Buka Peluang SPBU Eksklusif, Bobibos Siapkan Pabrik Percontohan di Pulau Jawa
Oleh: Katarina ErlitaJumat 01 Mei 2026, 21:41 WIB

Bobibos, Bahan Bakar Ramah Lingkungan dari Jerami. (Sumber: Instagram.com/@bobibos_)
AYOJAKARTA.COM - Inovasi energi terbarukan di Indonesia kini memasuki babak baru dengan hadirnya Bobibos, bahan bakar nabati (BBN) berbahan dasar limbah jerami yang diproyeksikan menjadi solusi energi murah bagi masyarakat.
Sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan energi domestik, manajemen Bobibos mengumumkan rencana pembangunan pabrik percontohan di Pulau Jawa dalam waktu dekat.
Kualitas Premium dengan Harga Merakyat
Bobibos bukan sekadar bahan bakar alternatif biasa. Berdasarkan hasil uji laboratorium Lemigas yang dilakukan secara mandiri, produk ini memiliki angka oktan atau RON tinggi mencapai 98,1, yang menjadikannya setara dengan kualitas BBM fosil jenis Pertamax Turbo.
Meskipun memiliki spesifikasi premium, harga jual Bobibos dipatok sangat rendah, yakni di kisaran Rp4.000 hingga Rp5.000 per liter.
Harga yang berada di bawah harga Pertalite ini dimungkinkan karena penggunaan bahan baku jerami yang merupakan limbah sisa panen petani.
Proses produksinya menggunakan mesin biokimia khusus yang dirancang oleh tim Bobibos dengan biaya produksi yang sangat efisien.
Ekspansi Nasional dan Peluang Bisnis SPBU
Pembangunan pabrik di Pulau Jawa merupakan bagian dari visi besar sang pendiri, M Iklas Thamrin, untuk menghadirkan fasilitas manufaktur di setiap provinsi di Indonesia.
Strategi ini bertujuan untuk memetakan ketersediaan energi alternatif secara merata di berbagai kota sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja.
Selain fokus pada manufaktur, Bobibos juga membuka peluang investasi bagi masyarakat dan pemodal nasional.
Perusahaan berencana membangun jaringan SPBU eksklusif bermerek Bobibos. Melalui model kemitraan ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk menjadi distributor resmi atau pemilik SPBU guna mempercepat distribusi bahan bakar hijau ini ke seluruh pelosok negeri.
Menuju Standardisasi Nasional
Saat ini, pemerintah melalui Kementerian ESDM dan Lemigas tengah melakukan pengujian teknis secara ketat terhadap Bobibos.
Proses ini mencakup pemeriksaan aspek fisik, sifat kimia, stabilitas, hingga dampak penggunaan bahan bakar pada mesin kendaraan untuk memastikan keamanan dan kelayakannya sebelum dipasarkan secara luas.
Ditjen Migas memastikan bahwa seluruh tahapan pengujian dilakukan secara akuntabel demi menetapkan klasifikasi produk yang tepat.
Meski progres produksi di Timor Leste sudah mencapai 70%, kehadiran pabrik percontohan di Jawa diharapkan menjadi katalisator bagi Indonesia untuk segera menikmati bahan bakar ramah lingkungan hasil karya anak bangsa ini.***