Quote:
Prabowo Pamer Danantara Kelola Aset US$ 1.000 M, Arab Saudi-Singapura Lewat
Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Sabtu, 16 Mei 2026 16:30 WIB
BAGIKAN
Komentar

Foto: Presiden Prabowo Subianto Saat Meresmikan 1.061 Kopdes Merah Putih (tangkapan layar YouTube Setpres)
Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia sudah memiliki Sovereign Wealth Fund (SWF), yakni Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Prabowo mengatakan saat ini Danantara mengelola total aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mencapai US$ 1.000 miliar, berada di peringkat keenam dunia.
"Kita punya sekarang dana kedaulatan. Sovereign Wealth Fund. Dana kedaulatan kita mungkin sekarang adalah keenam terbesar di dunia. Aset yang kita kelola sekarang US$ 1.000 miliar, aset yang kita kelola," kata Prabowo dalam peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih seperti dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, total aset yang dikelola ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia, terlebih mengingat Danantara baru berdiri pada 2025. Berbeda dengan SWF lain yang sudah berdiri puluhan tahun lebih awal.
"Kita sekarang kelima, kalau di sini kita kelima terbesar di dunia, baru dibentuk tahun 2025. Abu Dhabi bentuk tahun 1976, Tiongkok 1997, CIC dari Tiongkok juga 2007, Norway 1990, Norway yang paling besar, negara sangat kecil, tabungannya sangat besar. Kita bahkan di atas Qatar, di atas Saudi Arabia, juga di atas Singapura. Jadi, boleh juga nih negara kita," katanya.
Prabowo meyakini jika keberadaan Danantara akan memberikan manfaat dan dampak lebih dari pengelolaan aset yang bisa dilihat di 10 atau 20 tahun mendatang.
"Kita sudah punya Danantara, dan nanti 10 tahun lagi, 20 tahun lagi ingat, lihat, lihat tanggal, lihat tahun, saudara akan lihat, pada saat itu saudara akan lihat apa yang kita buat tahun 2025, 2026 ini. Jangan sekarang, nanti 20 tahun lagi, saudara nilai apa yang kita buat hari ini, yang kita buat adalah hal-hal mendasar," tegasnya.
Quote:
Original Posted By jaguarxj220►
Dari sisi Governance, Danantara mirip dengan 1MDB Malaysia.
Risiko dirampok besar2an seperti 1MDB juga sangat besar.
Bedanya
Di Indonesia semua bebas nyinyir
Semua bebas mencari-cari kesalahan pemerintah
Seandainya dibuktikan bersalah bukan dibuktikan oleh media luar n tempo ketahuannya nggak mungkin sampai bertahun-tahun
1MDB itu yang mengungkap
The Wall Street Journal
Di Malaysia nggak ada BBC Indonesia Bloomberg Indonesia Xinhua Indonesia DAI Indonesia CNN Indonesia VOA Indonesia CNBC Indonesia Reuters Indonesia
Kemarin Bloomberg mengungkap dugaan rasuah ketua SPRM Adam Baki langsung kena saman
Malaysia bukan negara demokrasi tapi monarki cenderung absolut
Yeye ATM baru ketahuan publik setelah 50 tahun