- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Gencatan Senjata AS-Iran Makin Kritis, Harga Minyak Tembus US$104!
1/1
TS
taritali
Gencatan Senjata AS-Iran Makin Kritis, Harga Minyak Tembus US$104!
Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan damai dengan Iran kini masuk fase “kritis” setelah menolak tawaran terbaru dari Teheran.
Trump bahkan menyebut respons Iran terhadap proposal AS sebagai tidak layak diterima. Meski begitu, ia masih mengatakan peluang solusi diplomatik tetap “sangat mungkin”.
Masalah utamanya ada pada tuntutan Iran.
Iran meminta pencabutan blokade laut AS, pelonggaran sanksi, pelepasan aset yang dibekukan, serta tetap ingin mengontrol lalu lintas di Selat Hormuz.
Selat Hormuz sendiri sangat penting karena menjadi jalur utama sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.
Situasi ini membuat pasar energi kembali tegang. Harga minyak Brent melonjak ke kisaran US$104 per barel karena investor khawatir pasokan energi global terganggu.
Di sisi lain, AS juga disebut sedang mempertimbangkan kembali rencana pengawalan kapal di jalur perairan tersebut. Namun langkah ini berisiko tinggi karena kawasan Hormuz masih dipenuhi ketegangan militer.
Iran juga dilaporkan mengerahkan kapal selam kecil kelas Ghadir di Teluk Persia, yang membuat kekhawatiran pemilik kapal semakin meningkat.
Konflik yang sudah berlangsung sekitar 10 minggu ini bukan hanya berdampak pada AS dan Iran, tetapi juga menyeret isu energi global, inflasi, hubungan AS-China, hingga stabilitas pasar keuangan.
Jika negosiasi kembali gagal, risiko kenaikan harga minyak dan tekanan inflasi global bisa semakin besar.
Trump bahkan menyebut respons Iran terhadap proposal AS sebagai tidak layak diterima. Meski begitu, ia masih mengatakan peluang solusi diplomatik tetap “sangat mungkin”.
Masalah utamanya ada pada tuntutan Iran.
Iran meminta pencabutan blokade laut AS, pelonggaran sanksi, pelepasan aset yang dibekukan, serta tetap ingin mengontrol lalu lintas di Selat Hormuz.
Selat Hormuz sendiri sangat penting karena menjadi jalur utama sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.
Situasi ini membuat pasar energi kembali tegang. Harga minyak Brent melonjak ke kisaran US$104 per barel karena investor khawatir pasokan energi global terganggu.
Di sisi lain, AS juga disebut sedang mempertimbangkan kembali rencana pengawalan kapal di jalur perairan tersebut. Namun langkah ini berisiko tinggi karena kawasan Hormuz masih dipenuhi ketegangan militer.
Iran juga dilaporkan mengerahkan kapal selam kecil kelas Ghadir di Teluk Persia, yang membuat kekhawatiran pemilik kapal semakin meningkat.
Konflik yang sudah berlangsung sekitar 10 minggu ini bukan hanya berdampak pada AS dan Iran, tetapi juga menyeret isu energi global, inflasi, hubungan AS-China, hingga stabilitas pasar keuangan.
Jika negosiasi kembali gagal, risiko kenaikan harga minyak dan tekanan inflasi global bisa semakin besar.
jpnnberita memberi reputasi
1
50
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan
