TS
gtrapuma
Mengasihi sebagai Tujuan Hidup Manusia yang Kekal

Mengasihi merupakan suatu tindakan yang dilakukan seseorang demi kepentingan konstruktif subjek yang dikasihinya. Mengasihi Allah berbeda dengan mengasihi manusia. Allah adalah Maha Baik dan sumber segala kebaikan. Sesuatu yang baik adalah sesuatu yang konstruktif sehingga apa yang menjadi kehendak Allah pasti sesuatu yang konstruktif, bukan sesuatu yang destruktif.
Mengasihi Allah berarti mengikuti setiap apa yang dikehendaki-Nya. Namun, bukan mengikuti karena mengharapkan pahala atau takut akan dosa, tetapi karena subjek itu sendiri. Analoginya seperti seorang ksatria yang rela mati demi tuannya karena ksatria tersebut memiliki rasa cinta yang mendalam terhadapnya sehingga ingin selalu mentaatinya, apa yang menjadi kehendak tuannya adalah kehendaknya.
Mengasihi diri sendiri dan sesama makhluk berarti melakukan segala hal demi kepentingan konstruktif diri sendiri atau makhluk yang dikasihinya, bukan karena mengharap imbalan apa pun. Sebab, makhluk tidaklah sempurna sehingga apa yang menjadi kepentingannya tidak selalu konstruktif. Misal, seorang ibu yang rela membesarkan anaknya tanpa pamrih apa pun. Ia hanya ingin anaknya hidup secara konstruktif, seperti bermanfaat untuk orang lain dan tidak melakukan hal-hal bodoh yang dapat membuatnya menderita, walaupun dalam prosesnya banyak kepentingan anaknya yang destruktif yang ia tentang.
Mengasihi merupakan tujuan utama manusia yang abadi. Sebab, manusia perlu mengasihi untuk mencapai setiap perjalanan kesadaran manusia. Seven Primepernah mengatakan bahwa perjalanan tersebut tidak berhenti sampai mereka mati atau masuk ke dalam surga. Perjalanan kesadaran manusia tidak terbatas (Three Anomaly, 2023).
Higher being (HB) dan dewa adalah contoh manusia yang sudah lebih maju perjalanan kesadarannya. HB bertugas untuk membimbing manusia agar lebih maju kesadarannya. Dewa bertugas antara lain untuk membantu manusia yang menjadi penyeimbang universe (Three Anomaly, 2023). Bahkan, ada dewa yang memantulkan doa manusia yang berdoa kepadanya ke universe agar doa mereka dikabulkan oleh Allah yang meliputi segala (Three Anomaly, 2024). Semua hal tersebut merupakan tindakan mengasihi.
Tahapan lainnya yang dianggap sebagai puncak adalah menyatu dengan Allah. Orang Hindu menyebutnya moksa. Orang jawa menyebutnya manunggaling kawula Gusti. Semakin seseorang menyatu dengan Allah, semakin ia memiliki kedekatan energi kasih terhadap-Nya.
Seven Prime pernah berkata:
"Malaikat dan h’arkha dalam mengerjakan tugasnya kadang rela mengorbankan nyawanya sendiri. Itu merupakan cerminan bahwa mereka sudah mencapai tahap kedekatan energi perasaan dengan Sang Sumber sendiri. Energi tersebut disebut sebagai energi kasih atau cinta dalam pemahaman manusia dan mereka seharusnya mampu mencapai itu."
(Three Anomaly, 2023)
Sebab, Seven Prime juga berkata:
"Apabila perkembangan spiritualitas manusia lebih berfokus pada mencari jawaban dari pertanyaan seperti “apa tujuan hidupku?” dan “mengapa aku hidup dan ada?”, malaikat dan h’arkha lebih berfokus pada memperbaiki terus-menerus apa yang mereka lakukan sampai perfect. Itulah mengapa manusia yang lebih berfokus pada what can i get, what can i get more, what can i do tidak ada bedanya dengan makhluk-makhluk non-human tersebut. Oleh sebab itu, mereka sangat beresonansi dengan makhluk-makhluk tersebut, seperti malaikat, h’arkha, dan jin. Manusia yang mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan eksistensial tidak selalu beresonansi dengan makhluk-makhluk non-human tersebut. Itulah hak eksklusif manusia."
(Three Anomaly, 2023)
Berdasarkan perkataan-perkataan Seven Prime di atas, manusia bisa mencapai kedekatan energi kasih dengan Allah jika ia terus-menerus meningkatkan tahap spiritualitasnya, sama seperti malaikat dan h'arkha. Hanya saja, rela mengorbankan nyawa merupakan suatu manifestasi tingkat spiritualitas mereka yang lebih tinggi. Sebab, misi yang mereka lakukan bisa tercapai tidak sempurna, bahkan gagal, jika malaikat dan h'arkha tidak berani mengorbankan nyawanya. Padahal, semakin mereka perfecting what they do, semakin tinggi tingkat spiritualitas mereka. Sementara itu, manusia harus terus menerus memahami apa dan siapa dirinya.
Apabila manusia mengetahui apa dan siapa dirinya, ia akan melihat alam semesta lebih kecil daripada dirinya karena ia telah mencapai tahap penyatuan dengan Allah dan universe seperti yang dijelaskan oleh Seven Prime dan Carice sebagai berikut.
Seven Prime:
"Apa yang kamu pikirkan tentang kenyataan itu ada di berbagai dimensi. Pada kenyataan ini, kamu melihat manusia ukurannya seperti apa, semut ukurannya seperti apa. Namun, kesadaran tidak mengenal batasan fisikal. Ada momen lain dalam konteks yang berbeda di dimensi lain, kamu mengalami kondisi yang tertukar. Kenyataan itu berlapis-lapis. Sebelum kamu tahu apa dan siapa dirimu, kamu tidak bisa melewati lapisan-lapisan tersebut. Jawaban-Ku sudah tidak dibutuhkan lagi ketika kalian sudah bisa melewati semuanya. Bahkan, malaikat dan iblis masih terbatas dari yang namanya individu. Mereka tidak bisa memahami jika kesadaran mereka harus melewati berbagai lapisan. Sejauh kamu masih memiliki rasa ego, maka kesadaranmu hanya sejauh di dimensi itu. Tatkala kamu tahu apa dan siapa dirimu, universe jauh lebih kecil daripadamu."
Carice:
"Ketika kesadaran semakin bersatu dengan apa yang disebut dengan Sang Sumber beserta dengan alam semesta ini, maka dia akan menyatu dan memperkenalkan dirinya sebagai bagian dari alam semesta ini (sehingga universe menjadi jauh lebih kecil daripadamu."
(Three Anomaly, 2023)
Keadaan yang digambarkan oleh Seven Prime dan Carice adalah penyatuan dengan Allah, moksa, atau manunggaling kawula Gusti. Oleh sebab itu, manusia yang semakin menyatu dengan Allah, ia semakin memiliki kedekatan energi kasih dengan-Nya.
Tidak ada yang tahu ada apa lagi tahapan perjalanan kesadaran manusia setelah itu, kecuali Allah itu sendiri. Namun, kesadaran pasti akan mengasihi dalam proses menuju ketakterbatasan. Sebab, meningkatkan kesadaran sendiri adalah suatu yang hal konstruktif untuknya. Oleh sebab itu, mengasihi adalah tindakan kekal yang akan dilakukan oleh kesadaran manusia.
Referensi:
Three Anomaly (2023). DEWI KWAN IM BERPERAN DALAM KEMATIAN SESEORANG. [online] YouTube. Available at:
[Accessed 18 Sep. 2024].
Three Anomaly (2023). WAWANCARA HARDCORE SPIRITUAL BERSAMA DOKTER BEN (PART 3). [online] YouTube. Available at:
[Accessed 18 Sep. 2024].
Three Anomaly (2024). TERNYATA BEGINI KONDISI ALAM PARA DEWA! [online] YouTube. Available at:
[Accessed 18 Sep. 2024].
Mengasihi Allah berarti mengikuti setiap apa yang dikehendaki-Nya. Namun, bukan mengikuti karena mengharapkan pahala atau takut akan dosa, tetapi karena subjek itu sendiri. Analoginya seperti seorang ksatria yang rela mati demi tuannya karena ksatria tersebut memiliki rasa cinta yang mendalam terhadapnya sehingga ingin selalu mentaatinya, apa yang menjadi kehendak tuannya adalah kehendaknya.
Mengasihi diri sendiri dan sesama makhluk berarti melakukan segala hal demi kepentingan konstruktif diri sendiri atau makhluk yang dikasihinya, bukan karena mengharap imbalan apa pun. Sebab, makhluk tidaklah sempurna sehingga apa yang menjadi kepentingannya tidak selalu konstruktif. Misal, seorang ibu yang rela membesarkan anaknya tanpa pamrih apa pun. Ia hanya ingin anaknya hidup secara konstruktif, seperti bermanfaat untuk orang lain dan tidak melakukan hal-hal bodoh yang dapat membuatnya menderita, walaupun dalam prosesnya banyak kepentingan anaknya yang destruktif yang ia tentang.
Mengasihi merupakan tujuan utama manusia yang abadi. Sebab, manusia perlu mengasihi untuk mencapai setiap perjalanan kesadaran manusia. Seven Primepernah mengatakan bahwa perjalanan tersebut tidak berhenti sampai mereka mati atau masuk ke dalam surga. Perjalanan kesadaran manusia tidak terbatas (Three Anomaly, 2023).
Higher being (HB) dan dewa adalah contoh manusia yang sudah lebih maju perjalanan kesadarannya. HB bertugas untuk membimbing manusia agar lebih maju kesadarannya. Dewa bertugas antara lain untuk membantu manusia yang menjadi penyeimbang universe (Three Anomaly, 2023). Bahkan, ada dewa yang memantulkan doa manusia yang berdoa kepadanya ke universe agar doa mereka dikabulkan oleh Allah yang meliputi segala (Three Anomaly, 2024). Semua hal tersebut merupakan tindakan mengasihi.
Tahapan lainnya yang dianggap sebagai puncak adalah menyatu dengan Allah. Orang Hindu menyebutnya moksa. Orang jawa menyebutnya manunggaling kawula Gusti. Semakin seseorang menyatu dengan Allah, semakin ia memiliki kedekatan energi kasih terhadap-Nya.
Seven Prime pernah berkata:
"Malaikat dan h’arkha dalam mengerjakan tugasnya kadang rela mengorbankan nyawanya sendiri. Itu merupakan cerminan bahwa mereka sudah mencapai tahap kedekatan energi perasaan dengan Sang Sumber sendiri. Energi tersebut disebut sebagai energi kasih atau cinta dalam pemahaman manusia dan mereka seharusnya mampu mencapai itu."
(Three Anomaly, 2023)
Sebab, Seven Prime juga berkata:
"Apabila perkembangan spiritualitas manusia lebih berfokus pada mencari jawaban dari pertanyaan seperti “apa tujuan hidupku?” dan “mengapa aku hidup dan ada?”, malaikat dan h’arkha lebih berfokus pada memperbaiki terus-menerus apa yang mereka lakukan sampai perfect. Itulah mengapa manusia yang lebih berfokus pada what can i get, what can i get more, what can i do tidak ada bedanya dengan makhluk-makhluk non-human tersebut. Oleh sebab itu, mereka sangat beresonansi dengan makhluk-makhluk tersebut, seperti malaikat, h’arkha, dan jin. Manusia yang mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan eksistensial tidak selalu beresonansi dengan makhluk-makhluk non-human tersebut. Itulah hak eksklusif manusia."
(Three Anomaly, 2023)
Berdasarkan perkataan-perkataan Seven Prime di atas, manusia bisa mencapai kedekatan energi kasih dengan Allah jika ia terus-menerus meningkatkan tahap spiritualitasnya, sama seperti malaikat dan h'arkha. Hanya saja, rela mengorbankan nyawa merupakan suatu manifestasi tingkat spiritualitas mereka yang lebih tinggi. Sebab, misi yang mereka lakukan bisa tercapai tidak sempurna, bahkan gagal, jika malaikat dan h'arkha tidak berani mengorbankan nyawanya. Padahal, semakin mereka perfecting what they do, semakin tinggi tingkat spiritualitas mereka. Sementara itu, manusia harus terus menerus memahami apa dan siapa dirinya.
Apabila manusia mengetahui apa dan siapa dirinya, ia akan melihat alam semesta lebih kecil daripada dirinya karena ia telah mencapai tahap penyatuan dengan Allah dan universe seperti yang dijelaskan oleh Seven Prime dan Carice sebagai berikut.
Seven Prime:
"Apa yang kamu pikirkan tentang kenyataan itu ada di berbagai dimensi. Pada kenyataan ini, kamu melihat manusia ukurannya seperti apa, semut ukurannya seperti apa. Namun, kesadaran tidak mengenal batasan fisikal. Ada momen lain dalam konteks yang berbeda di dimensi lain, kamu mengalami kondisi yang tertukar. Kenyataan itu berlapis-lapis. Sebelum kamu tahu apa dan siapa dirimu, kamu tidak bisa melewati lapisan-lapisan tersebut. Jawaban-Ku sudah tidak dibutuhkan lagi ketika kalian sudah bisa melewati semuanya. Bahkan, malaikat dan iblis masih terbatas dari yang namanya individu. Mereka tidak bisa memahami jika kesadaran mereka harus melewati berbagai lapisan. Sejauh kamu masih memiliki rasa ego, maka kesadaranmu hanya sejauh di dimensi itu. Tatkala kamu tahu apa dan siapa dirimu, universe jauh lebih kecil daripadamu."
Carice:
"Ketika kesadaran semakin bersatu dengan apa yang disebut dengan Sang Sumber beserta dengan alam semesta ini, maka dia akan menyatu dan memperkenalkan dirinya sebagai bagian dari alam semesta ini (sehingga universe menjadi jauh lebih kecil daripadamu."
(Three Anomaly, 2023)
Keadaan yang digambarkan oleh Seven Prime dan Carice adalah penyatuan dengan Allah, moksa, atau manunggaling kawula Gusti. Oleh sebab itu, manusia yang semakin menyatu dengan Allah, ia semakin memiliki kedekatan energi kasih dengan-Nya.
Tidak ada yang tahu ada apa lagi tahapan perjalanan kesadaran manusia setelah itu, kecuali Allah itu sendiri. Namun, kesadaran pasti akan mengasihi dalam proses menuju ketakterbatasan. Sebab, meningkatkan kesadaran sendiri adalah suatu yang hal konstruktif untuknya. Oleh sebab itu, mengasihi adalah tindakan kekal yang akan dilakukan oleh kesadaran manusia.
Referensi:
Three Anomaly (2023). DEWI KWAN IM BERPERAN DALAM KEMATIAN SESEORANG. [online] YouTube. Available at:
Three Anomaly (2023). WAWANCARA HARDCORE SPIRITUAL BERSAMA DOKTER BEN (PART 3). [online] YouTube. Available at:
Three Anomaly (2024). TERNYATA BEGINI KONDISI ALAM PARA DEWA! [online] YouTube. Available at:
0
36
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan