Usai Rapat 2 Jam dengan Prabowo, Bos BI soal Rupiah: Yakin Stabil!
Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Selasa, 19/05/2026 08:35 WIB

Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat tiba di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terkait ekonomi bersama beberapa menteri dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/5/2026). Adapun, rapat ini berlangsung dua jam dan membahas mengenai kondisi terkini ekonomi RI, termasuk soal nilai tukar rupiah.
Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, para menteri sudah mulai tiba di kawasan Istana sekitar pukul 16.00 WIB. Lalu, rapat berlangsung hingga pukul 18.21 WIB.
Perry ketika ditanya oleh pewarta di istana soal rupiah, dia hanya memberikan jawaban singkat.
"Yakin stabil," kata Perry usai rapat dengan Presiden, seraya masuk ke mobilnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun mengungkapkan rencana jajarannya untuk mengaktifkan Bond Stabilitaion Fund (BSF) untuk membantu dalam hal stabilitasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Intervensi ini dilakukan pada pasar obligasi demi menjaga tingkat imbal hasil atau yield yang kompetitif.
Cara menjaga yield ini ialah dengan memanfaatkan dana BSF yang dikumpulkan untuk membeli SBN atau surat utang yang dilepas asing. Kebijakan ini tidak perlu berkoordinasi dengan BI ataupun OJK dalam forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan pada tahap awal rencananya mengandalkan kas negara.
Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, alokasi anggaran yang disiapkan untuk menjalankan skema ini sebesar Rp 2 triliun per hari.
"Ah pengen tahu aja. Saya minta masuk Rp 2 triliun setiap hari," kata Purbaya.
Purbaya bahwa APBN masih memiliki ruang untuk melakukan cash management, sehingga bisa mengalokasikan anggaran untuk skema ini. Selain itu dia juga menegaskan dana yang diinvestasikan pemerintah itu tidak akan mengalami kerugian.
Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membenarkan adanya paket kebijakan yang disiapkan. Dia pun mengatakan pembahasan yang dilakukan bersama Presiden masih dalam tahap pematangan, sehingga belum mau diumumkan.
"Masih dimatangkan, nanti sesudahnya baru kita beritahukan. Nanti," kata Airlangga.
Original Posted By BataMenor►aaah i see .. ternyata begini caranya wowo ngisi cash org2 desa
cakep ini bisa nahan guncangan kalo harga2 naik pun
bener berarti bukan omon2 yg purbaya bilang masyarakat udah pegang duit. sektor riil bener2 di anak emaskan. harusnya dr dulu begini
sektor halu kaya saham dibiarin terjun bebas buat ngusir setan2 penumpang gelap saham. detox istilahnya
ada yg sektor yg diangkat ada yg dibanting
yg sampah2 pastinya yg dibanting kaya bursa saham
multitasking ini. good

: