- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Link Pesta Babi Full Movie Palsu, Dandhy Laksono Wanti-wanti Pemelintiran Fakta
TS
mabdulkarim
Link Pesta Babi Full Movie Palsu, Dandhy Laksono Wanti-wanti Pemelintiran Fakta
Viral Link Pesta Babi Full Movie Diduga Palsu, Dandhy Laksono Wanti-wanti Pemelintiran Fakta

redaksi - News
Sabtu, 16 Mei 2026 14:59
Komentar Bagikan
Tim Produksi film Pesta Babi memperingatkan maraknya tautan atau link palsu dengan klaim full movie di media sosial. (Foto tangkapan layar akun X)
FAJAR.CO.ID -- Semakin dibungkam, publik semakin penasaran pada materi film Pesta Babi. Di tengah rasa penasaran masyarakat, kini beredar tautan atau link fim Pesta Babi full movie palsu di berbagai platform media sosial.
Tim produksi film Pesta Babi mengeluarkan peringatan keras kepada publik terkait maraknya tautan ilegal yang mengklaim menyediakan akses menonton film dokumenter tersebut secara gratis. Link-link yang beredar di media sosial itu diduga kuat merupakan modus disinformasi hingga penipuan digital yang memanfaatkan viralnya film Pesta Babi untuk menjebak pengguna internet.
Tak hanya berpotensi membahayakan data pribadi, penyebaran link palsu tersebut juga dikhawatirkan menjadi sarana pemelintiran fakta dan narasi terkait isi film dokumenter yang tengah ramai diperbincangkan publik. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada dan tidak sembarangan mengakses tautan yang sumbernya tidak jelas.
Pendiri WatchDog sekaligus Produser Eksekutif film Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono menanggapi melalui akun media sosial X terkait viralnya link palsu film Pesta Babi. Dia menegaskan bahwa tautan-tautan yang beredar di luar saluran resmi berisiko merugikan penonton, baik dari sisi keamanan data maupun akurasi informasi.
"Waspada! Beredar tautan yang mengklaim berisi Pesta Babi full movie. Kami tidak bertanggung jawab apabila ada pemelintiran data dan fakta," tulis Dandhy Laksono dalam unggahan X @dandhy_laksono, dikutip pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Unggahan peringatan tersebut telah dilihat lebih dari 29 ribu kali dan mengumpulkan lebih dari dua ribu likes di media sosial. Dalam unggahan itu juga ditegaskan bahwa film Pesta Babi versi asli hanya dapat diakses melalui tautan resmi Musim Nobar, bukan dari link acak yang beredar luas di internet.
Film dokumenter Pesta Babi dengan subjudul “Kolonialisme di Zaman Kita” merupakan karya kolaboratif lintas organisasi yang melibatkan Ekspedisi Indonesia Baru, Jubi.id, Greenpeace, Pusaka, WatchDoc, hingga LBH Papua Merauke.
Dokumenter tersebut mengangkat berbagai isu sensitif dan krusial di Papua, mulai dari transisi energi, food estate, hingga dampak sosial yang terjadi di masyarakat. Karena itu, keutuhan konteks dan isi film dinilai sangat penting agar pesan yang disampaikan tidak mengalami distorsi.
Tim produksi pun mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengeklik tautan mencurigakan yang banyak tersebar di platform penyimpanan pihak ketiga seperti Terabox maupun situs streaming ilegal lainnya.
Selain berisiko memicu serangan malware dan pencurian data pribadi, tautan ilegal tersebut juga dikhawatirkan memuat versi film yang telah diedit ulang sehingga berpotensi mengubah pesan asli dari dokumenter Pesta Babi.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa film yang asli hanya dapat diakses melalui prosedur resmi, yakni dengan skema nonton bareng (nobar) dengan jumlah audiens sedikitnya sepuluh orang.
Masyarakat yang tertarik untuk mendaftarkan diri beserta komunitas atau perkumpulannya untuk menonton film Pesta Babi diimbau hanya mengisi tautan resmi dan hanya mengikuti informasi dari kanal resmi yang terverifikasi.
Peringatan dari Tim Produksi film Pesta Babi untuk menjaga keaslian pesan dan konteks yang disampaikan dalam film dokumenter Pesta Babi.
Tim produksi menilai penting memastikan isi film tidak dimanipulasi ataupun disalahgunakan oleh pihak tertentu yang berpotensi melakukan pemelintiran fakta terkait isu-isu sensitif yang diangkat dalam dokumenter investigatif tersebut. (*)
https://sulsel.fajar.co.id/2026/05/1...akta/?page=all
Soal film Watchdoc

redaksi - News
Sabtu, 16 Mei 2026 14:59
Komentar Bagikan
Tim Produksi film Pesta Babi memperingatkan maraknya tautan atau link palsu dengan klaim full movie di media sosial. (Foto tangkapan layar akun X)
FAJAR.CO.ID -- Semakin dibungkam, publik semakin penasaran pada materi film Pesta Babi. Di tengah rasa penasaran masyarakat, kini beredar tautan atau link fim Pesta Babi full movie palsu di berbagai platform media sosial.
Tim produksi film Pesta Babi mengeluarkan peringatan keras kepada publik terkait maraknya tautan ilegal yang mengklaim menyediakan akses menonton film dokumenter tersebut secara gratis. Link-link yang beredar di media sosial itu diduga kuat merupakan modus disinformasi hingga penipuan digital yang memanfaatkan viralnya film Pesta Babi untuk menjebak pengguna internet.
Tak hanya berpotensi membahayakan data pribadi, penyebaran link palsu tersebut juga dikhawatirkan menjadi sarana pemelintiran fakta dan narasi terkait isi film dokumenter yang tengah ramai diperbincangkan publik. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada dan tidak sembarangan mengakses tautan yang sumbernya tidak jelas.
Pendiri WatchDog sekaligus Produser Eksekutif film Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono menanggapi melalui akun media sosial X terkait viralnya link palsu film Pesta Babi. Dia menegaskan bahwa tautan-tautan yang beredar di luar saluran resmi berisiko merugikan penonton, baik dari sisi keamanan data maupun akurasi informasi.
"Waspada! Beredar tautan yang mengklaim berisi Pesta Babi full movie. Kami tidak bertanggung jawab apabila ada pemelintiran data dan fakta," tulis Dandhy Laksono dalam unggahan X @dandhy_laksono, dikutip pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Unggahan peringatan tersebut telah dilihat lebih dari 29 ribu kali dan mengumpulkan lebih dari dua ribu likes di media sosial. Dalam unggahan itu juga ditegaskan bahwa film Pesta Babi versi asli hanya dapat diakses melalui tautan resmi Musim Nobar, bukan dari link acak yang beredar luas di internet.
Film dokumenter Pesta Babi dengan subjudul “Kolonialisme di Zaman Kita” merupakan karya kolaboratif lintas organisasi yang melibatkan Ekspedisi Indonesia Baru, Jubi.id, Greenpeace, Pusaka, WatchDoc, hingga LBH Papua Merauke.
Dokumenter tersebut mengangkat berbagai isu sensitif dan krusial di Papua, mulai dari transisi energi, food estate, hingga dampak sosial yang terjadi di masyarakat. Karena itu, keutuhan konteks dan isi film dinilai sangat penting agar pesan yang disampaikan tidak mengalami distorsi.
Tim produksi pun mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengeklik tautan mencurigakan yang banyak tersebar di platform penyimpanan pihak ketiga seperti Terabox maupun situs streaming ilegal lainnya.
Selain berisiko memicu serangan malware dan pencurian data pribadi, tautan ilegal tersebut juga dikhawatirkan memuat versi film yang telah diedit ulang sehingga berpotensi mengubah pesan asli dari dokumenter Pesta Babi.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa film yang asli hanya dapat diakses melalui prosedur resmi, yakni dengan skema nonton bareng (nobar) dengan jumlah audiens sedikitnya sepuluh orang.
Masyarakat yang tertarik untuk mendaftarkan diri beserta komunitas atau perkumpulannya untuk menonton film Pesta Babi diimbau hanya mengisi tautan resmi dan hanya mengikuti informasi dari kanal resmi yang terverifikasi.
Peringatan dari Tim Produksi film Pesta Babi untuk menjaga keaslian pesan dan konteks yang disampaikan dalam film dokumenter Pesta Babi.
Tim produksi menilai penting memastikan isi film tidak dimanipulasi ataupun disalahgunakan oleh pihak tertentu yang berpotensi melakukan pemelintiran fakta terkait isu-isu sensitif yang diangkat dalam dokumenter investigatif tersebut. (*)
https://sulsel.fajar.co.id/2026/05/1...akta/?page=all
Soal film Watchdoc
0
94
2
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan