Mahasiswi LPDP Asal Indonesia Ukir Prestasi Global
Oleh - Dini Nastiti Wardani
Editor - Abdul Wahab
09 Mei 2026 09:32 WIB
Surabaya

Veronica Sabathania Pamilaar, mahasiswi asal Indonesia berprestasi di kancah internasional. (Foto: dok. Thania).
Dengarkan Berita
RRI.CO.ID, Surabaya — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Indonesia di panggung internasional. Veronica Sabathania Pamilaar, atau yang akrab disapa Thania, berhasil menunjukkan kiprahnya di bidang kewirausahaan dan pendidikan inklusif selama menempuh studi magister MSc Entrepreneurship di University College London (UCL), Inggris.
Thania melanjutkan pendidikan pascasarjana melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Di sela aktivitas akademiknya, ia tetap aktif mengembangkan gagasan inovatif di bidang pendidikan melalui perusahaan rintisannya, Hai Booca (PT Karya Kreasindo Global).
Perusahaan tersebut bergerak di bidang pendidikan anak melalui penerbitan buku interaktif serta aplikasi edukasi berbasis permainan. Fokus tersebut sekaligus menjadi benang merah kiprah Thania selama berada di Inggris, terutama dalam mendorong pendidikan inklusif bagi anak-anak.
Maret 2026, Thania berhasil meraih juara pertama dalam ajang UCL Innovation & Entrepreneurship x Google UK Hackathon. Capaian itu menjadi salah satu pencapaian penting yang mengukuhkan kapasitasnya di bidang inovasi dan kewirausahaan.
“Saya ingin membuktikan bahwa inovasi dari Indonesia mampu bersaing di level global. Hai Booca lahir dari keyakinan bahwa setiap anak berhak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, inklusif, dan bermakna,” ujarnya kepada RRI, Sabtu, 9 Mei 2026.
Pengakuan internasional terhadap kiprah Thania tidak berhenti di situ. April 2026, ia dinobatkan sebagai Pioneer in Inclusive Learning and Special Needs Empowerment dalam World Leaders Summit, UK Chapter di Oxford.
Memasuki Mei 2026, Thania juga dipercaya menjadi pembicara utama sekaligus menerima Inclusive Education Leadership Award dalam ajang Vanguard Impact Summit and Awards di Bangkok. Menurutnya, seluruh penghargaan tersebut bukan semata capaian pribadi, melainkan bentuk tanggung jawab untuk terus menghadirkan dampak nyata melalui pendidikan.
“Setiap penghargaan yang saya terima adalah pengingat bahwa masih banyak anak yang membutuhkan akses pendidikan yang ramah dan inklusif. Itu yang terus mendorong saya untuk berkarya lebih jauh,” katanya.
Saat ini, Thania tengah mempersiapkan langkah berikutnya melalui perluasan karya literasi anak ke pasar internasional. Setelah menerbitkan lima buku anak interaktif edukatif, ia menargetkan karya-karyanya dapat terbit di Inggris dan menjangkau pasar global pada akhir 2026.
“Harapan saya sederhana, karya anak bangsa bisa hadir di berbagai negara dan memberi manfaat nyata bagi lebih banyak anak di dunia,” ujarnya.
Perjalanan Thania menjadi bukti bahwa anak muda Indonesia tidak hanya mampu berprestasi di kancah global, tetapi juga menghadirkan inovasi yang membawa dampak sosial nyata, khususnya di bidang pendidikan inklusif.
Sekarang malah netizen banyak dukung kabur aja dulu n ada WN Belanda yang kasus adopsi ilegal yang sekarang mau pindah jadi WNI malah ditakut-takuti Indonesia suram