- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Ekonomi RI Boleh Kalah Cepat dari Vietnam, Tapi Fundamental Lebih Baik
TS
aleksandronesta
Ekonomi RI Boleh Kalah Cepat dari Vietnam, Tapi Fundamental Lebih Baik
Quote:
Ekonomi RI Boleh Kalah Cepat dari Vietnam, Tapi Fundamental Lebih Baik
Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Kamis, 07/05/2026 12:30 WIB

Foto: Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mampu tumbuh 5,61% yoy atau tertinggi sejak kuartal III-2022 masih kalah dibanding kecepatan pertumbuhan Vietnam yang melesat di level 7,8%.
Juda Agung menjelaskan, cepatnya pertumbuhan ekonomi Vietnam tak terlepas dari kemampuannya dalam memanfaatkan relokasi industri dari China. Sebagaimana diketahui relokasi itu meningkat drastis sejak terus memanasnya perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China mulai 2018.
"Vietnam memang tumbuh lebih tinggi, pertama dia dapat banyak limpahan relokasi dari China," kata Juda dalam acara Rakorbangpus 2026 Dalam Rangka Penyusunan RKP Tahun 2027 di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Meski pertumbuhan ekonomi Vietnam masih lebih cepat, Juda mengingatkan, fundamental ekonominya tidak sekuat Indonesia. Salah satunya tercermin dari level cadangan devisa.
Cadangan devisa atau cadev Indonesia memang tercatat lebih tinggi dari Vietnam, besarannya mencapai US$ 156 miliar pada akhir Desember 2025, sedangkan Vietnam hanya sebesar US$ 83 miliar pada periode yang sama.
"Tetapi kalau kita lihat fundamentalnya, Indonesia fundamentalnya jauh lebih baik. Salah satu indikator saja cadangan devisa Vietnam di bawah 3% bulan impor, sementara kita masih sekitar 6%," tegasnya.
Kendati masih kalah cepat dengan Vietnam, Juda mengingatkan, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 sebetulnya masih lebih tinggi dibanding negara lain anggota G20. Malaysia misalnya, hanya mampu tumbuh 5,3% pada periode itu, China 5%, Singapura 4,6%, Korea Selatan 3,6%, dan Amerika Serikat 2,7%.
"Di kuartal I yang datanya sudah keluar itu kita memang tumbuh relatif lebih tinggi dari yang lain, dengan Malaysia, Singapura, event dengan China yang biasanya tumbuh cukup tinggi. Lalu dengan Korea, apalagi dengan Amerika," kata Juda.
(arj/arj)
Mantap
Quote:
Ekonomi Vietnam Tumbuh Sampai 7,8%, Wamenkeu: Fundamental RI Lebih Baik
Retno Ayuningrum - detikFinance
Kamis, 07 Mei 2026 12:06 WIB
BAGIKAN
Komentar

Foto: Muhammad Firman Maulana/detikFoto
Jakarta -
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada triwulan I-2026. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lebih tinggi dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.
"Kalau kita bandingkan dengan negara lain, di kuartal-I yang datanya sudah keluar, itu memang kita tumbuh relatif lebih tinggi dari yang lain dengan Malaysia, dengan Singapura," ujar Juda dalam Rachmat dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) RKP Tahun 2027 di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan, ekonomi Malaysia tumbuh 5,3% dan Singapura tumbuh 4,6% pada kuartal I-2026. Juda mengatakan ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan China, Korea Selatan, Amerika Serikat (AS) yang masing-masing 5%, 3,6%, dan 2,7%.
Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih kalah dengan Vietnam. Pada periode yang sama, ekonomi Vietnam tumbuh 7,8%.
Menurut Juda, hal tersebut tak lepas dari Vietnam yang menerima relokasi pabrik dari China. Kendati begitu, Juda menilai fundamental Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan Vietnam.
"Vietnam memang tumbuh lebih tinggi. Pertama dia dapat banyak limpahan relokasi dari China. Tetapi kalau kita lihat fundamentalnya, Vietnam itu, Indonesia fundamentalnya jauh lebih baik," jelas Juda.
Juda memberikan salah satu indikator di mana ketahanan ekonomi Indonesia lebih baik dibanding Vietnam, seperti cadangan devisa. Juga menyebut cadangan devisa Vietnam di bawah 3 bulan impor. Sementara cadangan devisa Indonesia mencakup 6 bulan impor.
"Ambil salah satu indikator saja, cadangan devisa Vietnam itu di bawah 3 bulan impor. Sementara kita masih sekitar 6% bulan impor, mendekati sekian 6 bulan impor. Jadi memang kalau kita bandingkan negara lain, kita bisa tumbuh cukup tinggi dengan tidak mengorbankan pada stabilitas," terang Juda.
Dari ane buruh pabrik 3 juta 2009 sampai dagang sekarang pun sama saja
Duit habis mulu habis mulu😁
Indonesia boros 2045
0
154
Kutip
5
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan