- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Purbaya Ajak Serok Saham: Banyak Orang Tak Sadar Ekonomi Kita Sedang Akselerasi
TS
aleksandronesta
Purbaya Ajak Serok Saham: Banyak Orang Tak Sadar Ekonomi Kita Sedang Akselerasi
Quote:
Purbaya Ajak Serok Saham: Banyak Orang Tak Sadar Ekonomi Kita Sedang Akselerasi
Kompas.com, 6 Mei 2026, 05:49 WIB
Adhyasta Dirgantara,
Jessi Carina
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengajak masyarakat untuk "menyerok" saham yang harganya sedang turun.
Dia menyebut ekonomi Indonesia sedang mengalami akselerasi, sehingga kondisinya akan membaik ke depan.
"Kan saya kemarin-kemarin bilang serok, serok, serok saja. Kalau mereka ikut mestinya nanti ke depan akan untung banyak," ujar Purbaya dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026) malam.
Purbaya pun menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen.
Hanya saja, kata Purbaya, banyak orang yang tidak menyadari kondisi ini, dan malah keluar dari pasar modal.
"Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi, itu yang tidak disadari banyak orang, sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal," kata dia.
Sementara itu, Purbaya mengisyaratkan pemerintah akan menyiapkan stimulus tambahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026.
Stimulus itu direncanakan mulai berjalan sekitar 1 Juni, seiring koordinasi dengan bank sentral untuk menjaga likuiditas.
"Kita akan memberikan stimulus tambahan ya ke perekonomian yang enggak lama lagi akan diumumkan. Ya mungkin 1 Juni akan mulai jalan," kata Purbaya.
Purbaya tegaskan ekonomi RI jauh dari krisis
Purbaya menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh dari bayang-bayang krisis seperti 1998.
Ia menjelaskan bahwa ada narasi yang beredar di media sosial tidak sejalan dengan data resmi yang menunjukkan ekonomi masih tumbuh solid.
Padahal jika mengacu pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
“Boro-boro resesi, malah naik, apalagi krisis. Banyak yang bilang kita mau rusak, ternyata salah prediksi,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Bendahara negara ini menyoroti maraknya narasi di media sosial, khususnya TikTok, yang menyamakan kondisi saat ini dengan krisis moneter 1997–1998.
Menurut dia, perbandingan tersebut tidak berdasar karena mengabaikan indikator ekonomi terkini.
Purbaya menegaskan, kondisi saat ini justru menunjukkan ekonomi masih berada dalam fase ekspansi, berbeda dengan situasi 1998 yang ditandai kontraksi dalam waktu panjang hingga memicu krisis politik.
“Kita sekarang masih ekspansi, masih akselerasi. Jadi jangan asal bikin cerita, lihat data yang betul,” kata dia.
Top bgt pak Pur

satriaberkudis dan antiketek memberi reputasi
2
285
Kutip
6
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan