Rabu, 20 Mei 2026 09:00 AM
Anies Kritik Keras Rezim Prabowo Imbas Rupiah Terjerembab Paling Buruk Sepanjang Sejarah
Ridwan Marzuki-Nasional

Ilustrasi Prabowo memegang rupiah di depan warga desa. (DOK. FAJAR)
HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Kondisi ekonomi makin mengguncang. Pemerintah pun terlihat gagap menyikapi dan tak punya terobosan solusi.
Konflik Timur Tengah, krisis energi, kenaikan harga-harga, dan kemarau gozila yang segera datang, akan bersatu menjadi penghantam besar bagi perekonomian.
Anies R Baswedan yang juga mantan Rektor Paramadina mengatakan situasi ini sangat riskan jika tidak disikapi dengan tepat dan terarah. Ini berdampak pada hajat hidup orang banyak.
“Saya mengikuti dengan apa yang terjadi di negeri ini. Dan kondisinya tidak baik-baik saja,” beber Anies dalam unggahan video, Selasa, 20 Mei 2026.
Badai ekonomi bakal terjadi karena hantaman banyak hal. Misalnya, ilmuwan sudah mengingatkan el nino terkuat dalam sejarah pengamatan, sudah ada di depan mata.
“Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah. Harga-harga naik. Kesempatan kerja menyempit, daya beli rumah tangga melemah, tabungan tergerus,” sambung mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Saat kondisi di bawa tidak baik-baik saja, pemerintah justru mempersempit fiskal daerah. Mereka menggaungkan efisiensi, namun yang boros justru di level atas alias pemerintah pusat.
Jika ini dibiarkan, kondisinya akan makin parah. Pemerintah mesti menciptakan kepastian demi meyakinkan pasar. Sekadar diketahui, penurunan tajam rupiah terhadap dolar AS terjadi sejak April lalu. Puncaknya pada Sabtu lalu, kemudian terus berlanjut hingga kini. Bahkan telah menyentuh Rp17.700 per USD. (*)