- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
BI Klaim Peredaran Uang Palsu di RI Catatkan Penurunan
TS
jaguarxj220
BI Klaim Peredaran Uang Palsu di RI Catatkan Penurunan
Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan jumlah peredaran uang rupiah palsu menunjukkan tren yang menurun, dari 5 ppm (piece per million atau 5 lembar dalam setiap 1 juta uang beredar) pada 2023 menjadi 4 ppm pada 2024–2025, dan menurun menjadi 1 ppm pada April 2026.
Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali mengatakan hal itu terjadi karena sinergi dan koordinasi dari berbagai unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu atau Botasupal serta penguatan kualitas uang rupiah baik bahan uang, teknologi cetak, dan unsur pengaman yang semakin modern, sehingga semakin mudah dikenali dan sulit dipalsukan.
Dalam kesempatan itu, BI dan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri menggelar pemusnahan uang palsu. Langkah ini untuk mendukung dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemberantasan uang palsu.
“Komitmen ini kita wujudkan melalui pemberian klarifikasi atas uang rupiah yang diragukan keasliannya,” kata Ricky dalam gelaran pemusnahan uang palsu, Rabu (13/5/2026).
Adapun uang palsu yang dimusnahkan berjumlah 466.535 lembar yang berasal dari laporan masyarakat, perbankan, penyelenggara jasa pengolahan uang rupiah, dan hasil pengolahan setoran bank kepada Bank Indonesia secara nasional periode 2017-2025.
“Pemusnahan kita lakukan menggunakan mesin racik yang menghasilkan cacahan kertas yang sangat kecil sehingga tidak lagi menyerupai uang,” ujarnya.
Ricky mengatakan uang palsu yang dimusnahkan tersebut sudah diperiksa oleh tenaga ahli dan uji laboratorium. Dia berharap koordinasi lintas instansi yang dilakukan untuk memberantas uang palsu juga dapat berlanjut.
“Dan terus kita tingkatkan baik dari sisi pencegahan, pengungkapan maupun pemusnahan uang rupiah tidak asli,” ujar dia.
BI juga mengimbau masyarakat senantiasa merawat uang rupiah dengan baik dengan menerapkan '5 jangan', yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distaples, jangan diremas, dan jangan dibasahi.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Bareskrim, Irjen (Pol) Nunung Syaifuddin mengatakan, uang palsu tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, namun juga dapat mengganggu stabilitas perekonomian. Bahkan, peredaran uang palsu juga menurunkan kepercayaan publik terhadap mata uang negara.
“Oleh karena itu, sinergi antara kepolisian, BI, dan unsur Botasupal, serta seluruh unsur terkait sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanganannya,” jelas Nunung.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...kan-penurunan/
Yang aslinya aja nilainya turun terus..
Rugi bikin palsunya, malah tekor..
Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali mengatakan hal itu terjadi karena sinergi dan koordinasi dari berbagai unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu atau Botasupal serta penguatan kualitas uang rupiah baik bahan uang, teknologi cetak, dan unsur pengaman yang semakin modern, sehingga semakin mudah dikenali dan sulit dipalsukan.
Dalam kesempatan itu, BI dan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri menggelar pemusnahan uang palsu. Langkah ini untuk mendukung dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemberantasan uang palsu.
“Komitmen ini kita wujudkan melalui pemberian klarifikasi atas uang rupiah yang diragukan keasliannya,” kata Ricky dalam gelaran pemusnahan uang palsu, Rabu (13/5/2026).
Adapun uang palsu yang dimusnahkan berjumlah 466.535 lembar yang berasal dari laporan masyarakat, perbankan, penyelenggara jasa pengolahan uang rupiah, dan hasil pengolahan setoran bank kepada Bank Indonesia secara nasional periode 2017-2025.
“Pemusnahan kita lakukan menggunakan mesin racik yang menghasilkan cacahan kertas yang sangat kecil sehingga tidak lagi menyerupai uang,” ujarnya.
Ricky mengatakan uang palsu yang dimusnahkan tersebut sudah diperiksa oleh tenaga ahli dan uji laboratorium. Dia berharap koordinasi lintas instansi yang dilakukan untuk memberantas uang palsu juga dapat berlanjut.
“Dan terus kita tingkatkan baik dari sisi pencegahan, pengungkapan maupun pemusnahan uang rupiah tidak asli,” ujar dia.
BI juga mengimbau masyarakat senantiasa merawat uang rupiah dengan baik dengan menerapkan '5 jangan', yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distaples, jangan diremas, dan jangan dibasahi.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Bareskrim, Irjen (Pol) Nunung Syaifuddin mengatakan, uang palsu tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, namun juga dapat mengganggu stabilitas perekonomian. Bahkan, peredaran uang palsu juga menurunkan kepercayaan publik terhadap mata uang negara.
“Oleh karena itu, sinergi antara kepolisian, BI, dan unsur Botasupal, serta seluruh unsur terkait sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanganannya,” jelas Nunung.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...kan-penurunan/
Yang aslinya aja nilainya turun terus..
Rugi bikin palsunya, malah tekor..
saya.palsu memberi reputasi
1
578
2
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan