- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Pelecehan Seksual di UNU Blitar: 15 Mahasiswi Jadi Korban, Kampus Nonaktifkan Dosen
TS
lowbrow
Pelecehan Seksual di UNU Blitar: 15 Mahasiswi Jadi Korban, Kampus Nonaktifkan Dosen

RADAR SURABAYA - Kasus dugaan pelecehan seksual di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Jawa Timur, mencuat setelah 15 mahasiswi dari berbagai angkatan melaporkan tindakan tidak pantas yang dilakukan seorang dosen senior.
Insiden ini menimbulkan trauma mendalam bagi para korban dan memicu desakan agar pihak kampus segera mengambil langkah tegas.
Sebagai respons, Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNU Blitar menonaktifkan sementara dosen terduga pelaku dan membentuk Satgas Etik untuk memastikan proses penyelidikan berjalan independen.
Ketua PMII Komisariat UNU Blitar, Ahmad Kafi, mengungkapkan bahwa korban berasal dari angkatan 2022 hingga 2025.
“Di setiap angkatan, di mana dosen itu mengajar selalu ada korban. Jadi korban sebenarnya lebih dari 15, hanya 15 yang bersedia kami dampingi,” kata Kafi, Selasa (12/5).
Menurut Kafi, pelecehan dilakukan baik secara verbal maupun fisik, paling sering di ruang kelas saat pelaku mengajar.
Modusnya, pelaku mendekati korban ketika mereka fokus pada layar laptop. Selain itu, pelecehan juga terjadi di rumah pelaku saat bimbingan skripsi, bahkan melalui pesan WhatsApp dengan kata-kata jorok.
“Salah satu korban mengaku pernah tiba-tiba dilecehkan pipinya oleh pelaku,” ungkap Kafi.
Lebih memprihatinkan, pelaku diduga sempat mengancam salah satu korban yang mencoba melapor ke rektorat.
Ancaman tersebut menambah tekanan psikologis dan membuat korban enggan mengikuti mata kuliah yang diampu pelaku.
Ketua BPP UNU Blitar, Arif Afandi, menegaskan pihak kampus telah mengambil alih penanganan kasus dengan membentuk Satgas Etik.
“Kami akan berbenah jika memang harus demikian untuk memastikan kampus menyediakan lingkungan yang aman bagi seluruh civitas akademik UNU Blitar terutama para mahasiswa,” ujar Arif.
Ketua Satgas Etik, Rudiyanto Hendra Setiawan, menambahkan bahwa dosen terduga pelaku telah dinonaktifkan dari seluruh kegiatan akademik maupun nonakademik.
Penonaktifan juga menjadi bentuk empati pada para korban. Sehingga korban tidak harus berinteraksi dengan terduga pelaku baik dalam perkuliahan maupun kegiatan kampus lainnya,” jelas Rudiyanto dalam konferensi pers, Rabu (13/5).
Satgas Etik juga menyediakan rumah aman dan trauma healing bagi korban. Hingga kini, baru satu korban yang melapor ke Satgas PPKPT, sementara 14 lainnya masih dalam proses verifikasi bersama PMII dan LPM Bhanu Tirta.
Kasus di UNU Blitar ini menambah daftar panjang insiden pelecehan seksual di lingkungan pendidikan, khususnya perguruan tinggi.
https://radarsurabaya.jawapos.com/ja...enior?page=all
Diubah oleh lowbrow 15-05-2026 10:15
keramikkamar dan 2 lainnya memberi reputasi
3
279
16
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan