- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Biaya Tangani 136 Titik Pelintasan Sebidang Rp 400 Juta Per Meter.
TS
rizkync108
Biaya Tangani 136 Titik Pelintasan Sebidang Rp 400 Juta Per Meter.
Kompas.com, 21 Mei 2026, 22:15 WIB
Suhaiela Bahfein, Hilda B Alexander
Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti mengungkap biaya penanganan pelintasan sebidang kereta api di jalan nasional dapat mencapai Rp 400 juta per meter.
Hal itu disampaikan Diana dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Menurut Diana, pemerintah masih memiliki 136 titik pelintasan sebidang di jalan nasional yang perlu ditangani lebih lanjut melalui pembangunan flyover maupun underpass.
“Estimasi biaya untuk penanganan 136 lokasi tersebut mencapai sekitar Rp 30 triliun,” ujar Diana.
Dia menjelaskan rata-rata kebutuhan biaya konstruksi berada di kisaran Rp 350 juta hingga Rp 400 juta per meter.
Diana mengatakan, saat ini terdapat 184 lokasi pelintasan sebidang yang berada di bawah kewenangan nasional.
Namun dari jumlah tersebut, baru 48 lokasi yang telah ditangani pemerintah.
136 Lokasi Tersebar di 7 Provinsi
Adapun 136 lokasi yang belum ditangani tersebar di tujuh provinsi, yaitu:
Sumatera Utara sebanyak 27 lokasi,
Sumatera Barat tujuh lokasi,
Sumatera Selatan 18 lokasi,
Banten delapan lokasi,
Jawa Barat 13 lokasi,
Jawa Tengah 16 lokasi,
Jawa Timur 47 lokasi.
Menurut Diana, besarnya kebutuhan anggaran membuat pemerintah harus menyusun prioritas penanganan secara bertahap.
“Prioritas penanganan perlu disusun secara cermat berdasarkan risiko keselamatannya, kebutuhan konstruksinya, dan juga kesiapan pembebasan lahannya,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Diana juga menjelaskan Kementerian PU telah memiliki pengalaman menangani perlintasan sebidang melalui pembangunan flyover dan underpass di sejumlah daerah.
Beberapa proyek yang telah dibangun antara lain:
Flyover Kretek sepanjang 788,5 meter pada 2017,
Flyover Kesapi sepanjang 446,5 meter pada 2017,
Flyover Kelonengan di Jawa Tengah sepanjang 760 meter pada 2017,
Flyover Dermoleng sepanjang 617,5 meter pada 2017,
Underpass Karangsawah sepanjang 850 meter pada 2018,
serta Flyover Pathegalung sepanjang 882,5 meter pada 2022.
Diana menilai, pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan mengurangi titik konflik antara lalu lintas kendaraan dengan perjalanan kereta api demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
sumber
Ga bisa lo sama rata ditiap daerah lah, pasti ada perbedaan.
Ini KPK harus mantau PU juga nih, ga beres hitung2an nya...
Suhaiela Bahfein, Hilda B Alexander
Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti mengungkap biaya penanganan pelintasan sebidang kereta api di jalan nasional dapat mencapai Rp 400 juta per meter.
Hal itu disampaikan Diana dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Menurut Diana, pemerintah masih memiliki 136 titik pelintasan sebidang di jalan nasional yang perlu ditangani lebih lanjut melalui pembangunan flyover maupun underpass.
“Estimasi biaya untuk penanganan 136 lokasi tersebut mencapai sekitar Rp 30 triliun,” ujar Diana.
Dia menjelaskan rata-rata kebutuhan biaya konstruksi berada di kisaran Rp 350 juta hingga Rp 400 juta per meter.
Diana mengatakan, saat ini terdapat 184 lokasi pelintasan sebidang yang berada di bawah kewenangan nasional.
Namun dari jumlah tersebut, baru 48 lokasi yang telah ditangani pemerintah.
136 Lokasi Tersebar di 7 Provinsi
Adapun 136 lokasi yang belum ditangani tersebar di tujuh provinsi, yaitu:
Sumatera Utara sebanyak 27 lokasi,
Sumatera Barat tujuh lokasi,
Sumatera Selatan 18 lokasi,
Banten delapan lokasi,
Jawa Barat 13 lokasi,
Jawa Tengah 16 lokasi,
Jawa Timur 47 lokasi.
Menurut Diana, besarnya kebutuhan anggaran membuat pemerintah harus menyusun prioritas penanganan secara bertahap.
“Prioritas penanganan perlu disusun secara cermat berdasarkan risiko keselamatannya, kebutuhan konstruksinya, dan juga kesiapan pembebasan lahannya,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Diana juga menjelaskan Kementerian PU telah memiliki pengalaman menangani perlintasan sebidang melalui pembangunan flyover dan underpass di sejumlah daerah.
Beberapa proyek yang telah dibangun antara lain:
Flyover Kretek sepanjang 788,5 meter pada 2017,
Flyover Kesapi sepanjang 446,5 meter pada 2017,
Flyover Kelonengan di Jawa Tengah sepanjang 760 meter pada 2017,
Flyover Dermoleng sepanjang 617,5 meter pada 2017,
Underpass Karangsawah sepanjang 850 meter pada 2018,
serta Flyover Pathegalung sepanjang 882,5 meter pada 2022.
Diana menilai, pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan mengurangi titik konflik antara lalu lintas kendaraan dengan perjalanan kereta api demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
sumber
Quote:
Quote:
Ga bisa lo sama rata ditiap daerah lah, pasti ada perbedaan.
Ini KPK harus mantau PU juga nih, ga beres hitung2an nya...

superman313 memberi reputasi
1
87
2
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan