Kaskus

Story

rizma008Avatar border
TS
rizma008
Misteri Gunung Bengkung Bab 2
Misteri gunung bengkung hanyalah cerita fiksi.
Misteri Gunung Bengkung Bab 2
BAB 2: Barisan Bayangan Tanpa Kepala
Kegelapan malam telah jatuh sepenuhnya seperti tirai hitam yang berat, memaksa kelima remaja itu untuk menghentikan perjalanan dan mendirikan dua tenda darurat di area kliring, hanya beberapa meter dari batu melengkung mengerikan tersebut. Mencoba melanjutkan perjalanan dalam kondisi kabut pekat dan medan yang tidak dikenal adalah tindakan bunuh diri. Malam kian larut, dan suasana magis di Gunung Bengkung semakin berlipat ganda. Udara malam terasa sangat berat, seolah-olah ruang di sekitar mereka dipenuhi oleh tekanan tak kasat mata. Sekitar pukul satu dini hari, saat semua orang mencoba memejamkan mata di dalam kantong tidur mereka, sebuah suara aneh mulai terdengar dari kejauhan lereng bawah.
Srak... srak... clank... srak...
Bukan suara langkah kaki hewan liar, melainkan suara langkah kaki yang seragam dan berirama tegas. Itu adalah derap sepatu laras berat milik sepasukan orang yang berjalan berbaris di atas dedaunan kering. Yang membuat bulu kuduk semakin meremang adalah suara pengiringnya: bunyi gemerincing besi tua yang beradu, seperti rantai penyeret atau bilah-bilah senjata tajam yang saling bergesekan. Bayu, yang malam itu tidak bisa tidur karena perasaan cemas yang terus berkecamuk, memberanikan diri membuka sedikit ritsleting pintu tenda. Dengan tangan yang gemetar hebat, ia mengarahkan senter sakunya ke arah semak-semak gelap di luar.
"Siapa di luar?! Tolong jangan bercanda ya! Kami cuma pendaki!" teriak Bayu dengan suara yang serak karena ketakutan yang teramat sangat.
Namun, tidak ada jawaban verbal yang terdengar. Sebagai gantinya, kabut di depan tenda perlahan-lahan membelah, memunculkan kepulan asap hitam pekat yang baunya seperti belerang terbakar. Dari dalam kepulan asap hitam tersebut, satu per satu muncul sosok manusia yang berjalan berbaris rapi. Jantung Bayu serasa berhenti berdetak dan seluruh tubuhnya langsung kaku tak bisa digerakkan. Sosok-sosok itu mengenakan pakaian kain lusuh berwarna hijau tua dan kecokelatan yang compang-camping, sangat mirip dengan seragam gerombolan pemberontak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, kengerian yang sesungguhnya ada pada fisik mereka: tidak satu pun dari sosok-sosok tersebut yang memiliki kepala di atas pundak mereka.
Leher mereka yang buntung tampak menghitam dengan bekas potongan yang kasar, meninggalkan rongga kosong yang terus mengeluarkan cairan pekat berbau busuk. Tangan-tangan bayangan hitam itu menyeret golok-golok panjang berkarat di atas permukaan tanah berbatu, menciptakan percikan api kecil keperakan yang menerangi kegelapan hutan secara berkala. Di barisan paling belakang, suasana menjadi kian mencekam. Melayang di udara, lima buah kepala manusia dengan rambut acak-acakan dan wajah yang dipenuhi luka siksaan. Mata kepala-kepala itu melotot merah menyala, memancarkan kebencian murni yang tak padam oleh waktu. Kepala-kepala itu berputar di udara, lalu secara serentak mengarahkan pandangan kosong mereka tepat ke arah tenda tempat kelima remaja itu berada. Salah satu kepala yang rahangnya sudah miring membuka mulutnya yang robek, mengeluarkan suara bisikan parau yang bergema di udara malam: "Ada tahanan baru... tangkap mereka... bawa semuanya ke goa..."

Bagai mana nasib bayu dan kawan kawan selanjut nya ..

0
59
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan