Kaskus

Entertainment

https://s.kaskus.id/images/2026/05/08/11639612_2201_20260508014909.jpg
https://s.kaskus.id/images/2026/05/08/11639612_66_20260508014921.png
1/2
taritaliAvatar border
TS
taritali
Bukan Lagi Minyak, Rare Earth Kini Jadi Senjata Baru China di Perang Dagang Global!
Dominasi China dalam industri mineral tanah jarang atau rare earth makin menunjukkan bahwa perang dagang modern bukan lagi sekadar soal tarif atau ekspor-impor barang konsumsi.

Sekarang, yang jauh lebih penting adalah siapa yang menguasai rantai pasok mineral strategis.

Rare earth sangat penting untuk banyak industri masa depan, seperti kendaraan listrik, baterai, turbin angin, semikonduktor, smartphone, hingga teknologi pertahanan.

Masalahnya, posisi China di sektor ini sudah sangat dominan. Menurut data Bloomberg Economics, China menguasai sekitar 83% produksi tambang rare earth dunia, 91% pemisahan rare earth oxide, dan 94% manufaktur magnet rare earth global.

Bahkan, China disebut menguasai 90,9% light rare earth dan 98,9% heavy rare earth.

Dominasi ini bukan muncul dalam waktu singkat. China membangunnya selama puluhan tahun melalui subsidi, kebijakan industri yang agresif, dan penguatan basis manufaktur dalam negeri.

Selain itu, lebih dari 70% produksi rare earth China diserap oleh pasar domestik untuk mendukung industri semikonduktor, kendaraan listrik, energi hijau, petrokimia, dan baja.

Artinya, China tidak hanya menguasai bahan baku, tetapi juga proses produksi hingga rantai nilai tambahnya.

AS dan sekutunya memang mulai membangun fasilitas pemrosesan rare earth di luar China, seperti di AS, Malaysia, India, dan Estonia. Namun kapasitasnya masih jauh tertinggal, terutama untuk heavy rare earth seperti Dysprosium dan Terbium.

Karena itu, negara-negara Barat masih sulit lepas dari ketergantungan terhadap China.

Dalam konteks geopolitik, rare earth kini bisa menjadi alat tawar strategis. Dulu minyak menjadi sumber kekuatan besar bagi negara produsen. Sekarang, mineral kritis seperti rare earth mulai memainkan peran serupa.

Jika tensi China dan Barat kembali memanas, rare earth bisa menjadi salah satu kartu penting yang digunakan Beijing dalam perang dagang global.

Sumber: Bloomberg
jpnnberitaAvatar border
jpnnberita memberi reputasi
1
65
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan