Kaskus

Story

veils.srAvatar border
TS
veils.sr
Dont Judge By The Cover
Don’t judge by the cover
Memang ya sesuatu itu tidak bisa dinilai dari luarnya saja, terkadang kita harus berhadapan langsung dengan hal tersebut baru bisa kita menilai bagaimananya.

Aku merasakan langsung kalimat “don’t judge by the cover”. Rasanya sungguh sangat sangat penuh plot twist, jadi sore itu sekitar pukul 16.45 wib aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku kebetulan aku ditemani mamakku. Dan mamak ingin membeli pakan ayam di salah satu outlet terdekat dari tempatku bekerja. Dan kebetulan sekali anak pemilik outlet tersebut merupakan teman sekelasku waktu SMA. Kita sebut saja nama temanku itu R

Sebenarnya aku tidak kenal dengan orang tua R ini secara personal. Tapi… aku pernah lihat ibu R ini di salah satu story instagram temanku dan disana dia terlihat sangat baik sekali ramah dan murah senyum cocok dengan perawakan wajah yang ia miliki. Namun pada sore itu aku melihat jauh dari apa yang aku lihat di video. Aku tidak tahu apa yang sedang ia rasakan atau moodnya sedang tidak bagus atau apalah, pada sore itu saat kami ingin membeli pangan tersebut.

Saat aku sampai di depan oulet nya dia tampak sedang beres beres ingin menutup outlet tersebut. Lalu aku bertanya pada ibuk R ini apakah masih ada dan kemudian dia menjawab dengan cukup ketus “ada”. Kemudian mamak memesan 2kg dan mamak sempat bilang untuk anak ayam. Kemudia dia mengambilkan tetap dengan ekspresi wajah datar sedikit berkerut, tidak ramah sekali dan pada saat itu aku masih coba berfikir positif “oh mungkin dia capek atau kesal karena dia mau tutup tapi kami datang untuk belanja” ucapku dalam hati tapi bagaimanapun juga aku kan seorang pembeli dan aku merasa tidak etis saja seorang penjual bersikap seperti itu. Kalau memang sudah mau tutup bilang saja tutup dan kami pun tidak akan belanja disitu.

Puncaknya saat dia memberikan pakan ayam itu ke mamak dan ketika mamak lihat ternyata pakan tersebut terlalu halus jadi mamak meminta untuk ditukar ke yang lebih kasar. Namun reaksinya sungguh diluar ekspetasi ku, ya sudah tentu dia marah marah menggerutu dan mengoceh sampai terdengar oleh kami berdua, mamak hanya membalas dengan senyuman dan itu membuat aku sangat marah pada ibu R juga sakit hati dengan perlakuannya. Dia marah karena mamak diawal bilang untuk anak ayam tapi saat dia memberikan pakan halus mamak malah minta tukar ke yang lebih kasar. Pada akhirnya dia menukar pakan ayam tersebut tapi dia tetap mengoceh tiada henti sampai aku membayar uangnya aku masih sempat mengucapkan “terimakasih buk” dan dia tidak membalas sama sekali.

Dalam perjalan pulang aku terus teringat akan perlakuan ibu R ini dan aku sangat takut kalau mamak terluka hatinya karena perlakuan ibu R tersebut.

Kesimpulannya adalah kita memang tidak bisa menilai orang dari tampilannya saja, walaupun looknya sangat baik tapi bisa jadi sikapnya tidak begitupun sebaliknya. Pesan untuk ibu R saya tidak berharap diperlakukan seperti raja karena saya pembeli tapi saya berharap ibu berlaku lah sewajarnya, perlakukan manusia layaknya manusia bersikaplah profesional jangan bawa masalah pribadi ibu dalam berdagang, saya pun kerja juga berdagang tapi setiap hari saya belajar untuk tidak mencampur adukkan masalah pribadi saya dengan pekerjaan. Saya yakin saat itu mungkin ibu ada masalah yang saya sendiri tidak tahu saya percaya itu bukan sikap asli ibu.
0
25
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan