Kaskus

News

doradick913Avatar border
TS
doradick913
Eksplorasi Sisi Gelap Gemerlap Dunia Bintang Pop dalam Film MOTHERMARY (2026)
Eksplorasi Sisi Gelap Gemerlap Dunia Bintang Pop dalam Film MOTHERMARY (2026)

Jakarta - Para penikmat sinema, khususnya penggemar karya-karya unik dari studio independen A24, kembali disuguhkan sebuah tontonan memikat. Film bergenre thriller psikologis yang dipadukan dengan drama musikal, "Mother Mary", telah resmi mengudara di bioskop-bioskop seluruh Indonesia sejak Jumat, 24 April 2026.
​Disutradarai sekaligus ditulis naskahnya oleh sineas brilian David Lowery (yang sebelumnya sukses membesut "A Ghost Story" dan "The Green Knight"), film ini membawa penonton menyelami relung batin yang rapuh dari seorang diva pop dunia. Aktris pemenang Oscar, Anne Hathaway, didapuk untuk memerankan karakter utama sang diva, beradu akting dengan bintang asal Inggris, Michaela Coel.
​Kembalinya Sang Diva dan Terbukanya Luka Masa Lalu
​Meski judulnya terdengar agamis, "Mother Mary" sama sekali bukan film religi. Ceritanya berfokus pada kehidupan seorang bintang pop ikonis bernama Mother Mary (Anne Hathaway). Dikenal dengan persona panggung yang spektakuler dan glamor, Mary rupanya menyimpan trauma psikologis yang mendalam. Ia sempat vakum dan menghilang dari sorotan publik setelah mengakhiri tur besarnya secara mendadak akibat krisis mental dan artistik.
​Setelah beberapa tahun, Mary bersiap untuk melakukan comeback besar-besaran lewat sebuah konser. Namun, kepanikan melandanya menjelang hari-H. Ia merasa frustrasi karena tidak ada satu pun desain kostum panggung yang cocok untuknya.
​Dalam keputusasaan dan waktu persiapan yang semakin mepet, Mary mengambil langkah nekat dengan mendatangi Sam Anselm (Michaela Coel), seorang perancang busana berbakat yang juga merupakan sahabat lamanya. Hubungan mereka di masa lalu merenggang dan berubah menjadi permusuhan karena Sam merasa ditinggalkan saat Mary meraih puncak kesuksesannya.
​Kunjungan Mary yang tiba-tiba ini memaksa keduanya untuk kembali berinteraksi. Proses pembuatan kostum yang intens perlahan membuka kembali luka lama, rasa bersalah, dan konflik emosional yang belum terselesaikan. Dialog-dialog tek-tok yang tajam dan konfrontasi psikologis antara Mary dan Sam menjadi sajian utama yang memacu emosi penonton.
​Kolaborasi Musik dan Visual yang Memukau
​Tidak hanya mengandalkan naskah dan adu akting yang brilian dari Anne Hathaway dan Michaela Coel, "Mother Mary" juga dipuji karena pendekatan visualnya yang sangat artistik. David Lowery berhasil meramu set desain yang megah khas dunia mode dan entertainment, dipadukan dengan transisi adegan yang reflektif.
​Sebagai film yang mengangkat kehidupan musisi, aspek tata suara tentu menjadi pilar penting. Menariknya, "Mother Mary" menggandeng produser musik kenamaan Jack Antonoff serta musisi pop Charli XCX untuk menggarap lagu-lagu orisinalnya. Alunan musik bergenre industrial techno, termasuk gubahan dari FKA Twigs, semakin menambah nuansa intens, modern, dan misterius dalam film ini.
​Selain dua pemeran utama di atas, film berdurasi 112 menit ini juga bertabur bintang-bintang papan atas lainnya, seperti Hunter Schafer, FKA Twigs, Kaia Gerber, Alba Baptista, Sian Clifford, dan Jessica Brown Findlay.
​Bagi Anda yang mencari pengalaman sinematik yang berbeda—menawarkan eksplorasi kesehatan mental yang mendalam, visual yang memanjakan mata, serta intrik di balik gemerlap panggung hiburan—"Mother Mary" adalah pilihan yang tepat. Film dengan klasifikasi usia penonton 17 Tahun ke atas (17+) ini sudah dapat disaksikan di jaringan bioskop di Indonesia.
0
9
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan