simpanan, serta aset lainnya di luar negeri," terang laporan BI.
Ke depan, BI menyebut akan senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan, didukung sinergi kebijakan yang erat dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan eksternal. Defisit transaksi berjalan 2026 diperkirakan dalam kisaran 1,3-0,5% dari PDB.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/109781/defisit-neraca-pembayaran-transaksi-berjalan-ri-makin-dalam/
Dahsyat juga defisitnya.
Padahal musim dividen masih di Q2.
Pantesan Rupiah keok lawan hampir semua semua mata uang.
69banditos dan saya.palsu memberi reputasi
2
82
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan