- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Rupiah Ditutup Hijau di Rp17.342/US$
TS
jaguarxj220
Rupiah Ditutup Hijau di Rp17.342/US$
Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat 0,27% ke posisi Rp17.342/US$ pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (7/5/2026).
Apresiasi rupiah sejalan dengan pergerakan indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama yang melemah 0,11% ke 97,91 dan harga minyak mentah kembali anjlok 2,18% ke US$99 per barel pada siang ini. Laju harga minyak yang tertahan membuat mata uang kawasan kompak menguat.
Dari kawasan, peso Filipina memimpin penguatan disusul rupee India, ringgit Malaysia, baht Thailand, rupiah, dolat Taiwan dan Singapura. Lalu yuan offshore dan China serta yen Jepang juga menguat bersamaan.

Apresiasi rupiah sejalan dengan pergerakan indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama yang melemah 0,11% ke 97,91 dan harga minyak mentah kembali anjlok 2,18% ke US$99 per barel pada siang ini. Laju harga minyak yang tertahan membuat mata uang kawasan kompak menguat.
Dari kawasan, peso Filipina memimpin penguatan disusul rupee India, ringgit Malaysia, baht Thailand, rupiah, dolat Taiwan dan Singapura. Lalu yuan offshore dan China serta yen Jepang juga menguat bersamaan.

Pergerakan mata uang kawasan pada Kamis (7/5/2026). (Bloomberg)
Hanya won Korea Selatan yang berbalik melemah terbatas pada sesi sore ini.
Penguatan mata uang kawasan ditopang oleh yuan offshore yang melanjutkan reli dan menembus CNY 6,8 per dolar AS ke posisi terkuat sejak Februari 2023. Penguatan ini ditopang oleh penetapan kurs referensi (fixing) yang lebih kuat oleh People’s Bank of China (PBOC), serta pelemahan dolar AS di tengah optimisme terhadap potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Penguatan mata uang kawasan ditopang oleh yuan offshore yang melanjutkan reli dan menembus CNY 6,8 per dolar AS ke posisi terkuat sejak Februari 2023. Penguatan ini ditopang oleh penetapan kurs referensi (fixing) yang lebih kuat oleh People’s Bank of China (PBOC), serta pelemahan dolar AS di tengah optimisme terhadap potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
PBOC menetapkan kurs referensi yuan hari ini di 6,8487 per dolar AS, terkuat sejak Maret 2023. Namun, fixing tersebut masih lebih lemah dibandingkan estimasi rata-rata survei harian Bloomberg terhadap analis dan trader yang berada di 6,8097.
“Saya tidak melihat PBOC ingin mempertahankan yuan di level tertentu, khususnya terhadap dolar AS. Tren dolar masih cenderung bearish untuk beberapa kuartal ke depan dan kami masih memperkirakan USD/CNY bergerak di bawah level 6,80” ujar Fiona Lim, strategist Maybank, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Hingga April, yuan offshore mencatat skor positioning valuta asing (FX) Bloomberg Intelligence terendah di kawasan emerging market (EM) Asia. Kondisi ini mencerminkan rendahnya daya tarik aset tersebut untuk dimiliki berdasarkan metrik model Bloomberg Intelligence, seperti ditulis analis valas Chunyu Zhang dalam catatannya.
Sebaliknya, rupiah Indonesia justru membukukan skor tertinggi di kawasan, menunjukkan minat kepemilikan yang relatif lebih kuat dibanding mata uang Asia lainnya. Secara umum, seluruh mata uang Asia masih mencatat skor positioning positif, kecuali yuan offshore.
Meski demikian, menurut Zhang, performa mata uang Asia sepanjang April bergerak beragam. Won Korea Selatan tampil sebagai mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan, sedangkan rupiah Indonesia mencatat kinerja paling lemah dari sisi imbal hasil.
Penguatan yang terjadi di pasar valuta asing ikut menyengat aksi beli di pasar Surat Utang Negara (SUN). Semua tenor mencatat penurunan imbal hasil, bahkan tenor acuan 10 tahun mengalami penurunan imbal hasil 9,8 bps ke 6,63%.
Data yang dihimpun Bloomberg hingga 30 April, investor masih tercatat masuk ke pasar SUN domestik sebanyak US$263 juta, secara harian dan US$476,8 juta secara mingguan.
“Saya tidak melihat PBOC ingin mempertahankan yuan di level tertentu, khususnya terhadap dolar AS. Tren dolar masih cenderung bearish untuk beberapa kuartal ke depan dan kami masih memperkirakan USD/CNY bergerak di bawah level 6,80” ujar Fiona Lim, strategist Maybank, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Hingga April, yuan offshore mencatat skor positioning valuta asing (FX) Bloomberg Intelligence terendah di kawasan emerging market (EM) Asia. Kondisi ini mencerminkan rendahnya daya tarik aset tersebut untuk dimiliki berdasarkan metrik model Bloomberg Intelligence, seperti ditulis analis valas Chunyu Zhang dalam catatannya.
Sebaliknya, rupiah Indonesia justru membukukan skor tertinggi di kawasan, menunjukkan minat kepemilikan yang relatif lebih kuat dibanding mata uang Asia lainnya. Secara umum, seluruh mata uang Asia masih mencatat skor positioning positif, kecuali yuan offshore.
Meski demikian, menurut Zhang, performa mata uang Asia sepanjang April bergerak beragam. Won Korea Selatan tampil sebagai mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan, sedangkan rupiah Indonesia mencatat kinerja paling lemah dari sisi imbal hasil.
Penguatan yang terjadi di pasar valuta asing ikut menyengat aksi beli di pasar Surat Utang Negara (SUN). Semua tenor mencatat penurunan imbal hasil, bahkan tenor acuan 10 tahun mengalami penurunan imbal hasil 9,8 bps ke 6,63%.
Data yang dihimpun Bloomberg hingga 30 April, investor masih tercatat masuk ke pasar SUN domestik sebanyak US$263 juta, secara harian dan US$476,8 juta secara mingguan.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/108314/rupiah-ditutup-hijau-di-rp17-342-us/
Mumpung Dollar lagi turun, buruan diserok dulu.
Limitnya cuma USD 25ribu per bulan loh.
teguhjepang9932 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
53
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan