Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
KNPB Serukan Penghentian Perang Suku di Wamena: “Musuh Kita Bukan Sesama Papua”
KNPB Se-Lapago Serukan Penghentian Perang Suku di Wamena: “Musuh Kita Bukan Sesama Papua”
KNPB Serukan Penghentian Perang Suku di Wamena: “Musuh Kita Bukan Sesama Papua”
  admin  15 Mei 2026  2 min read
DETIKPAPUA.COM | WAMENA – Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Balim, Mardi Heluka, secara tegas mengeluarkan pernyataan sikap terkait konflik antar-suku yang belakangan ini kembali memanas di wilayah Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya. Dalam pernyataan resmi yang dilakukan di Sekretariat KNPB, Mardi mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk segera menghentikan pertumpahan darah antar-sesama orang asli Papua, Jumat 15 Mei 2026.

Mardi Heluka menyoroti kondisi Papua saat ini yang dianggap sedang dalam status “Darurat Melanda”. Ia menyatakan keprihatinannya atas perang suku yang terus terjadi, khususnya di wilayah Lapago, yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan ketidakamanan bagi warga sipil.

”Kami menyerukan kepada seluruh rakyat Papua di wilayah Lapago, khususnya di ibu kota Provinsi Papua Pegunungan, Wamena. Perang suku ini harus segera dihentikan karena hanya akan merugikan kita sendiri,” ujar Mardi dalam pernyataannya.

Dalam orasinya, KNPB menegaskan bahwa konflik horizontal yang terjadi antar-suku (seperti suku Lani dan Nayak) diduga merupakan bagian dari skenario pihak luar untuk melemahkan persatuan bangsa Papua. Ia meminta para intelektual, pengusaha, dan tokoh masyarakat untuk tidak menjadi aktor di belakang layar yang justru memperkeruh situasi dengan memberikan dukungan logistik (BAMA) untuk berperang.

Ada tiga poin utama yang ditekankan oleh KNPB Balim:
Kesadaran Kolektif: Rakyat harus menyadari bahwa musuh yang sesungguhnya bukan sesama warga Papua, melainkan sistem yang menjajah.

Peran Tokoh Masyarakat: Meminta para pemimpin daerah, termasuk Gubernur dan para Bupati di wilayah Papua Pegunungan (Lanny Jaya, Tolikara, Nduga, Yalimo, Yahukimo, Mamberamo Tengah), untuk bersatu meredakan situasi.
Persatuan Intelektual: Mendesak para intelektual untuk tidak memprovokasi atau membiayai konflik yang berujung pada pertumpahan darah.

Mardi Heluka menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa KNPB tetap pada komitmennya untuk mengamankan situasi demi agenda yang lebih besar, yakni perjuangan hak penentuan nasib sendiri.

”Kita hanya satu Papua. Tidak ada Lani, tidak ada Nayak, tidak ada suku-suku yang terpisah jika bicara tentang harga diri bangsa Papua. Kami minta semua pihak untuk mengambil langkah maju guna meredakan situasi ini demi masa depan anak cucu kita,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di beberapa titik di Wamena dilaporkan masih dalam pengawasan ketat oleh pihak keamanan dan tokoh adat setempat guna mencegah bentrokan susulan.(*)

79 Total , 79 Hari ini
https://www.detikpapua.com/knpb-se-l...-sesama-papua/

upaya KNPB meredakan ketegangan


Cegah Perang Suku Meluas, Polda Papua Terjunkan 3 SSK Brimob ke Wamena
Jumat, 15 Mei 2026 - 20:03:00 WIT
Share




authoriNews TV
Cegah Perang Suku Meluas, Polda Papua Terjunkan 3 SSK Brimob ke Wamena
Polda Papua mengirimkan 3 SSK Brimob untuk meredam perang suku di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. (Foto: iNews)
JAYAWIJAYA, iNews.id – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menurunkan tiga satuan setingkat kompi atau SSK Brimob untuk membantu pengamanan di wilayah hukum Polres Jayawijaya.

Langkah cepat ini diambil petugas untuk memecah konsentrasi massa dan menghentikan perang suku di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (15/5/2026). Konflik antarwarga itu dilaporkan menelan korban jiwa.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan, telah menyiagakan kekuatan penuh untuk meredam situasi. Personel Brimob yang diterjunkan juga mendapat dukungan dari Polres Lanny Jaya agar pengamanan di titik konflik lebih maksimal.

"Atas perintah Kapolda Papua, sebanyak 3 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob telah disiagakan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan. Petugas berhasil berada di tengah-tengah kelompok yang bertikai dan memukul mundur massa guna memecah konsentrasi kerumunan," ujar Kombes Pol Cahyo Sukarnito, Jumat (15/5/2026).


Terkait dampak dari bentrokan tersebut, Polda Papua mengonfirmasi adanya korban jiwa. Namun, hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendataan secara hati-hati untuk memastikan jumlah pasti korban maupun kerusakan yang ditimbulkan.

"Pendataan masih terus dilakukan dengan sangat hati-hati. Terkonfirmasi adanya korban jiwa, namun jumlah pastinya masih dalam proses verifikasi di lapangan," ujarnya.

Selain tindakan pengamanan fisik, Kombes Pol Cahyo menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya memegang peranan krusial sebagai leading sector dalam penanganan konflik sosial ini. Aparat keamanan dan pemerintah daerah kini tengah menyusun langkah strategis untuk menghentikan kontak fisik secara permanen.

Prioritas utama saat ini adalah pemulihan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta mencegah adanya konflik susulan yang dapat merugikan warga.

Polda Papua mengimbau kepada kedua belah pihak yang berkonflik untuk segera menahan diri dan menghentikan segala bentuk pertikaian. Kepolisian meminta tokoh masyarakat dan pemerintah setempat duduk bersama mencari solusi terbaik.

"Konflik ini sangat merugikan, baik dari sisi ekonomi maupun keamanan masyarakat. Kami meminta semua pihak bersama-sama mencari jalan keluar yang damai," kata Kabid Humas.

Hingga kini, situasi di beberapa titik di Wamena masih dalam pengawasan ketat aparat gabungan TNI-Polri guna memastikan kondisi tetap kondusif.

https://papua.inews.id/berita/cegah-...-ke-wamena/all




Brimob turun
Diubah oleh mabdulkarim 15-05-2026 18:33
MemoryExpressAvatar border
MemoryExpress memberi reputasi
1
49
1
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan