- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Rupiah Dibuka Merah, Catat Rekor Terlemah di Rp17.420/US$
TS
jaguarxj220
Rupiah Dibuka Merah, Catat Rekor Terlemah di Rp17.420/US$
Bloomberg Technoz, Jakarta - Menginjak kuartal II-2026, pergerakan rupiah tak kunjung jinak. Rupiah masih melemah tertekan sejumlah sentimen, meski kemarin sempat menguat tetapi rupanya tak bertahan lama.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini, Selasa (5/5/2026), terus terhimpit dan melemah 0,23% ke posisi Rp17.420/US$ pada sesi pembukaan. Ini menjadi rekor terlemah sepanjang sejarah Indonesia merdeka.
Lalu, tak lama berselang angkanya sedikit berubah, dan menyisakan pelemahan 0,16% di posisi Rp17.407/US$ pada 09:10 WIB.
Indeks dolar AS masih melanjutkan tren penguatan dan naik 0,15% ke 98,52, begitu juga dengan harga minyak mentah yang masih bertahan di atas US$110 per barel.
Dari kawasan, pergerakan mata uang berbalik arah. Mayoritas mata uang berada di zona merah dengan baht Thailand memimpin pelemahan kawasan, disusul peso Filipina, ringgit Malaysia, yuan offshore dan dolar Taiwan serta Hong Kong.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini, Selasa (5/5/2026), terus terhimpit dan melemah 0,23% ke posisi Rp17.420/US$ pada sesi pembukaan. Ini menjadi rekor terlemah sepanjang sejarah Indonesia merdeka.
Lalu, tak lama berselang angkanya sedikit berubah, dan menyisakan pelemahan 0,16% di posisi Rp17.407/US$ pada 09:10 WIB.
Indeks dolar AS masih melanjutkan tren penguatan dan naik 0,15% ke 98,52, begitu juga dengan harga minyak mentah yang masih bertahan di atas US$110 per barel.
Dari kawasan, pergerakan mata uang berbalik arah. Mayoritas mata uang berada di zona merah dengan baht Thailand memimpin pelemahan kawasan, disusul peso Filipina, ringgit Malaysia, yuan offshore dan dolar Taiwan serta Hong Kong.

Mata uang kawasan pada pembukaan pasar Selasa, 5 Mei 2026, (Bloomberg)
Tekanan Inflasi
Dari kawasan, efek perang telah sampai pada kenaikan harga di sektor riil. Inflasi Filipina melonjak 7,2%, Vietnam 5,46%, sementara Indonesia memang masih melandai di 2,4%, lebih rendah dari estimasi ekonom di 2,7%.
Dari Filipina, lonjakan harga minyak memperlemah mata uang peso dan mendorong naiknya biaya impor, termasuk bahan bakar dan makanan.
Meski begitu, pelaku pasar masih berhati-hati lantaran inflasi Indonesia yang rendah merupakan buah dari tertahannya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta harga Pertamax.
"Bila harga Pertamax dinaikkan, maka inflasi April akan mencapai 2,7-2,8%," kata Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist, dan Nanda Puput Rahmawati Research Analyst Mega Capital Sekuritas, dalam laporannya.
Tamara Mas Henderson, Ekonom Bloomberg Economics, inflasi Indonesia pada April yang cenderung landai diproyeksikan tidak akan bertahan lama. Melandainya inflasi April karena efek basis yang bersifat sementara, dan kini telah berakhir.
"Ke depan, harga minyak mentah yang bertahan di atas US$100 per barel akan memberikan tekanan kenaikan yang signifikan terhadap harga konsumen," kata Tamara dalam catatannya.
Ia memperkirakan inflasi akan berbalik arah menembus batas atas kisaran target bank sentral mulai Mei, dan terus meningkat setelahnya.
Meski begitu, para ekonom menilai Bank Indonesia masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan, dan belum terlihat merencanakan pengetatan karena pertumbuhan ekonomi masih lemah.
Hari ini, pemerintah akan merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan masih berada di atas 5%.
Menurut hasil survei Bloomberg terhadap 32 ekonom/analis. Sedikit melambat ketimbang kuartal sebelumnya dengan capaian 5,39% yoy, yang merupakan rekor tertinggi sejak kuartal III-2022.
Dari kawasan, efek perang telah sampai pada kenaikan harga di sektor riil. Inflasi Filipina melonjak 7,2%, Vietnam 5,46%, sementara Indonesia memang masih melandai di 2,4%, lebih rendah dari estimasi ekonom di 2,7%.
Dari Filipina, lonjakan harga minyak memperlemah mata uang peso dan mendorong naiknya biaya impor, termasuk bahan bakar dan makanan.
Meski begitu, pelaku pasar masih berhati-hati lantaran inflasi Indonesia yang rendah merupakan buah dari tertahannya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta harga Pertamax.
"Bila harga Pertamax dinaikkan, maka inflasi April akan mencapai 2,7-2,8%," kata Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist, dan Nanda Puput Rahmawati Research Analyst Mega Capital Sekuritas, dalam laporannya.
Tamara Mas Henderson, Ekonom Bloomberg Economics, inflasi Indonesia pada April yang cenderung landai diproyeksikan tidak akan bertahan lama. Melandainya inflasi April karena efek basis yang bersifat sementara, dan kini telah berakhir.
"Ke depan, harga minyak mentah yang bertahan di atas US$100 per barel akan memberikan tekanan kenaikan yang signifikan terhadap harga konsumen," kata Tamara dalam catatannya.
Ia memperkirakan inflasi akan berbalik arah menembus batas atas kisaran target bank sentral mulai Mei, dan terus meningkat setelahnya.
Meski begitu, para ekonom menilai Bank Indonesia masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan, dan belum terlihat merencanakan pengetatan karena pertumbuhan ekonomi masih lemah.
Hari ini, pemerintah akan merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan masih berada di atas 5%.
Menurut hasil survei Bloomberg terhadap 32 ekonom/analis. Sedikit melambat ketimbang kuartal sebelumnya dengan capaian 5,39% yoy, yang merupakan rekor tertinggi sejak kuartal III-2022.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/108000/rupiah-dibuka-merah-catat-rekor-terlemah-di-rp17-420-us/
Semakin lama BI menahan suku bunga acuan, akan ada spekulan yg bermain.
Pinjam IDR, lalu diputar ke USD atau valas lainnya.
Bunga IDR yg rendah, dikombinasikan IDR yg lemah. Makanan empuk spekulan.
Kalau kejadian seperti itu, jangan salahkan spekulan (Soros style). Karena BI sendiri yang menciptakan kesempatan spekulan bermain.
teguhjepang9932 memberi reputasi
1
87
3
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan