- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita Luar Negeri
RI Pegang Smelter, Filipina Punya Bijih—Kombonya Bahaya Nih
TS
sansnomics
RI Pegang Smelter, Filipina Punya Bijih—Kombonya Bahaya Nih

Kerja sama industri nikel antara Indonesia dan Filipina. (Foto: ekon.go.id)
Gan, Indonesia sama Filipina sekarang makin kompak di industri nikel 👀
Menko Airlangga Hartarto langsung nyaksiin penandatanganan kerja sama antara APNI dan PNIA di Cebu, Filipina.
Gan, Indonesia sama Filipina sekarang makin kompak di industri nikel 👀
Menko Airlangga Hartarto langsung nyaksiin penandatanganan kerja sama antara APNI dan PNIA di Cebu, Filipina.
Kenapa ini penting?
Karena dua negara ini ternyata nguasain sekitar 73,6% produksi nikel dunia😳
Indonesia sendiri jadi pemain paling gede, nyumbang sekitar 66,7%. Filipina juga lumayan kuat di angka 6,9%.
Kata Menko Airlangga, ini bukan kerja sama biasa.
Indonesia punya kekuatan di hilirisasi sama smelter, sementara Filipina punya pasokan bijih nikelnya. Jadi kalau digabung, rantainya makin kuat.
Kerja samanya juga nggak cuma soal jual beli doang, tapi:
[ul][li]Tukar informasi perdagangan nikel[/li][li]Pengembangan teknologi hilirisasi[/li][li]Sampai pengembangan SDM industri nikel
[/li][/ul]Sekarang industri nikel Indonesia juga lagi ngebut banget.
Ekspor produk olahan nikel tahun 2025 aja udah tembus USD9,73 miliar 🔥
Dan ke depan, investasinya diprediksi makin gede plus nyerap banyak tenaga kerja.
Menko Airlangga juga bilang, nikel sekarang jadi “barang panas” di era transisi energi.
Soalnya bahan ini penting buat baterai mobil listrik sama penyimpanan energi.
Jadi intinya gan, ini bukan cuma soal tambang. Tapi soal siapa yang bakal pegang peran besar di masa depan energi hijau dunia 😏🔥
Sumber
0
36
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan