- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
IRRI Puji Swasembada Pangan Indonesia
TS
aleksandronesta
IRRI Puji Swasembada Pangan Indonesia
Quote:
IRRI Puji Swasembada Pangan Indonesia

: Inez Hortensa SL, perwakilan International Rice Research Institute (IRRI) menyampaikan apresiasi terhadap capaian swasembada pangan Indonesia yang dinilai impresif di tengah tekanan krisis pangan global dan perubahan iklim. (Dok. Kementan)
Oleh Ismadi Amrin, Jumat, 15 Mei 2026 | 09:18 WIB - Redaktur: Kristantyo Wisnubroto - 92
Jakarta, InfoPublik — International Rice Research Institute (IRRI) menyampaikan apresiasi terhadap capaian swasembada pangan Indonesia yang dinilai impresif di tengah tekanan krisis pangan global dan perubahan iklim.
Keberhasilan Indonesia meningkatkan produksi beras tanpa ketergantungan impor disebut IRRI menjadi pencapaian penting bagi kawasan tropis Asia.
Hal tersebut disampaikan perwakilan IRRI, Inez Hortense SL, dalam Dialog Swasembada Pangan bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Romokalisari, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026). “Saya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Menteri Pertanian, Bulog, dan seluruh jajaran pemerintah atas capaian beras dan swasembada. Data internasional maupun BPS menunjukkan capaian Indonesia sangat impresif,” kata Inez.
Menurutnya, capaian tersebut ditopang berbagai langkah strategis pemerintah, mulai dari mekanisasi pertanian, pompanisasi, intensifikasi produksi, hingga penguatan harga gabah petani yang menjaga semangat produksi nasional.
Inez Hortense menilai keberhasilan Indonesia menjadi bukti bahwa negara tropis mampu membangun kemandirian pangan melalui kebijakan yang berpihak pada petani dan didukung pemanfaatan teknologi pertanian.
Namun demikian, Inez menegaskan bahwa swasembada pangan bukanlah garis akhir. Tantangan sektor pertanian ke depan dinilai semakin berat akibat perubahan iklim, degradasi lahan, permasalahan air, serta tuntutan peningkatan kesejahteraan petani. “Perjuangan belum selesai. Tantangannya sekarang bukan hanya memproduksi lebih banyak beras, tetapi bagaimana membangun sistem pertanian yang efisien, rendah emisi, berbasis inovasi, dan tahan terhadap tekanan iklim,” ungkapnya.
Wakil IRRI juga menyoroti pentingnya aspek kualitas pangan dan nutrisi masyarakat. Menurutnya, beras masih menjadi sumber utama kalori masyarakat Indonesia sehingga pengembangan varietas yang lebih sehat akan berdampak langsung terhadap kualitas kesehatan nasional.
Dalam paparannya, Inez menyebut Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemimpin pertanian modern di kawasan tropis Asia apabila terus memperkuat riset dan inovasi pertanian. “Indonesia punya peluang besar menjadi pemimpin pertanian modern di kawasan tropis Asia,” ujarnya.
IRRI, kata dia, selama ini aktif bekerja sama dengan lembaga riset nasional dalam pengembangan mekanisasi, digital agriculture, climate farming system, hingga pertanian presisi. Berbagai pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani.
Inez Hortensi mencontohkan penerapan pertanian presisi berbasis digital yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan emisi secara lebih efisien.
Hanya ini kemajuan yang luar biasa
Tapi ini hampir 40 tahun baru bisa
Tapi soal pertanian n perkebunan pun banyak macamnya yang bisa swasembada
Jagung kedelai singkong tebu bawang dll
Ada ratusan jenis
Satu kemajuan pasti membawa kemajuan yang lainnya
0
53
Kutip
1
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan