Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Kembali Tertekan, Rupiah Ditutup Melemah di Atas Rp17.400/US$
Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup hari dengan melemah 0,22% ke posisi Rp17.412/US$ dalam perdagangan hari ini, Kamis (11/5/2026).

Rupiah melemah bersama hampir semua mata uang kawasan, kecuali yuan China dan dolar Taiwan. Pelemahan paling dalam terjadi pada peso Filipina, dan baht Thailand menyusul kenaikan harga minyak mentah yang masih bertengger di atas US$100 per barel.

Kembali Tertekan, Rupiah Ditutup Melemah di Atas Rp17.400/US$

Pelemahan mata uang kawasan, imbas ketidakpastian geopolitik antara AS dan Iran yang menekan harga minyak. (Bloomberg)


Pelemahan rupiah terjadi menyusul ketidakpastian geopolitik akibat ketidaksepakatan antara AS dan Iran terkait penyelesaian konflik Timur Tengah. Selain itu, dari sisi domestik ketidakpastian kebijakan terkait penarikan royalti hasil tambang juga ikut menambah beban bagi pergerakan rupiah.

Dari pasar surat utang, terjadi aksi jual pada hampir semua tenor yang ditandai dengan kenaikan imbal hasil (yield). Kenaikan yield paling terlihat pada tenor menengah hingga panjang. Tenor acuan 10 tahun juga naik 1,3 basis poin (bps) ke level 6,61%. Sementara itu, tenor 20 tahun meningkat 1,1 bps menjadi 6,74%.

Di tenor pendek, pergerakan juga cenderung menguat. Yield tenor 2 tahun naik 2,2 basis poin ke 6,306%, sedangkan tenor 3 tahun melonjak 4,4 basis poin menjadi 6,456%, menjadi salah satu kenaikan terbesar pada kurva imbal hasil hari ini.


Meski begitu, masih ada beberapa tenor yang mencatat penurunan yield, seperti tenor 1 tahun yang turun 0,7 basis poin ke 6,258%, tenor 11 tahun turun 0,3 basis poin menjadi 6,720%, serta tenor 16 tahun dan 18 tahun yang masing-masing melemah 1 basis poin dan 0,7 basis poin.

Di tengah kondisi fiskal yang sempit dan defisit yang mencapai Rp240 triliun pada kuartal I-2026, rencana pemerintah menggali sumber-sumber pendapatan makin terjepit. Rencana memberlakukan kenaikan tarif royalti sejumlah komoditas utama seperti tembaga, emas, dan timah sebagai upaya memanfaatkan lonjakan harga global sekaligus meningkatkan penerimaan negara, sepertinya pupus.

Siang tadi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penundaan rencana tersebut. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan keputusan menunda kenaikan royalti dilakukan usai mendengar tanggapan dari pelaku usaha, tetapi dia belum dapat mengungkapkan hingga kapan rencana kenaikan tarif royalti mineral ditunda.

Di tengah kondisi penuh ketidakpastian ini, pergerakan aset berdenominasi rupiah semakin terjepit.

Penundaan kenaikan royalti mineral sejatinya menunjukkan dilema besar pemerintah saat ini. Di satu sisi, negara membutuhkan tambahan penerimaan untuk menjaga kesehatan APBN yang mulai terbebani pelebaran defisit dan kenaikan belanja. Namun di sisi lain, pemerintah juga harus menjaga iklim investasi di tengah momentum pertumbuhan yang mulai kehilangan tenaga.

Saat ini, ruang untuk menaikkan penerimaan pajak dan non-pajak sepertinya semakin terbatas. Sehingga, pergerakan rupiah dan pasar saham hari ini merupakan cerminan dari kekhawatiran investor, yang sepertinya mulai mempertanyakan dari mana sumber pembiayaan defisit akan diperoleh tanpa meningkatkan tekanan terhadap surat utang negara.

Apalagi di tengah kebutuhan pembiayaan pemerintah tahun ini tetap besar dengan program-program prioritas yang sepertinya tidak berencana dipangkas.


https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/108671/kembali-tertekan-rupiah-ditutup-melemah-di-atas-rp17-400-us/



Abis dinner sekalian berbincang dengan rekan2 seprofesi.


Ada yg melempar jokes, kalau ada orang gila yg investasi jual Rupiah beli Rial Yamandi awal tahun.

Keuntungannya sudah melampaui bunga SBN.


Ane kira bercanda, taunya emang benar.

Se-rendah itukah Rupiah ini.. emoticon-Najis (S)



Kembali Tertekan, Rupiah Ditutup Melemah di Atas Rp17.400/US$


Diubah oleh jaguarxj220 11-05-2026 22:15
0
117
8
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan