Kaskus

News

medievalistAvatar border
TS
medievalist
Dulu Prabowo Janji Buka 30 Fakultas Kedokteran, Kini Pemerintah Sebut Sudah Berlebih
Dulu Prabowo Janji Buka 30 Fakultas Kedokteran, Kini Pemerintah Sebut Sudah Berlebih, Hermansyah Koto: Siapa yang Asbun?
Sabtu, 16 Mei 2026 16:47 WITA
Dulu Prabowo Janji Buka 30 Fakultas Kedokteran, Kini Pemerintah Sebut Sudah Berlebih
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat Media Sosial, Hermansyah Koto, menyoroti laku pemerintah terkait wacana penutupan fakultas kedokteran.
Hermansyah mengatakan, pada akhir 2025, Presiden Prabowo Subianto menyebut akan membangun 30 Fakultas Kedokteran (FK). Bahkan menyiapkan beasiswa.
Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam peresmian Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia (RS KEI), Surakarta, Rabu, 19 November 2025 lalu.
“November 2025, Prabowo, mau buka 30 FK,” kata Hermansyah dikutip pada Jumat (15/5/2026).
Kemudian, pernyataan Prabowo, kata Hermansyah, diaminkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Menkes bilang, memang ada kekurangan dokter.
“Menkes Januari 2026 Mengaminkan… "kita kekurangan Dokter",” paparnya.
Tapi semuanya berubah tiba-tiba. Pada April 2026, pemerintah mewacanakan penutupan sejumlah program studi (prodi).
Lulusan keguruan dan dokter dianggap over suplai. Begitu pula dengan lulusan ekonomi.
“Tiba tiba April 2026, pemerintah akan tutup fakultas Kedokteran, karena over suplai…Lantas siapa yang Asbun ya?” pungkasnya.
Sebagai informasi, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan perguruan tinggi diharapkan ikut memilah prodi yang masih dibutuhkan dan yang perlu dihentikan.
Menurut dia, perlu ada kebijakan bersama di level kementerian. “Kami berharap dukungan dari teman-teman PTPK dan para rektor agar ada kerelaan,” kata Badri dalam Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026, Rabu (23/4/2026), dikutip dari siaran ulang YouTube Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Dia menegaskan, pemerintah akan mengambil langkah konkret terhadap prodi-prodi yang dinilai tidak sesuai kebutuhan pasar kerja.
“Nanti mungkin ada beberapa hal yang harus kami eksekusi dalam waktu yang tidak terlalu lama terkait prodi-prodi, perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup untuk meningkatkan relevansinya,” ujarnya.
Badri juga menyinggung potensi kelebihan lulusan dokter jika pembukaan prodi tidak dikendalikan.
Ia menyebut, jika mengacu pada standar minimal Bank Dunia, Indonesia berpotensi mengalami oversupply dokter mulai 2028.
Namun, masalah utama saat ini masih terjadi ketimpangan distribusi tenaga medis di berbagai daerah. “Bukan kekurangan total, tapi distribusinya belum merata,” jelasnya.

https://fajar.co.id/2026/05/16/dulu-...oogle_vignette
Diubah oleh medievalist 16-05-2026 17:24
0
144
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan