- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Becak Siantar | Ikon Wisata Sejarah Pematang Siantar yang Mendunia
TS
travelaurora
Becak Siantar | Ikon Wisata Sejarah Pematang Siantar yang Mendunia
Jelajahi keunikan Becak Siantar, transportasi ikonik menggunakan motor klasik BSA peninggalan Perang Dunia II. Simak sejarah dan daya tarik wisatanya di sini!
Kunjungi Tugu Becak iantar Seiring Tour Danau Toba
Pematang Siantar, sebuah kota sejuk di Sumatera Utara, memiliki satu harta karun otomotif yang tidak dimiliki oleh kota lain di dunia: Becak Siantar. Lebih dari sekadar alat transportasi umum, Becak Siantar adalah "museum berjalan" yang memadukan kekuatan mesin klasik Inggris dengan kreativitas lokal, menjadikannya ikon wisata sejarah yang telah dikenal hingga ke mancanegara.
1. Sejarah yang Menembus Zaman
Keunikan utama Becak Siantar terletak pada mesinnya. Berbeda dengan becak motor pada umumnya yang menggunakan mesin sepeda motor modern, Becak Siantar menggunakan motor antik asal Inggris, BSA (Birmingham Small Arms).
Motor-motor ini masuk ke Indonesia pada masa kolonial Belanda dan masa setelah Perang Dunia II sebagai kendaraan operasional tentara sekutu. Ketika tentara meninggalkan Indonesia, motor-motor bermesin besar (rata-rata 500cc) ini tetap tinggal dan oleh tangan-tangan kreatif warga Pematang Siantar, dimodifikasi menjadi penarik sespan (kereta samping) yang kita kenal sekarang sebagai Becak Siantar.
Wisatawan Tour Danau Toba biasanya berhenti di tugu ini karena kebetulan berada di jalan lintas yang dilalui oleh wisatawan yang lalu lalang dari Danau Toba menuju Kota Medan. Mereka berfoto sesuka hati dan tidak jarnag bertanya kepada para pedagang perihal sejarah Becak Siantar ini di zamannya.
2. Karakteristik Mesin BSA yang Ikonik
Bagi pecinta otomotif, Becak Siantar adalah fenomena. Motor BSA yang digunakan umumnya merupakan model lama tahun 1940-an hingga 1950-an. Para pecinta otomotif dari luar kota seperti Jakarta dan Bandung, mereka datang ke tugu Ini sambil mengikuti prorgam Paket Wisata Danau Toba.
Beberapa catatn tentang performan mesin BSA:
[ul][li]Suara yang Khas: Bunyi mesinnya yang berat dan berdentum ("bum-bum-bum") memberikan sensasi nostalgia bagi siapa saja yang mendengarnya.[/li][li]Ketangguhan: Meski usianya sudah lebih dari setengah abad, mesin-mesin tua ini tetap tangguh menanjak di kontur jalanan Pematangsiantar yang berbukit-bukit.[/li][li]Kapasitas Besar: Dengan kapasitas mesin hingga 500cc, motor ini sebenarnya memiliki kekuatan yang jauh melampaui kebutuhan untuk sekadar menarik becak, menjadikannya salah satu becak dengan kapasitas mesin terbesar di dunia.[/li][/ul]
3. Ikon Budaya dan Kebanggaan Lokal
Bagi masyarakat Siantar, becak ini adalah identitas. Keberadaannya telah menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun internasional dalam Paket Tour Danau Toba yang penasaran ingin merasakan sensasi berkeliling kota dengan motor sisa Perang Dunia II.
Pemerintah kota bahkan mengabadikan kebanggaan ini dengan membangun Tugu Becak Siantar (Patung BSA) yang megah di pusat kota. Tugu ini menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah dan ketahanan budaya lokal yang mampu merawat warisan dunia.
4. Pengalaman Wisata yang Tak Terlupakan
Menumpang Becak Siantar bukan sekadar perjalanan dari satu titik ke titik lain. Ini adalah pengalaman sensorik:
[ul][li]Nostalgia: Duduk di dalam sespan yang nyaman sambil menikmati embusan angin dan suara mesin klasik.[/li][li]Wisata Kuliner: Becak ini siap mengantar Anda ke berbagai titik kuliner legendaris di Siantar, seperti Kedai Kopi Massa Kok Tong atau Roti Ketawa.[/li][li]Interaksi Sosial: Para pengemudi becak sering kali adalah "sejarawan lokal" yang dengan senang hati bercerita tentang sejarah motor mereka dan seluk-beluk kota.[/li][/ul]
5. Upaya Pelestarian
Saat ini, jumlah Becak BSA di Siantar terus berkurang karena kelangkaan suku cadang dan kolektor dari luar negeri yang mencoba membelinya. Oleh karena itu, menaiki atau mendokumentasikan Becak Siantar adalah bentuk dukungan nyata bagi para pemiliknya untuk terus melestarikan warisan otomotif dunia ini.
Becak Siantar bukan hanya alat transportasi; ia adalah nyawa dan detak jantung Pematangsiantar. Jika Anda berkunjung ke Sumatera Utara, perjalanan Anda belum lengkap sebelum merasakan deru mesin BSA dan keramahan di atas roda tiga legendaris ini.
Kunjungi Tugu Becak iantar Seiring Tour Danau Toba
Pematang Siantar, sebuah kota sejuk di Sumatera Utara, memiliki satu harta karun otomotif yang tidak dimiliki oleh kota lain di dunia: Becak Siantar. Lebih dari sekadar alat transportasi umum, Becak Siantar adalah "museum berjalan" yang memadukan kekuatan mesin klasik Inggris dengan kreativitas lokal, menjadikannya ikon wisata sejarah yang telah dikenal hingga ke mancanegara.
1. Sejarah yang Menembus Zaman
Keunikan utama Becak Siantar terletak pada mesinnya. Berbeda dengan becak motor pada umumnya yang menggunakan mesin sepeda motor modern, Becak Siantar menggunakan motor antik asal Inggris, BSA (Birmingham Small Arms).
Motor-motor ini masuk ke Indonesia pada masa kolonial Belanda dan masa setelah Perang Dunia II sebagai kendaraan operasional tentara sekutu. Ketika tentara meninggalkan Indonesia, motor-motor bermesin besar (rata-rata 500cc) ini tetap tinggal dan oleh tangan-tangan kreatif warga Pematang Siantar, dimodifikasi menjadi penarik sespan (kereta samping) yang kita kenal sekarang sebagai Becak Siantar.
Wisatawan Tour Danau Toba biasanya berhenti di tugu ini karena kebetulan berada di jalan lintas yang dilalui oleh wisatawan yang lalu lalang dari Danau Toba menuju Kota Medan. Mereka berfoto sesuka hati dan tidak jarnag bertanya kepada para pedagang perihal sejarah Becak Siantar ini di zamannya.
2. Karakteristik Mesin BSA yang Ikonik
Bagi pecinta otomotif, Becak Siantar adalah fenomena. Motor BSA yang digunakan umumnya merupakan model lama tahun 1940-an hingga 1950-an. Para pecinta otomotif dari luar kota seperti Jakarta dan Bandung, mereka datang ke tugu Ini sambil mengikuti prorgam Paket Wisata Danau Toba.
Beberapa catatn tentang performan mesin BSA:
[ul][li]Suara yang Khas: Bunyi mesinnya yang berat dan berdentum ("bum-bum-bum") memberikan sensasi nostalgia bagi siapa saja yang mendengarnya.[/li][li]Ketangguhan: Meski usianya sudah lebih dari setengah abad, mesin-mesin tua ini tetap tangguh menanjak di kontur jalanan Pematangsiantar yang berbukit-bukit.[/li][li]Kapasitas Besar: Dengan kapasitas mesin hingga 500cc, motor ini sebenarnya memiliki kekuatan yang jauh melampaui kebutuhan untuk sekadar menarik becak, menjadikannya salah satu becak dengan kapasitas mesin terbesar di dunia.[/li][/ul]
3. Ikon Budaya dan Kebanggaan Lokal
Bagi masyarakat Siantar, becak ini adalah identitas. Keberadaannya telah menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun internasional dalam Paket Tour Danau Toba yang penasaran ingin merasakan sensasi berkeliling kota dengan motor sisa Perang Dunia II.
Pemerintah kota bahkan mengabadikan kebanggaan ini dengan membangun Tugu Becak Siantar (Patung BSA) yang megah di pusat kota. Tugu ini menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah dan ketahanan budaya lokal yang mampu merawat warisan dunia.
4. Pengalaman Wisata yang Tak Terlupakan
Menumpang Becak Siantar bukan sekadar perjalanan dari satu titik ke titik lain. Ini adalah pengalaman sensorik:
[ul][li]Nostalgia: Duduk di dalam sespan yang nyaman sambil menikmati embusan angin dan suara mesin klasik.[/li][li]Wisata Kuliner: Becak ini siap mengantar Anda ke berbagai titik kuliner legendaris di Siantar, seperti Kedai Kopi Massa Kok Tong atau Roti Ketawa.[/li][li]Interaksi Sosial: Para pengemudi becak sering kali adalah "sejarawan lokal" yang dengan senang hati bercerita tentang sejarah motor mereka dan seluk-beluk kota.[/li][/ul]
5. Upaya Pelestarian
Saat ini, jumlah Becak BSA di Siantar terus berkurang karena kelangkaan suku cadang dan kolektor dari luar negeri yang mencoba membelinya. Oleh karena itu, menaiki atau mendokumentasikan Becak Siantar adalah bentuk dukungan nyata bagi para pemiliknya untuk terus melestarikan warisan otomotif dunia ini.
Becak Siantar bukan hanya alat transportasi; ia adalah nyawa dan detak jantung Pematangsiantar. Jika Anda berkunjung ke Sumatera Utara, perjalanan Anda belum lengkap sebelum merasakan deru mesin BSA dan keramahan di atas roda tiga legendaris ini.
0
300
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan