Skakmat Isu Deindustrialisasi: Manufaktur Era Menperin Agus Gumiwang Terus Cetak Tren Positif
Dari tren kenaikan kontribusi PDB dan tidak adanya _shifting_ 21,6 juta tenaga kerja industri ke sektor lain, kami tegaskan manufaktur Indonesia tidak mengalami gejala deindustrialisasi dini. Tren positif ini terjadi di era Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Candra Mata
•Sabtu, 02 Mei 2026 10:44 WIB
Penulis
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dan Jubir Kemenperin Febry
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indeks Kepercayaan Industri (IKI) sektor manufaktur Indonesia pada April 2026 masih tercatat di zona ekspansif, sekaligus mematahkan isu deindustrialisasi dini yang sempat mencuat.
Capaian IKI di atas level 50 poin ini menunjukkan ketahanan industri dalam negeri di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari perlambatan ekonomi Tiongkok hingga ketegangan geopolitik.
Subsektor industri makanan dan minuman, kimia, farmasi, serta logam dasar menjadi motor utama ekspansi. Tingginya permintaan domestik jelang periode Lebaran dan semester II 2026 menjadi penopang optimisme pelaku usaha.
Terkait isu penurunan kontribusi PDB industri pengolahan, Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menegaskan hal itu terjadi karena perubahan metodologi, bukan pelemahan sektor.
“Metodologi perhitungan PDB sampai 2009 didasarkan pada harga produsen, sedangkan 2010 pakai harga dasar. Perubahan konsep dan definisi ini bikin PDB industri pengolahan mengecil. Jadi nggak _apple to apple_ kalau bandingkan sebelum dan sesudah 2009,” kata Febri.
Febri menambahkan, jika membandingkan periode yang sama, misalnya Q2 2022 sampai Q4 2025, justru ditemukan tren kontribusi PDB industri pengolahan yang naik. Kenaikan didorong pemulihan pascapandemi, hilirisasi, dan kuatnya konsumsi domestik.
“Dari tren kenaikan kontribusi PDB dan tidak adanya _shifting_ 21,6 juta tenaga kerja industri ke sektor lain, kami tegaskan manufaktur Indonesia tidak mengalami gejala deindustrialisasi dini. Tren positif ini terjadi di era Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita,” pungkasnya.