- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Rupiah Semakin Terpuruk, Sentuh Rp 17.704 Per Dolar AS
TS
putraFH
Rupiah Semakin Terpuruk, Sentuh Rp 17.704 Per Dolar AS
Jakarta, Beritasatu.com - Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (19/5/2026) hingga menyentuh Rp 17.700 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat melemah 36 poin atau 0,20% ke posisi Rp 17.704 per dolar AS pada pukul 09.25 WIB. Pelemahan tersebut melanjutkan tekanan yang sudah terjadi sehari sebelumnya.
Pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026), rupiah juga ditutup melemah ke level Rp 17.668 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring penguatan dolar AS di pasar global. Mata uang Negeri Paman Sam mendapat dorongan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan menunda rencana serangan terhadap Iran guna membuka ruang negosiasi.
Meredanya kekhawatiran eskalasi konflik Timur Tengah membuat pasar obligasi mulai stabil setelah mengalami aksi jual dalam dua hari terakhir.
Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia tercatat berada di level 99,026. Posisi tersebut menunjukkan dolar kembali menarik minat investor setelah sebelumnya sempat turun 0,3%.
Tekanan dolar AS juga dirasakan mayoritas mata uang Asia. Yen Jepang melemah dengan USD/JPY turun 0,09% ke level 158,96. Won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam setelah USD/KRW melonjak 0,62% ke posisi 1.502,56.
Namun, beberapa mata uang Asia masih mampu mencatat penguatan tipis. Yuan China menguat 0,03%, ringgit Malaysia naik 0,01%, sedangkan peso Filipina menguat 0,04% terhadap dolar AS.
https://www.beritasatu.com/ekonomi/2...4-per-dolar-as
Harga oli udah naik 8 ribu

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat melemah 36 poin atau 0,20% ke posisi Rp 17.704 per dolar AS pada pukul 09.25 WIB. Pelemahan tersebut melanjutkan tekanan yang sudah terjadi sehari sebelumnya.
Pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026), rupiah juga ditutup melemah ke level Rp 17.668 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring penguatan dolar AS di pasar global. Mata uang Negeri Paman Sam mendapat dorongan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan menunda rencana serangan terhadap Iran guna membuka ruang negosiasi.
Meredanya kekhawatiran eskalasi konflik Timur Tengah membuat pasar obligasi mulai stabil setelah mengalami aksi jual dalam dua hari terakhir.
Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia tercatat berada di level 99,026. Posisi tersebut menunjukkan dolar kembali menarik minat investor setelah sebelumnya sempat turun 0,3%.
Tekanan dolar AS juga dirasakan mayoritas mata uang Asia. Yen Jepang melemah dengan USD/JPY turun 0,09% ke level 158,96. Won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam setelah USD/KRW melonjak 0,62% ke posisi 1.502,56.
Namun, beberapa mata uang Asia masih mampu mencatat penguatan tipis. Yuan China menguat 0,03%, ringgit Malaysia naik 0,01%, sedangkan peso Filipina menguat 0,04% terhadap dolar AS.
https://www.beritasatu.com/ekonomi/2...4-per-dolar-as
Harga oli udah naik 8 ribu

jpnnberita dan saya.palsu memberi reputasi
2
797
25
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan