- Beranda
- Komunitas
- Story
- Stories from the Heart
Mencari Arti Cinta (Based On True Story)
TS
sikurusss
Mencari Arti Cinta (Based On True Story)

Quote:
Play dulu ini gan and sis 

~ 00 Prolog ~
Di sebuah taman kita berdua duduk di kursi tepi kolam, sambil memandang lurus kedepan terlihat pemandangan yang cukup menawan. Gunung yang terselimuti awan nampak di ujung pandangan kami, pandangan kita berdua sama tapi aku tidak yakin isi pikiranku sama dengan dia.
Aku menghirup nafas dalam, lalu mengeluarkannya perlahan.
Perlahan mulut ini bergerak kecil seperti menahan penuh keraguan untuk mengeluarkan sepatah kata, kemudian mengatup lagi merapat saling melekat.
Ku pejamkan mataku sejenak, mengingat kembali niat yang sudah menggebu-gebu datang jauh menemui dirinya. Otak mulai bereaksi memerintahkan sepasang bibir ini tidak bercengkrama setelah mata terbuka. Dan keluarlah nada pelan dengan intonasi kecil terbata-bata
“A aa a,,apakah kita tidak bisa kembali bersama?” kata ku lirih
Dia menoleh ke kiri, menatapku dengan lembut, matanya terpancarkan keyakinan atas kalimat yang akan keluar dari mulutnya.
“Enggak rul, aku gak mau balikan” katanya lembut sambil tersenyum manis setelah melontarkan kalimat hangat tapi menusuk hatiku.
“Enggak sekarang, mungkin nanti? Beberapa bulan nanti atau tahun depan atau suatau saat kapanpun gitu???” kataku yang masih tidak percaya dengan jawabannya.
Dia hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum simpul.
“yakin ?” tegasku ke dia
“iya yakin” jawabnya singkat menoleh ke depan lagi melihat pemandangan kolam dan gunung lagi.
Aku hanya bisa tertunduk dan memejamkan mata. Lama kita membisu dikeramaian taman tersebut.
Dalam hatiku merasakan sesak sangat dalam, sakit, sakit, sakit sekali menerima kenyataan ini.
“Kita gak akan bisa kembali bersama rul. Sampai kapan pun jawabanku akan tetap sama”, Kata dia memecahkan keheningan.
Aku masih terdiam, menutup mata menahan air agar tidak keluar.
“Rul..”, dia menyetuh lenganku seperti memberikanku kekuatan untuk tetap tegar seolah dia tau aku menahan agar tidak menangis.
Dia masih peduli, dia yang paling mengerti aku, dia..dia…kenapa..kenapa tidak bisa….
“Apa karena ada cowok lain? Apa kamu sudah nyaman dengan yang lain?,” tanyaku sambil menoleh ke dia.
“Gak rul, aku gak ada cowok lain”,jawabnya tegas
“Tapi, banyak kan cowok yang deketin kamu?”, jawabku menyela
“mungkin ada yang deketin, tapi aku gak berniat untuk memiliki hubungan hahaha”, jawabnya sambil ketawa singkat
“aku mau fokus skripsi dulu dan lulus kuliah, jadi gak ada niat untuk memiliki hubungan”, tambahnya
“kalau gitu habis lulus, apa kita bisa kembali bersama???,” tanyaku menelisik
“Udah ku bilang, aku gak mau balikan lagi sama kamu sampai kapanpun”, jawabnya datar
“Kenapa? Gimana perasaanmu denganku? Apa karena kesalahanku? Jika karena kesalahanku yang dulu bukankah sudah kamu maafkan? dan aku sudah memperbaiki diriku, dan selama kita break aku menjaga hati lalu kenapa?”, kataku mencerca banyak pertanyaan
“Makasih rul sudah memperbaiki diri, tapi untuk saat ini kita bisa berteman baik, kita pisah baik-baik, jadi sekarang berteman baik saja ya,” Katanya menjelaskan
“Sebenarnya tempat ini, salah satu tempat yang sangat ingin kudatangi denganmu saat dulu kita masih pacaran. Tapi gak nyangka aja kamu tiba-tiba datang jauh-jauh ke sini dan terwujud hahaha tapi sayangnya keadaan kita berbeda sekarang hahaha lucu ya rul, kok bisa ya begitu”, katanya sambil tertawa manis ingin mencairkan suasana
“Ada pertanyaanku yang belum kamu jawab”, timpalku pelan. “Bagaimana perasaanmu?”
Dia diam beberapa menit, lalu menoleh lagi ke arahku.
“Jujur rul, perasaanku masih suka sama kamu”, jawabnya. “tapii, taapiii aku tetep teguh sama jawabanku aku gak mau balikan, suka ya emang suka sih dan aku masih berdebar-debar saat bareng kamu, aku juga bingung dengan perasaanku, aku masih suka kamu tapi aku tidak tahu sedalam apa perasaanku, apakah aku sayang, apakah aku cinta, aku tidak tahu. Aku tidak paham sampai saat ini, yang ku tahu aku suka kamu tapi perasaanku sudah beda dengan yang dulu, aku sudah ragu untuk mengucapkan aku menyayangimu ataupun mencintaimu, aku tidak berani. Yang aku tahu aku sekarang aku ingin menghilangkan semua perasaanku padamu. Jadi kita berteman saja ya, oke?”
Aku masih terdiam, mencerna semua penjelasannya.
“udahlah rul, kita berteman saja kayak dulu, gak buruk juga kok, aku paham perasaanmu tapi coba pikir apa itu arti cinta? Kamu tahu? Sulit dijelaskan kan? Jadi tolong pahami perasaanku juga, jangan paksa aku ya rul”, dia menatapku memelas
Arti cinta? Perasaan sayang terhadap seseorang yang ingin kita jaga, rasa canggung yang berbalut manis dan terkadang menusuk. Itu hanya terlintas di otakku, tak bisa ku ucapkan karena baginya penjelasan seperti itu tampak tak masuk akal. Jadi apa arti cinta baginya?
“Oke, kita berteman saja. Tapi kamu juga tolong mengerti aku bahwa aku cinta kamu, akan kubuktikan sampai kapanpun aku tetap dengan perasaan yang sama walaupun kita hanya berteman, dan suatu saat nanti tiba waktunya ijinkan aku menyatakan perasaanku lagi padamu dengan serius, itu komitmenku,” jawabku mantap
“hahaha rul rul kamu serius? Gak mungkin rul, kita aja dulu deket pacaran ada aja masalah yang bikin renggang dan ragu, apalagi dengan keadaan sekarang dan nantinya?” jawabnya sambil tertawa mengejek
“Mungkin, liat saja nanti, aku serius, aku akan melamarmu, jika saat itu tiba kamu menolakku maka aku akan menyerah,” jawabku meyakinkannya.
“oke kita liat saja nanti”, jawabnya sambil angguk-angguk senyum
“sudah jam segini, keretamu jam dua an kan? Sudah yok ke stasiun aku anter.” katanya sambil berdiri mengajak untuk pergi.
Quote:
Spoiler for INDEX PART:
Spoiler for DENAH:
Diubah oleh sikurusss 05-06-2026 09:56
0
193
8
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan


