TS
KASKUS.HQ
UGM Jaga Napas Tim Basket Lewat Sponsor
Di balik sengitnya pertandingan Regional Jogja Basketball Campus League Season 1, ada cerita lain yang tidak kalah menarik, bagaimana tim-tim kampus berjuang “hidup” dari sisi manajerial.
Mulai dari biaya operasional, transportasi, konsumsi, sampai urusan jersey, semuanya butuh strategi. Nggak cukup cuma mengandalkan dana kampus, beberapa tim bahkan harus putar otak cari cara tambahan supaya tim tetap jalan. Salah satu jurus yang cukup efektif? Menggaet sponsor.

Tim basket Universitas Gadjah Mada (UGM) jadi contoh nyata bagaimana strategi ini berjalan. Lewat kombinasi proposal, jaringan kampus, dan dukungan alumni, mereka berhasil mengamankan dua sponsor utama, yaitu Solaria dan brand apparel Spunky yang menyuplai kebutuhan jersey hingga perlengkapan tim dan ofisial.
“Pihak UKM tentu mengajukan proposal sponsor ke pihak kampus dan dosen pembina yang kemudian disetujui. Sponsor terdiri dari beberapa paket seperti gold, silver, dan premium. Nah untuk sponsor utama berasal dari alumni yang ternyata memiliki jaringan kerjasama dengan Solaria,” kata Manager Tim Basket UGM, Janisya Fabriya Firman, di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Sleman, Minggu (3/5).
Dukungan sponsor ini bukan sekadar formalitas. Bantuan dalam bentuk fresh money jadi napas tambahan untuk menggerakkan aktivitas tim. Meski begitu, Janisya menegaskan bahwa suntikan dana dari kampus tetap ada, hanya saja sifatnya sudah teralokasi sesuai anggaran.
“Dana dari kampus juga tersedia namun jumlahnya sudah pas sesuai anggaran sehingga UKM harus mengelola anggaran dengan ketat, dan tentu kami punya kebutuhan yang biayanya harus kami cari, dan itu didapatkan dari sponsor,” tambahnya.
Menariknya, kerja sama dengan sponsor seperti Solaria sudah berjalan lebih dari tiga tahun. Hubungan ini bahkan nggak cuma aktif saat kompetisi, tapi juga mendukung berbagai event kemahasiswaan yang digelar UKM Basket.
Soal prestasi tim basket putri UGM yang di Campus League hanya berakhir di fase grup penyisihan, ternyata bukan jadi syarat utama dalam kerja sama ini. Janisya memastikan nggak ada klausul khusus yang mengaitkan hasil pertandingan dengan kelanjutan sponsor.
“Sejauh yang kami tahu tidak ada ya (kerjasama sesuai prestasi), yang kami lihat hanya kerjasama dalam jangka waktu tertentu, dan sampai saat ini, kerjasama itu tetap berjalan,” jelasnya.
Buat tim manajerial, keberadaan sponsor jelas krusial. Tujuannya sederhana: supaya tim bisa fokus bertanding tanpa harus terbebani urusan finansial. Apalagi di ajang sebesar Campus League, persiapan nggak bisa setengah-setengah.
"Iya semua harus rapi, dan terorganisir istilahnya ya, mulai dari teknis pertandingan gimana, sampai urusan non-teknis di manajerial yang ngurus operasional, harus ikut dipikirin yaa."
Lebih dari sekadar kompetisi, pengalaman ini juga jadi ruang belajar. Bukan cuma untuk para student-athlete di lapangan, tapi juga tim manajemen di balik layar. Dari sini mereka belajar satu hal penting, membangun tim basket yang profesional itu bukan cuma soal menang di lapangan, tapi juga bagaimana mengelolanya dengan cerdas di luar pertandingan.
Mulai dari biaya operasional, transportasi, konsumsi, sampai urusan jersey, semuanya butuh strategi. Nggak cukup cuma mengandalkan dana kampus, beberapa tim bahkan harus putar otak cari cara tambahan supaya tim tetap jalan. Salah satu jurus yang cukup efektif? Menggaet sponsor.

Tim basket Universitas Gadjah Mada (UGM) jadi contoh nyata bagaimana strategi ini berjalan. Lewat kombinasi proposal, jaringan kampus, dan dukungan alumni, mereka berhasil mengamankan dua sponsor utama, yaitu Solaria dan brand apparel Spunky yang menyuplai kebutuhan jersey hingga perlengkapan tim dan ofisial.
“Pihak UKM tentu mengajukan proposal sponsor ke pihak kampus dan dosen pembina yang kemudian disetujui. Sponsor terdiri dari beberapa paket seperti gold, silver, dan premium. Nah untuk sponsor utama berasal dari alumni yang ternyata memiliki jaringan kerjasama dengan Solaria,” kata Manager Tim Basket UGM, Janisya Fabriya Firman, di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Sleman, Minggu (3/5).
Dukungan sponsor ini bukan sekadar formalitas. Bantuan dalam bentuk fresh money jadi napas tambahan untuk menggerakkan aktivitas tim. Meski begitu, Janisya menegaskan bahwa suntikan dana dari kampus tetap ada, hanya saja sifatnya sudah teralokasi sesuai anggaran.
“Dana dari kampus juga tersedia namun jumlahnya sudah pas sesuai anggaran sehingga UKM harus mengelola anggaran dengan ketat, dan tentu kami punya kebutuhan yang biayanya harus kami cari, dan itu didapatkan dari sponsor,” tambahnya.
Menariknya, kerja sama dengan sponsor seperti Solaria sudah berjalan lebih dari tiga tahun. Hubungan ini bahkan nggak cuma aktif saat kompetisi, tapi juga mendukung berbagai event kemahasiswaan yang digelar UKM Basket.
Soal prestasi tim basket putri UGM yang di Campus League hanya berakhir di fase grup penyisihan, ternyata bukan jadi syarat utama dalam kerja sama ini. Janisya memastikan nggak ada klausul khusus yang mengaitkan hasil pertandingan dengan kelanjutan sponsor.
“Sejauh yang kami tahu tidak ada ya (kerjasama sesuai prestasi), yang kami lihat hanya kerjasama dalam jangka waktu tertentu, dan sampai saat ini, kerjasama itu tetap berjalan,” jelasnya.
Buat tim manajerial, keberadaan sponsor jelas krusial. Tujuannya sederhana: supaya tim bisa fokus bertanding tanpa harus terbebani urusan finansial. Apalagi di ajang sebesar Campus League, persiapan nggak bisa setengah-setengah.
"Iya semua harus rapi, dan terorganisir istilahnya ya, mulai dari teknis pertandingan gimana, sampai urusan non-teknis di manajerial yang ngurus operasional, harus ikut dipikirin yaa."
Lebih dari sekadar kompetisi, pengalaman ini juga jadi ruang belajar. Bukan cuma untuk para student-athlete di lapangan, tapi juga tim manajemen di balik layar. Dari sini mereka belajar satu hal penting, membangun tim basket yang profesional itu bukan cuma soal menang di lapangan, tapi juga bagaimana mengelolanya dengan cerdas di luar pertandingan.
dhewana memberi reputasi
1
139
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan