Amran Blak-blakan Kedelai Belum Swasembada, Impor 2,4 Juta Ton
Mentan menyebut kedelai masih tertinggal jauh dibanding komoditas pertanian lainnya, dengan nilai impor yang tinggi.
Nanda Aria
Terbit 18 May 2026 13:36 WIB,
Diperbarui 19 May 2026 00:24 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/bar
tirto.id - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengakui bahwa swasembada kedelai masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah. Di tengah keberhasilan pengelolaan pangan beras, komoditas kedelai dinilai masih tertinggal jauh dengan tingkat ketergantungan impor yang tinggi.
"Beras, pangan selesai. Kalau kedelai itu belum. Jauh. Kita impor 2,4 juta ton dari kebutuhan total 2,6-2,7 juta ton. Ini yang paling jauh," ujar Amran saat panen raya kedelai di Nganjuk, Jawa Timur, dikutip Senin (18/5/2026).
Untuk mengejar target produksi, Amran menekankan komitmennya menggandeng berbagai pihak, termasuk TNI AL dan pemerintah daerah. Ia optimistis target jangka panjang bisa tercapai berkat dukungan Panglima TNI.
"Pak Kasal, Pak Panglima luar biasa mensupport. Aku yakin ini bisa selesai," ucapnya.
Amran bahkan memasang target untuk memutus ketergantungan Indonesia pada impor. Dalam tiga tahun ke depan, jika mampu menanam kedelai di lahan seluas 1 juta hektare, hasilnya bukan hanya swasembada, melainkan bisa tembus ekspor.
"Kita tanam 1 juta hektare, itu bukan swasembada tapi ekspor. Dan pasti bisa, asal kita kolaborasi," tambahnya.
Amran menjamin kesiapan anggaran secara langsung. Para bupati dan Pangdam diminta tak ragu karena pemerintah pusat akan menanggung biaya irigasi, pompa air, hingga penyediaan bibit unggul.
"Pompanya kami tanggung, anggarannya kami tanggung. Keahliannya anggota Bapak (TNI) bibit kalau perlu kami kasih. Kami langsung penuhi anggarannya, enggak masalah. Irigasi kita selesaikan," tutur Amran.