- Beranda
- Komunitas
- Sports
- ONE Championship
Takeru Segawa Ungkap Rahasia di Balik Kemenangan Brutal atas Rodtang
TS
ONEchampionshipid
Takeru Segawa Ungkap Rahasia di Balik Kemenangan Brutal atas Rodtang

BOLASPORT.COM - Takeru Segawa menutup kariernya dengan cara terbaik yang bisa dia bayangkan.
Di Ariake Arena, Tokyo, mantan juara 3 divisi K-1 itu mengalahkan Rodtang Jitmuangnon via TKO pada ronde kelima untuk merebut sabuk interim kelas terbang kickboxing ONE Championship dalam partai puncak ONE Samurai 1, Rabu (29/4/2026).

Setelah meletakkan sarung tangannya di atas kanvas, Takeru menyampaikan pidato perpisahan yang mengharukan jutaan penonton di seluruh dunia.
Di konferensi pers pascalaga, Takeru mengakui bahwa di balik ketenangan yang dia tunjukkan selama fight week, ada ketakutan besar yang dia simpan sendiri.
"Saya tidak ingin menunjukkan kelemahan sebelum pertarungan, jadi saya diam. Tetapi setiap hari saya mengalami mimpi buruk tentang kalah KO, kehilangan kesadaran, atau patah kaki," ungkapnya.
"Saya sangat takut mengecewakan ekspektasi semua orang. Jadi saat ini, perasaan yang paling dominan adalah saya lega masih bisa kembali hidup-hidup."
Setahun lalu, Rodtang mengalahkannya hanya dalam waktu 80 detik di ONE 172.
Baca Juga: Hasil ONE Samurai 1 - Dendam Terbayar Lunas, Takeru Segawa Robohkan Rodtang 4 Kali!
Kali ini hasilnya berbeda karena Takeru Segawa datang dengan persiapan yang jauh lebih matang dan pemahaman mendalam soal gaya bertarung The Iron Man.
"Rodtang terlihat seperti hanya memukul sembarangan tetapi dia bergerak seperti seorang master, yang saya pelajari dari pengamatan," jelasnya.
"Hari ini, saya tahu pukulannya keras, tetapi saya sudah sepenuhnya siap untuk menerimanya. Ini adalah laga terakhir saya. Saya lebih siap mati daripada jatuh."
Kemenangan ini juga lahir dari kesadaran Takeru untuk mengakui kelemahan sendiri, sesuatu yang jarang dia lakukan sepanjang kariernya.
"Dulu saat saya terus menang, saya benar-benar berpikir tidak akan pernah kalah. Tetapi datang ke ONE, saya menemukan titik-titik lemah diri," akunya.
"Saya mengakui bahwa tubuh saya perlahan mulai menurun dan saya tidak bisa melakukan hal-hal yang dulu bisa saya lakukan."
"Karena ini laga terakhir, saya mendorong diri ke batas mutlak dan saya berhasil."
Jagoan berusia 34 tahun ini juga menyampaikan pesan untuk generasi berikutnya dan siapa pun yang pernah meragukan kemampuan dirinya..
"Saya benar-benar tidak punya bakat bela diri pada awalnya. Saya mulai sejak SD, tidak bisa menang dan kemampuan atletis saya biasa saja."
"Tetapi saya bisa menjadi kuat dan meninggalkan hasil seperti ini," pungkasnya.
"Jadi saya tidak ingin orang-orang yang punya mimpi untuk menyerah."
0
6
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan