Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Remaja Perempuan Tewas Ditembak di Tembagapura, TNI dan TPNPB-OPM Saling Tuding
Remaja Perempuan Tewas Ditembak di Tembagapura, TNI dan TPNPB-OPM Saling Tuding
Nalite Wamang, remaja perempuan, ditemukan tewas tertembak di bahu kiri dalam insiden kontak tembak TNI dan TPNPB-OPM di Kamp Wini Mile 69, Kamis (7/5/2026) malam.

ARSIP KOOPS TNI HABEMA

14 Mei 2026 13:45 WIB · Politik & Hukum

JAYAPURA, KOMPAS — Seorang remaja perempuan dilaporkan tertembak di pendulangan emas tradisional di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. TNI dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM kembali saling tuding terkait insiden ini.

Insiden ini dilaporkan terjadi pada Kamis (7/5/2026) malam di Kamp Wini Mile 69, Distrik Tembagapura. Dalam peristiwa ini seorang remaja bernama Nalite Wamang dilaporkan tewas, sementara enam warga lainnya terluka.

Kepala Penerangan Komando Operasi (Koops) TNI Habema Letnan Kolonel Wirya Arthadiguna menyatakan, penyerangan ini diduga dilakukan oleh TPNPB-OPM kelompok Guspi Waker. Hal ini pun telah disampaikan saat mediasi dengan pihak keluarga Nalite Wamang pada Sabtu (9/5/2026).

”Sebelum insiden terjadi, personel Satgas TNI yang melaksanakan pengamanan wilayah Mile 69 telah mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan (kelompok TPNPB-OPM),” kata Wirya, Kamis (14/5/2026).

Dari hasil pemantauan tersebut, terdengar dua kali letusan senjata api dari arah Kamp David di sekitar lokasi pendulangan. Tembakan senjata tersebut diduga dari kelompok OPM pimpinan Guspi Waker.
Remaja Perempuan Tewas Ditembak di Tembagapura, TNI dan TPNPB-OPM Saling Tuding
Personel TNI mengevakuasi seorang remaja perempuan yang tewas ditembak di pendulangan emas tradisional di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (7/5/2026).
Tidak lama berselang, lanjut Wirya, kelompok tersebut kembali melepaskan rentetan tembakan yang mengarah ke posisi personel Satgas TNI di sekitar Kamp Wini. Hal ini memicu situasi mencekam di tengah permukiman warga sipil.

Wirya melanjutkan, TNI lalu melakukan respons terukur dengan memperhatikan keselamatan warga sipil. Di tengah situasi ini, personel TNI menemukan Nalite yang mengalami luka tembak pada bahu kiri di sekitar Kamp Wini.

Sebelum insiden terjadi, personel Satgas TNI yang melaksanakan pengamanan wilayah Mile 69 telah mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan (kelompok TPNPB-OPM).

Pihak TNI kemudian berusaha membawa Nalite ke fasilitas kesehatan terdekat. ”Namun, dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan, tepatnya di Jalan Poros MP 69, anak tersebut dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya,” ujar Wirya.

Saling bantah
Sementara itu, juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyebut TNI sebagai pelaku penembakan warga sipil. Sebby justru mengatakan pihaknya tidak sedang terlibat kontak tembak dengan militer Indonesia.

”Saat operasi militer Indonesia pada 7-8 Mei 2026 di Kali Kabur (lokasi kejadian), TPNPB-OPM tidak terlibat karena saat itu pasukan sedang berada di luar wilayah tersebut,” kata Sebby dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Adapun Wirya menyebut tudingan dari TPNPB-OPM ini tidak benar. Menurut Wirya, selama ini kelompok separatis itu kerap menjadikan warga sebagai tameng.

Remaja Perempuan Tewas Ditembak di Tembagapura, TNI dan TPNPB-OPM Saling Tuding
Upaya klarifikasi dan mediasi dari pihak TNI kepada keluarga terkait tewasnya seorang remaja perempuan di pendulangan emas tradisional di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (7/5/2026).
Di sisi lain, Wirya mengatakan, kronologi kejadian telah disampaikan kepada pihak keluarga. Pihak keluarga menerima penjelasan serta ucapan belasungkawa dari personel Satgas TNI dengan baik.

”Suasana mediasi berlangsung penuh kekeluargaan dan mengedepankan pendekatan humanis,” kata Wirya.

Sementara itu, dalam keterangan secara terpisah, Kepala Polda Papua Tengah Brigadir Jenderal (Pol) Jermias Rontini menyampaikan, pihaknya turut membantu evakuasi warga terdampak kontak tembak ini. Polisi berhasil mengevakuasi enam warga yang terluka ke Rumah Sakit Tembagapura.

Selain itu, lanjut Jermias, ada 256 warga yang mengamankan diri dari sekitar lokasi kejadian. Ratusan warga ini awalnya mengamankan diri di pos Brimob di Mile 72.

”Selanjutnya, ratusan warga ini dipindahkan ke beberapa lokasi yang dianggap aman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

https://www.kompas.id/artikel/remaja...-saling-tuding

bantahan KKB

Kompas lebih moderat daripada BBC yang secara tak langsung menghakimi TNI dalangnya


MemoryExpressAvatar border
MemoryExpress memberi reputasi
1
87
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan