Kaskus

Story

Ika.SusilawatiAvatar border
TS
Ika.Susilawati
Aku Insecure Liat Kamu (Insecure Short Story)
Aku Insecure Liat Kamu (Insecure Short Story)


"Video call dong, mau liat love ku yg lagi mudik", bunyi suara perempuan di voice note Ryan.

Sekejap Ryan bangkit dari kasur kamar guesthouse itu dan beranjak ke pendopo kecil di halaman penginapan itu yang tampak teduh untuk video call dengan Dela.

Dalam pikirannya, "Kalo gue entar-entarin pasti bawel nih Dela misscall-in gue seharian". Tampak di video call itu Ryan sudah rapih, bersih tampak fresh maskulin dengan polo shirt slim putih yang pas dengan lekuk-lekuk tubuhnya yang atletis. Pilihan warna putih cocok untuk bepergian di siang hari yang cerah di hari ke tiga lebaran ini.

"Waah love ku cakep bener siih. Mau lebaran atau pamer aura hayoo.."

"Pamer aura apa sih beb, orang mau keliling ke rumah sodara cuma ketemu sepupu-sepupu"

"Ya kan aku di sini ga tau yaa kamu di sana ada siapa ketemu siapa"

Memang benar Ryan sering cerita ke Dela tentang sepupu-sepupunya di Malang. Bukan hanya itu, malah Dela pun sudah berkenalan langsung dengan saudara-saudara Ryan sewaktu Dela ikut terlibat jadi seksi repot di acara pernikahan Rheyna, kakak perempuan Ryan. Tapi Ryan tidak akan pernah cerita ke Dela kalau sepupu-sepupunya yang perempuan di Malang juga punya teman-teman perempuan juga yang dia kenal

Sebut saja Erna, teman Yana sepupu Ryan. Si cewe lokal yang kerap memakai celana pendek tiap kali ketemu Ryan. Manis lugu dan selalu salah fokus tiap lihat Ryan si cowo metros Jakarta itu mudik ke Malang tiap tahun. Ryan tak mungkin cerita tentang Erna ke Dela, supaya tidak merusak mood merasakan jadi cowo metros yang dikagumi Erna. Walau dalam benaknya dia pingin juga gebet Erna, cuma belum ada settingan yang pas berhubung ketemu hanya setahun sekali.

Ryan sempat menghayal andai dia sudah lulus kuliah dan kerja, punya gaji. Dia mau diam-diam LDR-an sama Erna dan get away pura-pura tugas dinas ke Malang untuk ketemu Erna, motoran, hang out dan one night stand.


"Awas lhoo kalo macem2, aku insecure lho liat kamu dandan kaya mau impress gitu"

"Apa sih beb, ya ngga mungkin kan aku pake baju jelek gitu ketemu sodara2"

Feeling Dela bukan tanpa alasan, Ryan memang sengaja berdandan dengan baju andalannya seperti itu. Padahal dia bisa saja pilih baju yg lebih casual santai toh cuma ketemu saudara-suadara di kampung ini, bukan mau jumpa fans atau mau keliatan cowo keren di samping Dela, begitulah yg dipikirkan Dela. Memang benar ada yang mau dia impress ...

Waktu sudah menunjukan pukul 9.30 pagi. Papa Mama dan kakak Ryan sudah berhambur keluar dari kamar guesthouse masing-masing. Ryan seraya mengakhiri video call dengan Dela setelah me-reverse kamera videonya ke arah keluarganya yang sudah tampak rapi dan berkumpul di pelataran guesthouse.

Mobil Expander silver itu pun melaju ke arah timur kota Malang. Jalanan relatif sepi hanya empat puluh menit kurang untuk tiba di sebuah rumah.

"Eh, bundaa ! ada om Pram buun. Ayoo masuk om"

Seru Danti di pintu menyambut kedatangan keluarga Ryan. Hati Ryan mulai berdebar-debar matanya mulai menyapu kerumunan yang ada lebih dulu di ruang tengah rumah itu. Dilihatnya ada beberapa anak kecil yang sedang asik dengan sebayanya. Lalu dia lihat Dinar, saudari Danti sepupunya. Lalu dia lihat suami Danti, lalu Danu ... dan tak lama kemudian Tyas, istri Danu !

"Halo mas Danu apa kabar, halo mbak Tyas"

Ryan menyalami Danu dan Tyas lebih dulu selaku yang lebih muda. Perasaan berdebar itu tak hilang saat Ryan melihat Tyas istri sepupunya yang umurnya lebih beberapa tahun dari Ryan. Bukan perempuan yang cantik atau bagaimana, hanya tampak manis di mata Ryan. Itu pun terlihat manis karena sebab tertentu. Definisi manis di dalam pikiran Ryan. Cara Tyas menatap Ryan masih tak berubah. Memancar, penuh kekaguman dan yang tidak bisa dipungkiri adalah tatapan berhasrat yang terus mengunci benak Ryan untuk merasakan kembali, kecanduan dengan sorotan mata perempuan seperti itu setiap tahun dia datang ke Malang .

Selama tiga kali berganti pacar, Ryan belum pernah ditatap penuh kuncian oleh perempuan seperti itu.

Beberapa saat berlalu bincang-bincang temu keluarga di rumah itu. Dia lihat Tyas naik ke tangga lantai atas bersama kakak dan sepupu-sepupunya. Seperti biasa mereka ingin sesi kumpul sendiri untuk ngobrol seru. Ryan menyusul menaiki tangga itu dan menuju ke kamar Danu yang ada di sebelahnya. Tyas menoleh ke arah lorong melihat Ryan baru saja berlalu. Setibanya Ryan di dalam kamar tiba-tiba muncul Tyas di depan pintu.

"Eh, dek Ryan, kok sendirian di sini ? ga kumpul sama mas Danu"

"Cape mbak mau rebahan. Mas Danu lagi asik ngobrol sama mas Beni, biasa bapak2 proyek hehe"

Tyas menoleh ke belakang sebentar lalu melangkah masuk mendekati Ryan yang masih berdiri. Tangannya memegang pundak Ryan yang atletis dan kencang.

"Eh aku lupa tadi ... ga enak ada mas Danu"

Tyas berjinjit, menaikan tumitnya agar wajahnya sejajar dengan wajah Ryan. Lalu menyentuhkan pipinya kanan-kiri ke pipi Ryan. Seperti yang sudah diduga ! Tyas akan melakukan ini lagi seperti tahun-tahun yang lalu. Ryan hanya perlu mencari posisi yang tepat di dalam rumah itu seperti yg sudah-sudah dan dia tahu Tyas akan menghampiri dirinya.

Bukan sesuatu yang aneh-aneh, hanya cipika cipiki seperti yang dilakukan Ryan kepada Danti, Dinar saat datang tadi. Sesuatu yang bikin Ryan terus bertanya-tanya begitu lama apa maksud Tyas melakukan itu dan berkata seperti itu ....

- Sekian dan Terima Kasih

No to be continued Aku Insecure Liat Kamu (Insecure Short Story)



0
41
1
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan