- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Pemerintah Gandeng TNI dan BRIN untuk Konversi Sampah Jadi BBM
TS
aleksandronesta
Pemerintah Gandeng TNI dan BRIN untuk Konversi Sampah Jadi BBM
Quote:
Pemerintah Gandeng TNI dan BRIN untuk Konversi Sampah Jadi BBM
Pemerintah Gandeng TNI dan BRIN untuk Konversi Sampah Jadi BBM
🕒19 Mei 2026 15.15👁2 dibaca
Arief Nugroho Santoso
Author
-+

Daftar Isi
Tampilkan
Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah inovatif untuk menangani masalah tumpukan sampah yang kian menggunung di berbagai daerah. Rencana besar ini melibatkan pengolahan limbah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk dikonversi menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi. Pemerintah menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kementerian terkait, serta TNI dalam pelaksanaannya.
Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menyebutkan bahwa teknologi utama yang akan digunakan berasal dari BRIN dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pernyataan tersebut disampaikan saat pertemuan di Jakarta pada Selasa (19/5/2026).
Transformasi Pengelolaan Sampah Nasional
Upaya mengubah sampah menjadi bahan bakar ini menjadi bagian dari transformasi besar dalam strategi pengelolaan sampah di Indonesia. Sebelumnya, fokus utama pemerintah adalah mengubah limbah menjadi sumber energi listrik atau PSEL.
Kini arah kebijakan mulai bergeser dengan mengoptimalkan teknologi pirolisis untuk menghasilkan BBM dari material organik. Teknologi ini bekerja dengan cara mengurai bahan melalui proses pemanasan pada suhu yang sangat tinggi.
Pemerintah telah memetakan beberapa titik strategis yang akan menjadi lokasi awal implementasi proyek ini. Setidaknya ada enam wilayah di Indonesia yang masuk dalam daftar prioritas pengembangan.
Daftar wilayah yang diproyeksikan menjadi lokasi pengolahan sampah menjadi BBM:
Bantargebang yang berlokasi di Bekasi.
Wilayah Bandung dan sekitarnya.
Provinsi Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama.
Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada tingkat urgensi penanganan sampah dan ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai di wilayah tersebut.
Perbedaan PSEL dan Proyek BBM Pirolisis
Zulhas menekankan adanya perbedaan mendasar antara proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan proyek BBM ini. Perbedaan tersebut terletak pada jenis bahan baku sampah yang digunakan dalam proses produksinya.
Proyek PSEL umumnya memanfaatkan sampah baru yang masuk setiap hari ke area pembuangan. Sementara itu, teknologi pirolisis akan difokuskan untuk mengolah timbunan sampah lama yang sudah mengeras dan menumpuk bertahun-tahun.
Kondisi tumpukan sampah di beberapa TPA besar saat ini sudah sangat memprihatinkan karena mencapai ketinggian yang ekstrem. Sebagai gambaran, gunungan sampah di Bantargebang disebut-sebut telah setinggi gedung berlantai 16.
Melalui inovasi pirolisis ini, tumpukan sampah raksasa yang selama ini menjadi beban lingkungan diharapkan bisa segera teratasi. Hasil akhirnya tidak hanya mengurangi polusi, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa ketersediaan bahan bakar alternatif.
Lho bukannya Bobibos tinggal disahkan

0
47
Kutip
0
Balasan
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan