- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Drone Bawah Laut China Masuk RI, TNI AL Soroti Lemahnya Pengawasan!
1/1
TS
taritali
Drone Bawah Laut China Masuk RI, TNI AL Soroti Lemahnya Pengawasan!
TNI Angkatan Laut mengakui pengawasan bawah laut Indonesia atau underwater surveillance masih belum maksimal.
Hal ini disampaikan setelah ditemukannya drone bawah air milik China yang disebut bisa masuk hingga perairan Selat Lombok, NTB.
KSAL Laksamana Muhammad Ali mengatakan, pengawasan bawah laut membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar.
Drone yang ditemukan disebut bukan jenis UAV militer untuk tempur atau pengintaian langsung, melainkan UUV atau drone bawah air yang lebih sederhana.
Menurut TNI AL, alat tersebut biasa digunakan untuk riset, seperti mengukur salinitas, kedalaman, kekuatan arus, dan kecepatan arus.
Namun, alat seperti ini tetap bisa berpotensi digunakan untuk kepentingan militer, terutama untuk mengumpulkan data bawah laut yang berguna bagi pergerakan kapal selam agar lebih sulit terdeteksi sonar.
Yang menjadi perhatian, drone tersebut ditemukan dekat jalur ALKI, yaitu jalur pelayaran internasional di wilayah Indonesia.
TNI AL menduga alat seperti ini bisa saja dilepaskan oleh kapal asing yang melintas dengan tujuan tertentu.
Saat ini, TNI AL bekerja sama dengan BRIN untuk meneliti drone tersebut. Seluruh alat telah dibawa ke BRIN untuk diperiksa lebih lanjut, termasuk kemungkinan dilakukan peniruan atau reverse engineering.
Sumber: Bloomberg
Hal ini disampaikan setelah ditemukannya drone bawah air milik China yang disebut bisa masuk hingga perairan Selat Lombok, NTB.
KSAL Laksamana Muhammad Ali mengatakan, pengawasan bawah laut membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar.
Drone yang ditemukan disebut bukan jenis UAV militer untuk tempur atau pengintaian langsung, melainkan UUV atau drone bawah air yang lebih sederhana.
Menurut TNI AL, alat tersebut biasa digunakan untuk riset, seperti mengukur salinitas, kedalaman, kekuatan arus, dan kecepatan arus.
Namun, alat seperti ini tetap bisa berpotensi digunakan untuk kepentingan militer, terutama untuk mengumpulkan data bawah laut yang berguna bagi pergerakan kapal selam agar lebih sulit terdeteksi sonar.
Yang menjadi perhatian, drone tersebut ditemukan dekat jalur ALKI, yaitu jalur pelayaran internasional di wilayah Indonesia.
TNI AL menduga alat seperti ini bisa saja dilepaskan oleh kapal asing yang melintas dengan tujuan tertentu.
Saat ini, TNI AL bekerja sama dengan BRIN untuk meneliti drone tersebut. Seluruh alat telah dibawa ke BRIN untuk diperiksa lebih lanjut, termasuk kemungkinan dilakukan peniruan atau reverse engineering.
Sumber: Bloomberg
jpnnberita memberi reputasi
1
48
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan
