Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
TPN-PB Tembak Kapal di Perairan Perbatasan Yahukimo–Asmat, Dua Anggota KKB Ditangkap
TPN-PB Tembak Kapal di Perairan Perbatasan Yahukimo–Asmat, Dua Anggota KKB Ditangkap
TPN-PB Tembak Kapal di Perairan Perbatasan Yahukimo–Asmat, Dua Anggota KKB Ditangkap

Redaksi
2 min read
May 5, 2026
2,270
No comments

Bagikan

dua unit kapal kayu diserang kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo pada Minggu, 3 Mei 2026.
Timika, fajarpapua.com – Situasi keamanan di wilayah perbatasan Kabupaten Yahukimo dan Asmat kembali memanas setelah dua unit kapal kayu diserang kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo pada Minggu, 3 Mei 2026.

Dalam siaran pers yang dirilis Senin (4/5), juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut serangan tersebut dilakukan oleh pasukan di bawah komando lapangan yang beroperasi di wilayah konflik bersenjata Yahukimo.

Berdasarkan pernyataan resmi TPNPB, insiden bermula saat dua kapal terdeteksi memasuki wilayah perairan perbatasan Yahukimo–Asmat.


TPNPB mengklaim kapal-kapal tersebut diduga membawa atau melakukan “pendoropan” (droping) personel yang disebut sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia ke wilayah yang mereka anggap sebagai zona konflik.

Menindaklanjuti hal itu, pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo yang terdiri dari unsur Batalyon Kanibal dan pasukan khusus kemudian melakukan penyerangan bersenjata terhadap kedua kapal tersebut.

Dalam pernyataannya, TPNPB menyatakan siap bertanggung jawab atas aksi tersebut dan menyebut penyerangan sebagai bagian dari operasi mereka di wilayah yang diklaim sebagai “zona merah”.

Selain itu, TPNPB juga kembali mengeluarkan imbauan kepada warga non-Papua dan pihak yang mereka sebut terkait dengan pemerintah Indonesia untuk meninggalkan wilayah Yahukimo.

Dalam rilis yang sama, TPNPB mengeluarkan sejumlah pernyataan, di antaranya meminta penghentian aktivitas sipil di wilayah Yahukimo serta penolakan terhadap berbagai aktivitas pembangunan.

Mereka juga mengklaim akan melanjutkan operasi bersenjata di wilayah tersebut.

Pernyataan tersebut juga berisi ancaman terhadap berbagai fasilitas dan aktivitas yang dianggap terkait dengan aparat keamanan, yang semakin meningkatkan kekhawatiran atas keselamatan warga sipil di daerah konflik.

Dua Anggota KKB Ditangkap

Sementara itu, aparat keamanan melalui Satgas Operasi Damai Cartenz terus melakukan penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata di Papua.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Faizal Rahmadani, mengungkapkan bahwa dua orang yang diduga anggota kelompok bersenjata dari Batalyon Yamue, Kodap XVI Yahukimo telah ditangkap di Dekai pada Jumat (1/5).

Keduanya masing-masing berinisial YH (25) dan MS alias BS (23). Dari hasil pemeriksaan awal, YH mengaku tidak aktif sebagai anggota, namun pernah membantu distribusi logistik.

Sementara MS mengaku bergabung sejak akhir 2024 dan diduga terlibat dalam aksi kekerasan, termasuk pembunuhan seorang pendulang emas pada April 2025.

MS kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal pembunuhan dalam KUHP dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

Hingga saat ini, aparat keamanan masih meningkatkan kewaspadaan di wilayah Yahukimo dan sekitarnya guna mengantisipasi eskalasi konflik.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan dari aparat setempat demi menjaga keselamatan bersama. (mas)

https://fajarpapua.com/2026/05/05/tp...kkb-ditangkap/

udah mulai berani nyerang kapal...

nanti kalau dibantai Kopaska dan Denjaka nanti teriak sipil dibantai emoticon-Big Grin


teguhjepang9932Avatar border
teguhjepang9932 memberi reputasi
1
28
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan