- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Mengapa Banyak Orang Ambon di Belanda? Ini Dia Jawabannya!
TS
aurora..
Mengapa Banyak Orang Ambon di Belanda? Ini Dia Jawabannya!

Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat siang GanSist semuanya!

Kalau mendengar nama-nama seperti Daniel Sahuleka, Jeffrey Leiwakabessy, atau keluarga bermarga Latumahina dan Pattinama di Belanda, mungkin banyak yang bertanya-tanya, kok bisa ya, banyak orang Ambon atau Maluku tinggal di Belanda?
Pertanyaan ini sebenarnya punya jawaban sejarah yang sangat panjang dan menarik. Fenomena banyaknya komunitas Maluku di Belanda bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan berkaitan erat dengan sejarah kolonial Belanda di Indonesia, keberadaan tentara KNIL, hingga konflik politik setelah Indonesia merdeka.
Thread ini akan membahas sejarah tersebut dengan sumber ilmiah dan referensi terpercaya.
Silakan menyimak!
Quote:
Hubungan Maluku dan Belanda Sudah Terjalin Ratusan Tahun
Hubungan masyarakat Maluku dengan Belanda sudah dimulai sejak masa VOC pada abad ke-17. Saat itu, Maluku menjadi wilayah yang sangat penting karena merupakan pusat perdagangan rempah-rempah dunia, terutama cengkeh dan pala.
Belanda membangun hubungan politik, ekonomi, dan militer yang cukup kuat dengan masyarakat Maluku. Dalam prosesnya, sebagian masyarakat Ambon dan wilayah Maluku lainnya menjadi lebih dekat dengan administrasi kolonial dibandingkan banyak daerah lain di Nusantara.
Salah satu dampak paling besar dari hubungan tersebut adalah perekrutan orang Maluku ke dalam KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger), yaitu tentara kerajaan Hindia Belanda.
Quote:
Mengapa Banyak Orang Ambon Direkrut Menjadi Tentara KNIL?
Pada masa kolonial, Belanda cukup banyak merekrut orang Maluku sebagai tentara. Bahkan, orang Ambon sering dianggap sebagai salah satu kelompok paling loyal terhadap pemerintah kolonial.
Ada beberapa alasan mengapa Belanda banyak merekrut masyarakat Maluku:
a) Faktor agama
Sebagian besar masyarakat Ambon saat itu beragama Kristen Protestan akibat pengaruh penginjil Belanda. Hal ini membuat pemerintah kolonial merasa mereka lebih “dekat” secara budaya.
b) Tradisi militer
Banyak keluarga Maluku memiliki tradisi turun-temurun menjadi anggota KNIL. Profesi tentara dianggap sebagai pekerjaan yang terhormat.
c) Reputasi disiplin
Pemerintah kolonial menilai tentara asal Maluku memiliki disiplin dan kemampuan tempur yang baik.
Akibatnya, jumlah prajurit KNIL asal Maluku menjadi sangat besar. Banyak dari mereka ditempatkan di berbagai wilayah Hindia Belanda.
Quote:
Situasi Berubah Setelah Indonesia Merdeka
Masalah mulai muncul setelah Indonesia merdeka. Pada tahun 1949, Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia melalui Konferensi Meja Bundar. Setelah itu, KNIL dibubarkan.
Nah, di sinilah muncul persoalan besar.
Para tentara KNIL asal Maluku mengalami dilema, apakah harus bergabung dengan tentara Indonesia, atau tetap setia kepada Belanda.
Situasi semakin rumit ketika pada tahun 1950 muncul gerakan Republik Maluku Selatan (RMS), yaitu gerakan separatis yang ingin mendirikan negara sendiri di Maluku Selatan.
Sebagian tentara KNIL asal Maluku dianggap berhubungan dengan RMS. Karena kondisi politik saat itu sangat panas, banyak keluarga Maluku merasa tidak aman bila tetap tinggal di Indonesia.
Quote:
Ribuan Orang Maluku Dipindahkan ke Belanda
Pada tahun 1951, pemerintah Belanda membawa sekitar 12.500 orang Maluku ke Belanda. Mereka terdiri dari mantan tentara KNIL, istri, anak-anak, dan anggota keluarga lainnya.
Yang menarik, sebagian besar dari mereka sebenarnya mengira kepindahan itu hanya sementara.
Mereka berharap suatu saat bisa kembali ke Maluku setelah kondisi politik membaik. Namun kenyataannya berbeda.
Sesampainya di Belanda, mereka justru tinggal bertahun-tahun di kamp-kamp penampungan dan bekas barak perang.
Bahkan, pada awal kedatangan mereka, pemerintah Belanda tidak benar-benar mempersiapkan integrasi sosial yang baik. Banyak komunitas Maluku hidup dalam keterasingan dan kesulitan ekonomi.
Quote:
Komunitas Maluku Mulai Tumbuh di Belanda
Walaupun menghadapi banyak kesulitan, komunitas Maluku di Belanda perlahan berkembang. Mereka mulai membangun komunitas budaya, gereja, organisasi sosial, kelompok musik, hingga pusat kegiatan masyarakat.
Identitas sebagai “orang Maluku” tetap dipertahankan dengan kuat.
Hal ini terlihat dari penggunaan marga keluarga, tradisi musik, makanan khas, hingga penggunaan bahasa daerah di lingkungan keluarga.
Sampai sekarang, nama-nama khas Maluku masih sangat mudah ditemukan di Belanda, misalnya Leiwakabessy, Sahuleka, Pattinama, Manusama, Latumahina, Lawalata, dan lain-lain.
Quote:
Banyak Tokoh Belanda Berdarah Ambon
Karena komunitas Maluku sudah berkembang selama beberapa generasi di Belanda, muncullah banyak tokoh terkenal keturunan Ambon atau Maluku.
Daniel Sahuleka
Daniel Sahuleka adalah penyanyi terkenal berdarah Maluku yang populer lewat lagu You Make My World So Colourful. Musiknya terkenal di Eropa, termasuk Indonesia.
Jeffrey Leiwakabessy
Jeffrey Leiwakabessy merupakan mantan pemain sepak bola Belanda keturunan Maluku yang pernah bermain di Eredivisie.
Selain itu, banyak juga musisi, atlet, presenter, hingga politisi Belanda yang memiliki darah Maluku.
Komunitas Maluku bahkan dianggap memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan musik pop dan soul di Belanda.
Quote:
Ada Juga Masa Kelam dalam Sejarahnya
Walaupun sekarang komunitas Maluku di Belanda cukup sukses, sejarah mereka juga memiliki sisi kelam.
Pada tahun 1970-an, sebagian pemuda Maluku di Belanda merasa kecewa terhadap pemerintah Belanda karena dianggap mengabaikan janji politik terkait RMS.
Kekecewaan itu memicu beberapa aksi radikal, termasuk penyanderaan, pembajakan kereta, dan aksi kekerasan politik.
Peristiwa tersebut sempat mengguncang Belanda dan menjadi bagian kontroversial dalam sejarah diaspora Maluku.
Namun, seiring waktu, konflik itu mereda. Generasi muda Maluku-Belanda kini lebih fokus pada pendidikan, seni, budaya, dan kehidupan profesional.
Quote:
Mengapa Fenomena Ini Menarik?
Komunitas Maluku di Belanda adalah contoh unik bagaimana sejarah kolonial bisa membentuk diaspora besar di negara lain. Mereka bukan sekadar imigran biasa, melainkan komunitas dengan sejarah militer, identitas budaya kuat, dan hubungan emosional yang rumit dengan Indonesia maupun Belanda. Bahkan, sampai sekarang, banyak generasi muda Maluku-Belanda yang mulai mencari kembali akar budaya mereka dengan mengunjungi Ambon dan wilayah Maluku lainnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sejarah kolonial tidak benar-benar selesai begitu sebuah negara merdeka. Dampaknya bisa berlangsung sampai beberapa generasi.
Quote:
PENUTUP
Jadi GanSist, alasan mengapa banyak orang Ambon atau Maluku berada di Belanda ternyata berakar dari sejarah panjang kolonialisme Belanda, keberadaan tentara KNIL, pembubaran KNIL setelah Indonesia merdeka, serta perpindahan besar-besaran masyarakat Maluku ke Belanda pada tahun 1951.
Dari perpindahan yang awalnya dianggap sementara, akhirnya terbentuk komunitas diaspora Maluku yang besar dan berpengaruh di Belanda hingga sekarang.
Oleh karena itulah, nama-nama seperti Sahuleka, Leiwakabessy, atau Latumahina bukan hal asing di Belanda. Mereka adalah bagian dari jejak sejarah panjang hubungan Indonesia dan Belanda.
Kalau menurut GanSist, apakah sejarah diaspora seperti ini perlu lebih banyak diajarkan di sekolah Indonesia?

Quote:
SUMBER
Aisyah, N. K. (2010). Mengkonstruksi identitas diaspora Maluku di Negeri Belanda. Masyarakat Indonesia, 36(1), 45–62.
Adryamarthanino, V., & Indriawati, T. (2022, September 23). Penyebab terjadinya pemberontakan RMS. Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/20...berontakan-rms
Chauvel, R. (1990). Nationalists, soldiers and separatists: The Ambonese islands from colonialism to revolt, 1880–1950. Leiden, Netherlands: KITLV Press.
Steijlen, F. (1996). RMS: Dari idealisme ke pengkhianatan? Orang Maluku di Belanda 1951–1994. Amsterdam, Netherlands: Suid Moluccas Historisch Museum.
Tahitu, J. (2018). Diaspora Maluku di Belanda dan identitas budaya generasi muda. Jurnal Kajian Wilayah, 9(2), 101–118.
Concertzender. (2011). Musica Maluku! Diperoleh dari: https://www.concertzender.nl/program...amorfosen-469/
ANTARA News. (2017, August 22). Penyanyi legendaris Daniel Sahuleka meriahkan Bintang Radio 2017. ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/64...ang-radio-2017
@pabuaranwetan @sahabat.006 @kakekane.cell
jpnnberita dan 2 lainnya memberi reputasi
3
162
Kutip
7
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan