- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Evaluasi MBG Berulat Viral: Bupati Sebut Siswa Makan di Bawah Pohon, DPRD Bungkam
TS
mbia
Evaluasi MBG Berulat Viral: Bupati Sebut Siswa Makan di Bawah Pohon, DPRD Bungkam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Evaluasi-MBG-Berulat-Viral-di-Lumajang-Bupati-Sebut-Siswa-Makan-di-Bawah-Pohon-DPRD-Pilih-Bungkam.jpg)
SURYAMALANG.COM, LUMAJANG - Buntut temuan ulat pada menu daging ayam di SDN Madurejo 02 Pasirian, Bupati Lumajang, Indah Amperawati meminta pihak sekolah memperketat ketertiban dengan mewajibkan siswa makan di dalam kelas.
Bupati mensinyalir kontaminasi tersebut terjadi, karena siswa makan di luar ruangan atau di bawah pohon, sehingga rawan kejatuhan hewan dari lingkungan sekitar.
Di sisi lain, bungkamnya pimpinan DPRD Lumajang terkait persoalan ini, menjadi sorotan di tengah upaya pemerintah mengevaluasi standar pelayanan gizi di wilayah tersebut.
Viral Temuan Ulat dalam Menu MBG
Insiden tersebut terekam dalam video berdurasi 37 detik yang memperlihatkan seorang siswa berpakaian olahraga bersama guru membuka menu yang baru tiba.
Dalam video tersebut, seekor ulat putih kecil tampak merayap di atas daging ayam yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Berlian Berkah Jaya.
Sontak, guru perempuan yang melihat hal itu langsung menunjuk ke arah makanan tersebut.
"Itu, apa itu pak. Ini ikannya segera ditarik. Semua ikan (daging ayam) segera dikembalikan," kata guru di dalam video tersebut.
Berdasarkan konfirmasi di lokasi, seorang siswa kelas 5 bernama Mamat menjelaskan menu tersebut baru dibagikan kepada murid kelas 4 yang sedang olahraga.
"Menu MBG hari ini ayam, tapi tidak sempat dimakan, banyak belatungnya. Cuma kelas 4 yang dibagikan, terus ada belatungnya, yang lain belum dibagikan," ujar Mamat yang mengaku kejadian ini baru pertama kali terjadi.
Akan tetapi, Kepala SDN Madurejo 02, Yudik Tri Yulianto, enggan berkomentar dan menolak untuk diwawancarai.
Respons Bupati dan Evaluasi
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, angkat bicara mengenai kejadian tersebut pada Sabtu (9/5/2026).
Menurut Indah, hal ini menjadi evaluasi bagi pihak sekolah agar mewajibkan siswa menyantap MBG di dalam kelas, bukan di luar ruangan.
"Itu terdapat dalam satu ompreng dan kebetulan anaknya makan di luar di bawah pohon. Makanya saya minta pihak sekolah kalau makan dalam kondisi bersama sama, tertib dan di dalam kelas," ujarnya.
Indah menilai, langkah ini penting untuk menjaga higienitas makanan agar tidak kejatuhan hewan dari lingkungan luar.
"Jangan kemana-mana. Jadi berdoa, makan bersama sama di dalam kelas masing-masing, itu lebih aman," beber politisi perempuan dari Partai Gerindra tersebut.
Klarifikasi Pengelola dan Dampak
Menanggapi insiden ini, Kepala Dapur Sehat SPPG Yayasan Berlian Berkah Jaya, Jesika, mengaku telah menarik semua makanan untuk diperiksa kembali dan memberikan kompensasi kepada pihak sekolah.
Jesika menilai, menu tersebut sebetulnya tidak bermasalah karena sebagian murid lain telah mengonsumsi menu yang sama di waktu yang sama tanpa temuan serupa.
"Dari menu yang kami tarik itu tidak ada kekurangan sama sekali. Hanya satu ompreng itu, pihak sekolah juga sudah mengecek juga, dan ada beberapa siswa sudah memakan menu tersebut," ungkap Jesika.
Jesika menduga keberadaan ulat berasal dari faktor eksternal.
"Siswa kan tidak tahu itu ulat dari mana. Kalau pun itu belatung, telur lalat kan ada banyak. Bisa jadi dari eksternal seperti kejatuhan atau semacamnya," tuturnya.
Di sisi lain, Bupati Indah mengungkapkan, saat ini baru terdapat 75 SPPG di Lumajang dengan target pengembangan mencapai 150 dapur sehat.
Meski perputaran keuangan MBG belum dihitung secara rinci, Indah mengklaim program ini telah menumbuhkan perekonomian rakyat.
"Perekonomian rakyat semakin tumbuh dan ini saya buktikan di satu tahun, pertumbuhan dari 4,5 persen menjadi 5,35," kata Indah.
DPRD Lumajang Pilih Bungkam
Sementara itu, jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lumajang memilih bungkam atas temuan ulat dalam menu MBG tersebut.
Lembaga parlemen ini berdalih tidak memiliki wewenang untuk memberikan komentar.
"DPR tidak komen masalah MBG. Tidak bisa, tidak ada kewenangan di sini," tegas Ketua Komisi D DPRD Lumajang, Supratman, melalui pesan suara WhatsApp.
Hal senada ditunjukkan oleh Ketua DPRD Lumajang, Oktafiyani, yang tidak merespons konfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat hingga berita diterbitkan.
https://suryamalang.tribunnews.com/j...pilih-bungkam?
Dari pohon turun ke piring
jpnnberita dan 4 lainnya memberi reputasi
5
347
11
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan