- Beranda
- Komunitas
- Hobby
- Komunitas Jual Beli
Pilih Simpan Sampel Sistem Celup (Liquid) atau Uap (Vapor)?
TS
tianchi59628647
Pilih Simpan Sampel Sistem Celup (Liquid) atau Uap (Vapor)?
Buat Agan yang lagi bangun fasilitas biobank atau klinik bayi tabung (IVF), milih sistem penyimpanan itu pusingnya minta ampun. Pas baca spesifikasi tangki nitrogen cair, Agan bakal dihadapkan pada dua pilihan: Liquid Phase (Fase Cair) atau Vapor Phase (Fase Uap). Bedanya apa dan milih yang mana?
1. Liquid Phase (Sistem Celup Langsung)
Sampel (cryovial) direndam langsung di dalam cairan bersuhu -196°C.
Kelebihan: Suhu paling stabil. Cairan telat diisi seminggu pun sampel masih aman sentosa. Alatnya lebih murah dan gampang perawatannya.
Kekurangan: Risiko kontaminasi silang! Kalau ada vial sampel yang bocor, virus atau bakteri bisa menyebar lewat cairan ke sampel lain. Berisiko juga meledak saat vial diangkat jika cairan masuk ke dalam vial.
2. Vapor Phase (Sistem Uap)
Cairan nitrogen ditaruh sedikit di dasar tabung. Sampel diletakkan di rak bagian atas, didinginkan oleh uap dingin bersuhu -150°C hingga -190°C.
Kelebihan: 100% aman dari kontaminasi silang antar sampel. Sangat direkomendasikan untuk sampel klinis manusia (sperma, embrio, sel punca).
Kekurangan: Suhu lebih rentan fluktuatif, apalagi kalau tutup tabung sering dibuka. Membutuhkan tangki penyimpanan nitrogen cair canggih yang dilengkapi sistem pengisian otomatis (auto-fill) dan alarm suhu, yang harganya tentu jauh lebih mahal.
Kesimpulan: Untuk riset sel hewan/tumbuhan biasa, Liquid Phase sudah cukup dan sangat hemat. Tapi untuk bank embrio manusia atau sampel bernilai miliaran, Vapor Phase adalah standar wajib dunia. Agan di lab pakai sistem yang mana nih? Komen di bawah ya!
1. Liquid Phase (Sistem Celup Langsung)
Sampel (cryovial) direndam langsung di dalam cairan bersuhu -196°C.
Kelebihan: Suhu paling stabil. Cairan telat diisi seminggu pun sampel masih aman sentosa. Alatnya lebih murah dan gampang perawatannya.
Kekurangan: Risiko kontaminasi silang! Kalau ada vial sampel yang bocor, virus atau bakteri bisa menyebar lewat cairan ke sampel lain. Berisiko juga meledak saat vial diangkat jika cairan masuk ke dalam vial.
2. Vapor Phase (Sistem Uap)
Cairan nitrogen ditaruh sedikit di dasar tabung. Sampel diletakkan di rak bagian atas, didinginkan oleh uap dingin bersuhu -150°C hingga -190°C.
Kelebihan: 100% aman dari kontaminasi silang antar sampel. Sangat direkomendasikan untuk sampel klinis manusia (sperma, embrio, sel punca).
Kekurangan: Suhu lebih rentan fluktuatif, apalagi kalau tutup tabung sering dibuka. Membutuhkan tangki penyimpanan nitrogen cair canggih yang dilengkapi sistem pengisian otomatis (auto-fill) dan alarm suhu, yang harganya tentu jauh lebih mahal.
Kesimpulan: Untuk riset sel hewan/tumbuhan biasa, Liquid Phase sudah cukup dan sangat hemat. Tapi untuk bank embrio manusia atau sampel bernilai miliaran, Vapor Phase adalah standar wajib dunia. Agan di lab pakai sistem yang mana nih? Komen di bawah ya!
0
10
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan