TS
c4punk1950...
Game Pragmata, Sukses Bikin Nangis Pemainnya!

Hi sobat Kaskus,
Kalau main game tanpa ditemani kopi rasanya kok hambar, tapi tanpa ada cemilan apapun kalau sudah memainkan game Pragmata player tentu saja akan terus enjoy.
Bahkan tak jarang seorang player merenungkan dirinya sendiri, karena hatinya tergugah. Buat player yang jomblo, berniat ingin menikah dan mempunyai seorang anak. Bahkan buat sosok ayah, dia akan mengenang anaknya yang kini telah dewasa dengan masa lalu ketika sang anak masih berusia kecil.
Pragmata memang menampilkan hal yang menarik, berbeda dengan game lainnya yang memberikan porsi parenting lebih halus dan berkesan untuk para pemainnya.
Maka tak heran game Pragmata dari Capcom yang baru rilis pada April 2026 ini memicu banyak reaksi emosional hingga membuat pemain menangis karena narasi "simulasi menjadi ayah" yang sangat kuat.

Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa game ini sangat menyentuh hati pemainnya:
Hubungan Emosional Hugh dan Diana
Inti dari game ini adalah dinamika antara Hugh, seorang penjelajah luar angkasa, dan Diana, gadis android kecil dengan kemampuan peretasan. Hubungan mereka bukan sekadar rekan tim, melainkan ikatan "ayah dan anak" yang tumbuh di tengah kehancuran stasiun luar angkasa. Banyak pemain merasa sangat terikat secara emosional dengan cara Hugh melindungi Diana dari bahaya.
Cerita dan Akhir yang Tragis
Game ini disebut-sebut sebagai salah satu karya paling emosional dari Capcom. Banyak konten di media sosial, seperti TikTok dan Instagram, menunjukkan pemain yang benar-benar terpukul oleh akhir ceritanya yang dianggap sangat menyedihkan (heartbreaking). Beberapa pemain bahkan menyebut momen perpisahan atau pengorbanan dalam game ini sebagai penyebab utama mereka menangis.
Kisah yang Relevan di Dunia Nyata
Seorang gamer berusia 55 tahun sempat viral di Reddit karena membagikan kisah harunya memainkan Pragmata. Ia merasa karakter Diana sangat mirip dengan mendiang putrinya, sehingga memainkan game ini menjadi semacam terapi untuk menyembuhkan luka batinnya. Reaksi seperti ini menunjukkan bahwa penulisan karakter Diana sangat realistis dan mampu menyentuh sisi kemanusiaan yang paling dalam.
Sentuhan Parenting yang Hangat
Berbeda dengan game sci-fi pada umumnya yang hanya fokus pada aksi, Pragmata menyelipkan momen-momen kecil di mana Hugh mengajari Diana tentang hal-hal di Bumi, seperti hewan dan permainan. Kehangatan ini membuat kontras yang tajam dengan suasana stasiun bulan yang dingin dan kesepian, sehingga menciptakan dampak emosional yang lebih besar saat konflik terjadi

Pragmata, ternyata bukan hanya sebuah game untuk hiburan tetapi bisa lebih dari itu. Pragmata telah memberikan kesan, bahwa game bisa membuat seseorang ada keinginan melanjutkan hidup dengan cara bereproduksi. Di tengah gempuran harga semakin tinggi, ekonomi yang sulit, bahkan untuk sesuap nasi seseorang bisa saling sikut sana sikut sini.
Titik jenuhnya, gema Child Free di negara maju dengan peradaban majunya semakin berkembang, dan itu memberikan dampak bagi negara yang luar biasa. Karena akhirnya populasi menurun, maka seperti Jepang tempat Capcom bernaung, tenaga produktif di Jepang semakin berkurang maka datanglah tenaga asing dari luar yang memberikan dampak asimilasi budaya dan gesekkan antar etnis menjadi sering terjadi.
Jadi, apakah kamu sudah memainkan game ini?

Terima kasih yang sudah membaca thread ini sampai akhir, bila ada kritik silahkan disampaikan dan semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat dan merdeka. See u next thread.


"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2026
referensi : klik, klik
Pic : google





exmiyon007 dan 7 lainnya memberi reputasi
6
1K
9
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan