- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Uji B50 di Tambang Dinilai Berjalan Stabil, Ini Hasilnya
TS
aleksandronesta
Uji B50 di Tambang Dinilai Berjalan Stabil, Ini Hasilnya
Quote:
Uji B50 di Tambang Dinilai Berjalan Stabil, Ini Hasilnya
Jumat, 15 Mei 2026 • 16:00:00 WIB
Ahmad Dwiantoro

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi. (Dok: ist)
Ukuran teks
A-AA+
Transportasimedia.com | Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengungkapkan bahwa hasil uji coba penggunaan biodiesel B50 pada sektor alat berat pertambangan menunjukkan kinerja yang stabil tanpa gangguan signifikan. Hal tersebut ia ungkapkan di Jakarta, dikutip pada Jumat, (15/05/2026).
Dalam keterangannya, Eniya menjelaskan bahwa pengujian B50 yang masih berlangsung memperlihatkan performa operasional dan teknis yang baik pada mesin diesel di sektor pertambangan. Secara tidak langsung, hasil tersebut menunjukkan bahwa biodiesel memiliki potensi untuk mendukung operasional industri dengan karakteristik beban kerja tinggi.
“Secara umum, hasil sementara uji penggunaan B50 pada mesin diesel di sektor pertambangan menunjukkan performa yang stabil dan tidak ditemukan gangguan signifikan pada mesin. Ini menjadi indikasi positif bahwa biodiesel dapat diandalkan untuk mendukung operasional sektor industri,” ujarnya.
Pengujian tersebut dilakukan secara menyeluruh dengan mencakup aspek kualitas bahan bakar, performa mesin, ketahanan operasional, hingga stabilitas penyimpanan. Hingga akhir Maret 2026, uji ketahanan dinamis telah mencapai lebih dari 900 jam operasional tanpa indikasi gangguan yang disebabkan oleh kualitas bahan bakar.
Dari sisi pelaku usaha, hasil pengujian di lapangan menunjukkan tren yang serupa. General Manager Plant PT Harmoni Panca Utama, Rochman Alamsjah menyampaikan bahwa perusahaan telah melakukan pengujian dengan membandingkan penggunaan B40 dan B50 pada unit alat berat.
“Saat ini kita sudah running kurang lebih 1000 jam dengan membandingkan performa dua unit HD785 Komatsu yang satu mengkonsumsi B40 dan yang lainnya mengkonsumsi B50. Sejauh ini hingga mendekati hour meter 1000 jam performa mesin tidak menjadi masalah meskipun ada beberapa catatan kecil berupa konsumsi bahan bakar masih fluktuasi lebih tinggi 1-3% untuk B50,” ujar Rochman.
Ia menambahkan bahwa tidak terdapat kendala berarti selama pengujian berlangsung, meskipun terdapat peningkatan konsumsi bahan bakar pada B50 dibandingkan B40. Menurutnya, peningkatan tersebut masih berada dalam batas yang dapat diterima secara operasional.
Secara umum, hasil pengujian menunjukkan bahwa bahan bakar B50 telah memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan, termasuk parameter kandungan air, stabilitas oksidasi, serta kandungan Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Hal ini menunjukkan kesiapan teknis B50 untuk digunakan pada sektor non-otomotif, termasuk pertambangan.
Dari sisi operasional, penggunaan B50 tercatat meningkatkan konsumsi bahan bakar sekitar 3,12 persen dibandingkan B40. Namun demikian, peningkatan tersebut tidak berdampak signifikan terhadap produktivitas alat berat sehingga penggunaan B50 dinilai masih layak diterapkan.
Sebagai bagian dari kebijakan mandatori biodiesel nasional, B50 merupakan bahan bakar campuran yang terdiri dari 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati dan 50 persen solar. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.
Pengembangan B50 juga melanjutkan implementasi program biodiesel sebelumnya hingga B40 yang telah diterapkan secara nasional sejak awal 2025. Program tersebut dinilai berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, penghematan devisa, serta peningkatan pemanfaatan minyak sawit domestik.
“Pengembangan B50 menjadi langkah penting dalam mendorong kemandirian energi nasional. Dengan memanfaatkan sumber daya domestik, kita tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” tutur Eniya.
Ke depan, pemerintah akan melanjutkan pengujian B50 pada berbagai sektor lain, termasuk transportasi, pembangkit listrik, perkeretaapian, dan alat mesin pertanian. Hasil pengujian tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan standar teknis implementasi B50 secara nasional.
Eniya menegaskan bahwa pengembangan biodiesel hingga B50 merupakan bagian dari transformasi sistem energi nasional menuju sistem yang lebih berkelanjutan dan berbasis sumber daya domestik. (*)
Patenkan n lirik yang lain kyk Bobibos
satriaberkudis memberi reputasi
1
43
Kutip
0
Balasan
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan