Quote:
Menag harap Indonesia dapat jadi contoh negara paling toleran di dunia
Sabtu, 9 Mei 2026 13:19

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan sambutan dalam kegiatan Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinekaan Lintas Agama di Katedral, Jakarta, Sabtu (9/5/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.
Jakarta (ANTARA) -
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berharap agar Indonesia dapat menjadi contoh negara paling majemuk sekaligus paling toleran dan paling rukun di dunia.
"Itu harapan kita, ekspektasi ke depan. Tidak ada orang, tidak ada manusia, etnik mana pun yang tidak suka dengan kerukunan, kedamaian, dan toleransi," kata Nasaruddin di Jakarta, Sabtu.
Dia mengatakan semenjak merdeka, tingkat kerukunan di Indonesia semakin tinggi. Hal ini didukung oleh peran Kepala Negara yang memberikan ruang kepada umat beragama.
Untuk itu, Nasaruddin berharap tidak ada pihak yang mengganggu kedamaian tersebut.
Lebih lanjut, dia menuturkan salah satu simbol toleransi Indonesia, yakni hadirnya terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta.
Alhamdulillah
Quote:
Indonesia Dibidik Jadi Negara Paling Toleran di Dunia, Menag: Jangan Rusak Kerukunan!
Fadel Prayoga, daulat.co
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:00 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar (Foto: Kemenag)
daulat.co - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menargetkan Indonesia menjadi negara paling majemuk sekaligus paling toleran di dunia.
Ia menilai kerukunan sebagai kekuatan utama yang harus terus dijaga di tengah keberagaman bangsa.
"Itu harapan kita, ekspektasi ke depan. Tidak ada orang, tidak ada manusia, etnik mana pun yang tidak suka dengan kerukunan, kedamaian, dan toleransi," kata Nasaruddin di Jakarta, Sabtu (9/5).
Ia menjelaskan, sejak kemerdekaan, tingkat harmoni antarumat beragama di Indonesia terus menunjukkan tren positif.
Kondisi tersebut, menurutnya, tidak lepas dari peran kepala negara yang memberi ruang kebebasan beribadah bagi seluruh pemeluk agama.
Ia pun mengingatkan agar tidak ada pihak yang merusak stabilitas dan kedamaian yang telah terbangun.
Selain itu, pentingnya menjaga suasana harmonis sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Salah satu simbol nyata toleransi di Indonesia, lanjutnya, adalah keberadaan Terowongan Silaturahmi.
Fasilitas ini menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta sebagai representasi persatuan lintas iman.
"Insha Allah, ke depan, tak berhenti di sini. Kami juga akan melanjutkan dengan melakukan berbagai macam kegiatan lintas budaya, lintas etnik, lintas agama, lintas kebudayaan, dan betul-betul Indonesia itu suatu keutuhan, Indonesia itu sebuah konfigurasi seperti lukisan," ujar Nasaruddin.
Ia juga mengapresiasi capaian Jakarta yang baru-baru ini masuk jajaran kota teraman di Asia Tenggara.
Menurutnya, prestasi tersebut menjadi indikator kuatnya stabilitas sosial dan tingkat kerukunan masyarakat.
"Kita sudah mengalahkan Filipina dan mengalahkan negara-negara lain di Asia Tenggara. Tingkat kerukunan kita pun juga mencapai puncaknya, mohon dipertahankan," kata Nasaruddin.
Berdasarkan laporan Global Residence Index edisi 16 Januari 2026, Jakarta menempati posisi kedua kota teraman di Asia Tenggara.
Kota ini memperoleh skor 0,72, berada di bawah Singapura yang mencatat skor 0,90.
Nasaruddin berharap capaian Jakarta dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
Ia mendorong seluruh wilayah meniru keberhasilan tersebut dalam menjaga keamanan dan keharmonisan masyarakat.
[url=https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://www.daulaS E N S O Rnasional/amp/1232673895/indonesia-dibidik-jadi-negara-paling-toleran-di-dunia-menag-jangan-rusak-kerukunan&ved=2ahUKEwjy193Sz66UAxVe1zgGHQMHBe0QyM8BKAB6BAgNEAE&usg=AOvVaw2se4oeP_om2kBLJiFa7Rwh]Beruntung kan hidup di Indonesia?
Makanya bersyukur![/url]